BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Kualitas Peserta Merata, Proliga 2019 Dinilai Kian Ketat

14-02-2019 20:47 | Serafin Unus Pasi

Pertandingan antara Jakarta Pertamina Energi melawan Surabaya Bhayangkara Samator di GOR Sritex Arena, Jumat (25/1/2019) malam. (c) Proliga Pertandingan antara Jakarta Pertamina Energi melawan Surabaya Bhayangkara Samator di GOR Sritex Arena, Jumat (25/1/2019) malam. (c) Proliga

Bola.net - Reginald Nelwan angkat bicara soal perkembangan kompetisi Proliga 2019. Wakil Direktur Proliga tersebut menilai bahwa kompetisi voli profesional di Indonesia ini kian ketat.

Menurut Regi, sapaan karib Reginald Nelwan, menyebut bahwa ketatnya persaingan ini tak lepas dari kekuatan tim-tim peserta yang kian merata. Meratanya kekuatan peserta membuat peta persaingan antartim kian tak tertebak.

"Saya menilai bahwa saat ini persaingan di Proliga kian ketat," ucap Regi.

"Hal ini tak lepas dari meratanya materi pemain yang ada di timg-tim peserta," sambungnya.

Regi menambahkan, ketatnya kompetisi Proliga tahun ini bisa dilihat dari kualitas Babak Final Four. Menurutnya, Babak Empat Besar pada tahun ini adalah yang paling ketat sepanjang sejarah Proliga.

"Ini adalah yang paling ketat," katanya.

"Tidak ada tim lemah dalam babak ini. Semua tim masih berpeluang untuk bisa ke Grand Final," ia menambahkan.

Apa faktor yang paling berpengaruh pada performa peserta Proliga tahun ini? Simak selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Persiapan Matang

Menurut Regi, dengan kekuatan yang merata, hanya ada satu faktor yang berpengaruh pada penampilan tim peserta pada turnamen voli paling akbar di Indonesia ini. Faktor tersebut, sambungnya, adalah persiapan.

"Ini adalah olahraga tim, kalau kita kumpul satu-dua hari tentu akan berbeda dengan tim yang sudah kumpul lama," kata Regi.

"Saat ini, tim-tim waktu berkumpulnya sudah tiga-empat bulan. Sudah cukup untuk tim-tim profesional," ia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Naikkan Mental

Lebih lanjut, ketatnya persaingan ini berdampak positif pada para pemain lokal. Mental pemain lokal, menurut Regi, kian terasah dengan persaingan ketat di Proliga.

"Dulu pemain kita takut dengan pemain-pemain bertinggi badan di atas rata-rata. Sekarang mereka berani menghadapinya," ucap Regi.

"Ini karena mereka sudah biasa. Inilah salah satu manfaat Proliga bagi tim nasional," tandasnya.

Tradisi Menpora Pria Berkumis Terhenti

KOMENTAR