BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Arsenal Kalah, Sikap Mesut Ozil Kembali Dinilai Memalukan

30-05-2019 10:30 | Richard Andreas

Mesut Ozil saat ditarik keluar dari laga Chelsea vs Arsenal di final Liga Europa 2018/19. (c) AP Photo Mesut Ozil saat ditarik keluar dari laga Chelsea vs Arsenal di final Liga Europa 2018/19. (c) AP Photo

Bola.net - Legenda Chelsea, Eidur Gudjohnsen mengecam sikap Mesut Ozil ketika Arsenal takluk 1-4 dari Chelsea pada final Liga Europa 2018/19, Kamis (30/5) dini hari WIB tadi. The Gunners tak berdaya menghadapi gempuran eksplosif Chelsea di babak kedua, kekalahan yang mutlak.

Laga itu merupakan kesempatan terakhir Arsenal untuk kembali ke Liga Champions musim depan. Setelah gagal mengamankan empat besar Premier League, menjadi juara Liga Europa merupakan satu-satunya jalan tersisa bagi Arsenal, tetapi mereka gagal memanfaatkannya.

Dipilih bermain sejak menit awal, Ozil sekali lagi gagal memberikan dampak yang signifikan. Dia ditarik keluar ketika laga tersisa 15 menit dan skor sudah 4-1 untuk kemenangan Chelsea.

Sikap Ozil saat keluar lapangan inilah yang dinilai memalukan. Mengapa demikian? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Memalukan!

Mengingat timnya dalam keadaan kalah telak, Ozil seharusnya tahu dia harus keluar lapangan dengan cepat. Alih-alih, dia justru berjalan perlahan, seakan-akan menantikan aplaus dari pendukung mereka.

"Satu hal yang bisa anda katakan pada saya, jika anda pelatih Arsenal, anda tertinggal 4-1 di final, anda menarik keluar Ozil dan dia berjalan dengan tempo yang paling lambat seperti menunggu aplaus berdiri," tutur Gudjohnsen kepada BT Sport.

"Maaf, jika itu saya, saya akan sangat malu. [Seharusnya] menundukkan kepala dan saya berlari cepat meninggalkan lapangan."

"Dia pemain hebat, kualitas luar biasa, tetapi sebagai pelatih saya tidak bisa melihat sikap seperti itu dalam tim saya," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Emery Gagal

Kekalahan ini adalah kekalahan pertama Emery di final Liga Europa. Dia sukses menjuarai tiga edisi Liga Europa secara beruntun saat masih menangani Sevilla. Sayangnya, kini sentuhan ajaibnya luntur.

Tidak hanya itu, kekalahan berarti Arsenal bakal bermain di Liga Europa lagi musim depan, tepatnya dalam tiga musim beruntun. Untuk tim sebesar Arsenal, hanya bermain di Liga Europa dalam tiga musim beruntun jelas merupakan kegagalan.

Sayangnya, Emery mungkin tidak bisa mengembangkan timnya secara instan. Kegagalan ini membuktikan kualitas Arsenal, dan bahwa mereka perlu berkembang. Namun, dia hanya dibekali bujet tipis pada bursa transfer kali ini.

Nonton Pertandingan Bola, Reaksi Nenek Ini Bikin Heboh

KOMENTAR