7 Pelajaran Villarreal vs Manchester United: De Gea Sial, MU Gagal, Emery Sakti!

Richard Andreas | 27 Mei 2021, 10:00
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United menutup musim dengan kekalahan pahit. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer takluk dari Villarreal di final Liga Europa 2020/21.

Kamis (27/5/2021), duel sengit di Gdansk terkunci dengan skor imbang 1-1 selama 120 menit. Laga pun berlanjut ke adu penalti, keberuntungan sangat berpengaruh.

Sayangnya kali ini MU sedang sial, tepatnya sang kiper, David De Gea. De Gea jadi penendang penentu ke 11 setelah semua penalti sebelumnya masuk.

Sepakan De Gea lemah, dihentikan kiper lawan dengan mudah. Villarreal pun bersorak, sedangkan MU tertunduk lesu.

Laga ini pun menyisakan setidaknya 7 pelajaran penting. Apa saja?

1 dari 7 halaman

MU gagal lagi

Ini final pertama Ole Gunnar Solskjaer selama melatih MU, sayangnya final pertama tak berujung trofi pertama.

MU kembali menutup musim dengan rasa kecewa. Lagi-lagi nyaris juara dan nyaris saja jelas tidak cukup untuk ukuran klub sebesar MU.

Tercatat, sudah 4 tahun MU puasa trofi. Terakhir mereka merasakan mengangkat trofi ketika Jose Mourinho menuntun timnya menjuarai Liga Europa 2017.

2 dari 7 halaman

2,5 tahun tanpa trofi

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (c) AP PhotoManajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo

Dalam masa 4 tahun tanpa trofi tersebut, 2,5 tahun terakhir berjalam bersama Ole Gunnar Solskjaer.

Sudah 2,5 tahun Solskjaer menukangi MU, belanja banyak pemain top, didukung dan diyakini sudah mengembangkan tim.

Sayangnya, perkembangan itu belum dibarengi trofi. Solskjaer mulai kehabisan waktu, trofi adalah tiket untuk bertahan melatih MU.

3 dari 7 halaman

Panggung Unai Emery

Liga Europa adalah panggungnya Unai Emery. Pelatih senior Spanyol ini punya riwayat apik sebagai pelatih tersukses di kompetisi kasta kedua Eropa.

Emery mengoleksi 4 trofi Liga Europa, 3 bersama Sevilla, 1 bersama Villarreal. Dia pun pernah menuntun Arsenal sampai ke final, sayangnya gagal jadi juara.

4 dari 7 halaman

Aksi duo striker

Pada pertandingan ketat dengan tekanan besar seperti ini, punya striker level top yang bisa mencetak gol bisa jadi pembeda. Kali ini kedua tim memiliki itu.

Villarreal unggul terlebih dahulu melalui Gerard Moreno, MU menyamakan kedudukan lewat Edinson Cavani.

Dengan gol ini Moreno memecahkan rekor lebih dari 30 gol semusim dan Cavani jadi pemain ketiga di usia 34 tahun ke atas yang bisa mencetak gol di final Eropa untuk tim Inggris.

5 dari 7 halaman

MU kalah penalti

MU punya hubungan buruk dengan adu penalti. Menurut Opta, Setan Merah selalu kalah dalam 6 dari 7 kesempatan adu penalti terakhir.

Catatan ini pun diperburuk dengan riwayat David De Gea. Kiper Spanyol ini tidak pernah menepis penalti sejak tahun 2016 lalu.

Kali ini De Gea harus kebobolan 11 penalti tanpa menepis satu pun.

6 dari 7 halaman

De Gea sedang sial

Adu penalti adalah soal keberuntungan dan kali ini De Gea sedang sial. Dia kebobolan 11 penalti, lalu maju sebagai penendang ke-11 MU.

Sayangnya sepakan De Gea terlalu lemah dan mudah dihentikan lawan. Kali ini, MU gagal juara karena De Gea.

Kiper Spanyol ini menjalani musim yang tidak terlalu baik di level pribadi. De Gea banyak absen dan mulai kalah bersaing.

7 dari 7 halaman

Tangguhnya tim Spanyol

Kemenangan Villarreal jadi catatan istimewa sendiri untuk tim-tim Spanyol di panggung Eropa.

Spanyol begitu perkasa di Eropa, khususnya atas tim Inggris. Tercatat, sejak tahun 2006 lalu ada 10 duel tim Spanyol kontra tim Inggris di final mayor Eropa.

Spanyol menyapu bersih dengan 10 kemenangan, tim Inggris selalu kala.

Sumber: Bola

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR