BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Laga Sparta Praha vs AC Milan: Hauge Makin Gacor, Bisa jadi Duet Utama Ibrahimovic

11-12-2020 09:19 | Ari Prayoga

Pemain AC Milan, Jens Petter Hauge (kanan) merayakan golnya ke gawang Sparta Praha dalam laga pamungkas fase grup Liga Europa hari Jumat (11/12/2020). (c) AP Photo Pemain AC Milan, Jens Petter Hauge (kanan) merayakan golnya ke gawang Sparta Praha dalam laga pamungkas fase grup Liga Europa hari Jumat (11/12/2020). (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan sukses mengalahkan Sparta Praha dengan skor 1-0 dalam laga matchday 6 fase grup Liga Europa 2020/21 di Generali Arena, Jumat (11/12/2020) dini hari WIB.

Gol tunggal yang dicetak Jens Petter Hauge di babak pertama sudah cukup untuk membawa Milan yang turun dengan mayoritas pemain lapis kedua untuk mengandaskan Sparta.

Kemenangan ini pun membuat Milan berhasil mengakhiri babak penyisihan grup sebagai jawara Grup H setelah di laga lainnya Lille menelan kekalahan di kandang Celtic.

Beberapa poin penting pun bisa diambil dari kemenangan yang diraih Milan di markas Sparta Praha ini. Berikut ulasan selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Hauge Makin Impresif

Salah satu faktor utama mengapa Milan bisa mengalahkan Sparta adalah performa impresif yang ditunjukkan Hauge sebagai andalan di lini depan.

Hauge mencetak gol tunggal dengan cara yang brilian, yakni mengelabui pemain lawan lebih dulu sebelum melepas tembakan ke tiang jauh tanpa bisa dijangkau kiper Sparta.

Sejauh ini Hauge sudah mencetak gol dalam 10 penampilan bersama Rossoneri. Menariknya, kesempatan bermain pemain 20 tahun itu hanya selama 370 menit.

Performa Hauge bahkan sangat luar biasa di pentas Liga Europa. Dari empat laga yang sudah ia lakoni, Hauge sudah menyumbang tiga gol dan satu assist.

2 dari 5 halaman

Duet Ibrahimovic

Impresifnya penampilan yang ditunjukkan Hauge membuat penyerang asal Norwegia itu bisa jadi bakal lebih sering mendapat kesempatan bermain dari Stefano Pioli.

Selama ini partner Zlatan Ibrahimovic sebagai penyerang utama Milan selalu berganti-ganti, mulai dari Ante Rebic hingga Brahim Diaz pernah dimainkan di sisi Ibrahimovic.

Akselerasi Hauge dari sisi kiri mungkin akan semakin dimanfaatkan Pioli untuk memberikan suplai bola kepada Ibrahimovic, atau mencetak gol sendiri.

3 dari 5 halaman

Tim Lapis Kedua Milan Menjanjikan

Pioli melakukan kejutan dengan menurunkan tim lapis kedua, padahal Milan masih berambisi meraih poin penuh guna mengamankan posisi juara grup.

Para pemain seperti Ciprian Tatarusanu, Andrea Conti, Daniel Maldini, Lorenzo Colombo, hingga debutan Pierre Kalulu dipercaya untuk tampil sejak menit pertama.

Hasilnya pun tak mengecewakan. Para pemain ini sukses menjawab kepercayaan Pioli dengan performa yang apik dan terbukti, Milan pun meraih kemenangan.

4 dari 5 halaman

Keputusan Brilian Pioli

Keputusan Pioli untuk menurunkan tim lapis kedua tentu merupakan sebuah hal yang brilian, mengingat timnya masih harus menalani jadwal padat di pentas Serie A.

Pioli tahu betul bahwa skuad utama Milan saat ini tengah kekelahan setelah melakoni satu pertandingan setiap tiga hari sejak awal musim.

Akhir pekan ini, Milan yang masih kokoh bertengger di puncak klasemen Serie bakal berhadapan dengan Parma.

5 dari 5 halaman

Pertahankan Momentum

Milan kini dituntut untuk terus bisa mempertahankan momentum bagus yang tengah mereka jalani, dengan rentetan hasil positif yang mereka raih.

Di pentas Serie A, sejauh ini Milan masih belum terkalahkan. Satu-satunya kekalahan musim ini terjadi kala Rossoneri dipermalukan Lille di ajang Liga Europa.

Pioli tentu memiliki ambisi untuk terus mempertahankan tren positif timnya di sisa musim ini. Jika berhasil, maka gelar juara bukan tak mungkin bakal menjadi milik Milan.

KOMENTAR