Timnas Indonesia U-19 Dinilai Kurang Tajam dalam Selesaikan Peluang

Bola.net | 3 Juli 2018, 13:06
Timnas Indonesia U-19 (c) Mustopa El Abdy
Timnas Indonesia U-19 (c) Mustopa El Abdy
- Joko Susilo menyebut ada sejumlah hal yang harus dibenahi Timnas Indonesia U-19 dalam perjalanan mereka pada ajang Piala AFF U-19 2018. Asisten Pelatih Arema FC ini menyebut Skuat Garuda Jaya -salah satu julukan Timnas U-19- bisa lebih tajam dalam memanfaatkan peluang yang mereka miliki.


"Penampilan mereka, meski sudah bagus, tapi belum sempurna," ujar Joko Susilo, Selasa (03/07).


"Ada berapa kali peluang yang tidak bisa dimaksimalkan," sambungnya.


Menurut pria yang karib disapa Gethuk ini, selain penyerangan, ada hal lain yang masih harus dibenahi dari permainan skuat besutan Indra Sjafri tersebut. Hal yang masih perlu dibenahi ini, sambung pelatih berusia 47 tahun tersebut, ada di sektor pertahanan.


"Mereka juga harus lebih balance di pertahanan. Kemarin mereka kan beberapa kali kesulitan ketika bertahan," tutur pelatih yang saat ini sedang menempuh kursus lisensi kepelatihan AFC Pro tersebut. (den/shd)

1 dari 2 halaman

Penampilan di Piala AFF U-19



Timnas U-19 saat ini berlaga di ajang Piala AFF U-19, yang dihelat di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur. Saddil Ramdani dan kawan-kawan tergabung di Grup A yang dihelat di Sidoarjo, bersama Thailand, Singapura, Laos, Filipina, dan Vietnam.

Skuat besutan Indra Sjafri ini sejatinya memiliki catatan apik pada ajang tersebut. Pada 2013, Evan Dimas dan kawan-kawan sukses meraih gelar juara Piala AFF U-19.

Usai memenangi pertandingan pertama, melawan Laos, Timnas U-19 akan melanjutkan perjuangan mereka menghadapi Singapura. Pertandingan ini akan dihelat di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (03/07) malam.
2 dari 2 halaman

Permainan Timnas U-19



Lebih lanjut, Gethuk menampik penilaian sejumlah orang bahwa para penggawa Timnas U-19 masih bermain individual, alih-alih mengandalkan kerja sama tim. Menurutnya, hal ini merupakan taktik pelatih Timnas U-19 dalam membongkar strategi parkir bus yang diterapkan Laos.

"Melawan tim dengan compact defense, mereka coba bermain sabar dengan kemampuan individu, juga berusaha memanfaatkan lebar lapangan. Secara teori seperti ini," tandasnya.



KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR