Timnas Indonesia Ajak Kroasia dan Yunani Beruji Coba Pada Maret 2022

Serafin Unus Pasi | 6 Januari 2022, 21:36
Timnas Indonesia di laga di leg 1 final Piala AFF 2020 melawan Thailand di National Stadium, Singapura (29/12/2021) malam WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Dua negara di Eropa sedang dijajaki PSSI untuk jadi lawan tanding Timnas Indonesia pada periode FIFA Matchday. Kedua negara tersebut yaitu Yunani dan Kroasia.


Namun, dua negara itu tak dibidik untuk FIFA Matchday periode 24 Januari hingga 1 Februari 2022. Melainkan periode setelahnya pada 21-29 Maret 2022.

"Untuk yang FIFA Matchday Maret, kami lagi komunikasi dengan Yunani dan Kroasia," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (6/1).

Nah untuk periode 24 Januari sampai 1 Februari 2022, Timnas Indonesia kemungkinan akan beruji coba melawan Bangladesh. Sebab, timnas sepak bola negara tersebut akan datang ke Tanah Air.

"Untuk Januari ini kami sedang komunikasi dengan Bangladesh karena mereka mau ke Indonesia. Tapi dua kali main," ucap Yunus.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 2 halaman

Brunei Darussalam Tersisihkan

Alhasil, Timnas Indonesia tidak dapat beruji coba dengan dua negara bila Bangladesh jadi lawan tandingnya. Sebab, setiap negara hanya diperbolehkan melaksanakan maksimal dua kali pertandingan saat FIFA matchday.

Sebelummya untuk FIFA Matchday periode 24 Januari hingga 1 Februari 2022, ada dua calon lainnya selain Bangladesh. Kedua negara tersebut yaitu Brunei Darussalam dan Tajikistan.

"Jadi kalau Bangladesh minta dua kali main, Brunei Darussalam tidak jadi karena aturannya FIFA Matchday hanya dua kali match," kata Yunus.

2 dari 2 halaman

Batal Lawan Tajikistan

Sementara untuk Tajikistan, dipastikan tak bisa jadi lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday periode 24 Januari hingga 1 Februari 2022. Sebab, hingga saat ini mereka belum memiliki pelatih.

"Awalnya Tajikistan waktu Timnas Indonesia main di sana mereka minta dan setuju," tutur Yunus.

"Tiba-tiba dua hari yang lalu mereka putuskan batal karena pelatihnya kan tidak ada, sampai sekarang tidak punya pelatih, mereka tidak berani," imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR