Piala Dunia U-20 2021, Kesempatan Indonesia Menggenjot Sektor Pariwisata

Gia Yuda Pradana | 23 Juli 2020, 09:40
Logo Piala Dunia U-20 2021 (c) Bola.com/Dody Iryawan
Logo Piala Dunia U-20 2021 (c) Bola.com/Dody Iryawan

Bola.net - Piala Dunia U-20 2021 masih sekitar 10 bulan lagi. Sebagai tuan rumah, Indonesia bakal memiliki banyak keuntungan.

Satu di antaranya adalah memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat dari sport tourism.

Hal itu disampaikan oleh petinggi klub PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. Pria yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI ini berharap daerah-daerah yang sudah ditunjuk sebagai venue dapat menggenjot sektor pariwisatanya.

Menurutnya, turnamen akbar sekelas Piala Dunia, walaupun kelompok usia 20 tahun, tetap menjadi magnet. Pasalnya, negara-negara dengan kekuatan sepak bola besar akan tampil di Indonesia.

Belum lagi, biasanya, ada banyak bintang yang bakal muncul dari ajang ini.

Piala Dunia U-20 akan menyedot perhatian tidak hanya bagi masyarakat Indonesia. Namun, juga para pendukung masing-masing negara yang kemungkinan datang, walau kecil.

"Selain infrastruktur yang dipersiapkan, tidak kalah pentingnya memperhatikan potensi di sektor pariwisata bagi daerah-daerah yang sudah ditunjuk tempat penyelenggaraan. Para penonton bisa menyaksikan Piala Dunia U-20 langsung di stadion, juga sambil berwisata," ujar Yoyok Sukawi, Rabu (22/07/20).

1 dari 1 halaman

6 Kota

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi (c) Bola.com/Vincentius Atmaja

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi (c) Bola.com/Vincentius Atmaja

Untuk sementara, terdapat enam kota sudah ditunjuk sebagai venue Piala Dunia U-20, yakni Jakarta, Palembang, Bandung, Solo, Surabaya, dan Bali. Menurut Yoyok Sukawi, banyak hal positif yang bisa ditangkap oleh Indonesia.

"Kekayaan alam, budaya, serta kuliner di Indonesia begitu banyak dan itu harus dimanfaatkan. Ketika ada event Internasional seperti Piala Dunia bisa jadi ajang mempromosikan pariwisata Indonesia," imbuh pria yang juga menjabat anggota Exco PSSI itu.

Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Wiwig Prayugi

Published: 23 Juli 2020

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR