BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Mengupas Ketajaman 6 Penyerang yang Dipanggil Sin Tae-yong ke Timnas Indonesia U-22

09-02-2021 14:40 | Gia Yuda Pradana

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) (c) PSSI Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) (c) PSSI

Bola.net - Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah mulai menggelar pemusatan latihan (TC) periode Februari sebagai persiapan mengikuti SEA Games 2021 di Vietnam. Ada 36 pemain yang dipanggil, dengan mayoritas pemain di bawah U-22.

Pasalnya, SEA Games 2021 diperuntukkan untuk pemain U-22, dengan sisipan tiga senior sebagai joker. TC periode sekarang dimulai sejak Senin (8/2), di Jakarta.

Dalam pemanggilan ini, Shin Tae-yong memanggil enam penyerang. Mereka akan bersaing menarik perhatian tim pelatih untuk mendapatkan tempat utama.

Keenam pemain tersebut yaitu Kushedya Yudo, Muhammad Rafli, Dendy Sulistyawan, Septian Satria Bagaskara, Braif Fatari, dan Saddam Gafar. Dua nama terakhir merupakan jebolan Timnas Indonesia U-19 yang dibentuk Shin Tae-yong untuk Piala AFC U-19 2020, dan Piala Dunia U-20 2021 yang dibatalkan.

Sementara Rafli usianya masih pas untuk turun di SEA Games 2021, sedangkan tiga nama lainnya semuanya di atas U-22. Ini memperlihatkan bahwa persaingan ketat dalam seleksi akan terjadi di posisi penyerang.

Berikut Bola.net bedah satu per satu bagaimana ketajaman enam pemain ini, sebagai modal untuk menarik perhatian Shin Tae-yong beserta jajarannya.

1 dari 6 halaman

Kushedya Yudo (Arema FC, 27 tahun)

Kushedya Hari Yudo (c) Bola.com/Iwan Setiawan Kushedya Hari Yudo (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Dari daftar penyerang yang dipanggil dalam TC periode Februari 2021, Kushedya menjadi pemain paling tua. Usianya sudah 27 tahun. Namanya mulai naik daun ketika membawa Kalteng Putra promosi ke Liga 1.

Setelah itu, pemain asal Malang ini pindah ke PSS Sleman. Di Laskar Sembada, produktivitasnya konsisten. Lima gol berhasil disumbangkannya sebagai pemain di posisi penyerang sayap.

Hanya bertahan semusim di PSS, Kushedya pergi ke Arema. Liga 1 2020 baru berjalan tiga pekan kemudian ditangguhkan karena pandemi COVID-19, ia sudah menyumbang dua gol.

2 dari 6 halaman

Muhammad Rafli (Arema FC, 22 tahun)

Muhammad Rafli (c) Bola.com/Iwan Setiawan Muhammad Rafli (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Sebetulnya, pemain ini catatan statistiknya di klub belum mentereng. Di Liga 1 2019 misalnya, ia hanya memberi dua gol buat Arema FC.

Di Liga 1 2020, Rafli malah belum mencetak gol. Namun, fakta itu coba ditepikan tim pelatih dengan tetap memberi tiket seleksi masuk Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2021.

Tapi, Rafi adalah bagian dari Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 Filipina. Ia ikut andil membawa Indonesia sampai ke final, sehingga perlu diberi kesempatan untuk bersaing lagi.

Tambahannya, Rafli punya postur tubuh yang mendekati ideal. Tinggi badannya mencapai 180 sentimeter.

3 dari 6 halaman

Dendy Sulistyawan (Bhayangkara FC, 24 tahun)

Dendy Sulistyawan (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Dendy Sulistyawan (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Nama ini matang di timnas kelompok umur. Oleh karena itu, mudah saja terpantau tim pemandu bakat untuk dipanggil ikut proyeksi Timnas Indonesia U-22 ke SEA Games 2021.

Dendy dalam dua musim terakhir ini memperkuat Bhayangkara FC. Sebelumnya lagi pada Liga 1 2018, ia memperkuat Persela Lamongan dengan mencetak sembilan gol.

Di Liga 1 2019 produktivitas Dendy memang menurun tajam, hanya satu gol yang bisa dilesakkan. Tapi, jumlah menit bermainnya lumayan tinggi, sampai 1.527 menit dari 25 kali dimainkan.

Melihat menit bermain seperti itu agaknya Dendy berguna menjadi pemain posisi penyerang sayap atau penyerang tengah untuk melayani striker murni. Maka dari itu, produktivitasnya tidak tinggi, tapi punya menit bermain yang banyak.

4 dari 6 halaman

Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri, 23 tahun)

Septian Satria Bagaskara (c) Bola.com/Gatot Susetyo Septian Satria Bagaskara (c) Bola.com/Gatot Susetyo

Ia baru mentas di Liga 1 pada 2020, karena mengikuti Persik yang promosi di musim tersebut. Sayangnya, kompetisi dihentikan sehingga kiprah Septian di kasta tertinggi belum bisa kelihatan.

Tapi, Septian adalah pemain yang pernah diberi kesempatan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri tatkala pembentukan Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2019. Di tengah jalan, namanya dicoret karena cedera.

Kemungkinan, nama Septian masuk dalam proyeksi SEA Games 2021 atas saran Indra kepada Shin Tae-yong. Kita tunggu apakah kesempatan kedua ini bisa dimanfaatkannya untuk menarik perhatian pelatih.

5 dari 6 halaman

Braif Fatari (Persija Jakarta, 18 tahun)

Braif Fatari dan Brian Fatari (c) Persija Media Braif Fatari dan Brian Fatari (c) Persija Media

Anggota Persija U-18 ini sudah lekat dengan Shin Tae-yong sejak pembentukan Timnas Indonesia U-19 tahun 2020. Jadi, pelatih asal Korea Selatan itu tahu bagaimana kemampuan dan kualitasnya.

Hal itu menjadi modal Braif untuk bersaing mendapatkan tiket ke SEA Games 2021. Tinggal bagaimana ia berkompetisi dengan pemain lain dalam seleksi yang berlangsung.

Peluang Braif untuk masuk skuad utama terbilang besar. Sebab, ia menjadi salah satu pemain yang akan diberi kesempatan, sebagai bagian dari regenerasi kalau melihat usianya sekarang.

6 dari 6 halaman

Saddam Gaffar (PSS Sleman, 19 tahun)

Saddam Gaffar (c) PSSI Saddam Gaffar (c) PSSI

Sama dengan Braif, Saddam merupakan pemain jebolan Timnas Indonesia U-19 bentukan Shin Tae-yong tahun kemarin. Jadi bagaimana kemampuannya, pelatih sudah tahu luar dan dalam.

Urusan mencetak gol juga sudah diperlihatkan Saddam dalam TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia tahun lalu. Sehingga Shin Tae-yong tidak perlu lagi membolak-balik data bank pemain.

Saddam merupakan pemain yang mentas bersama PSS di Elite Pro Academy (EPA) U-18 2019. Di usianya sekarang, ia siap diorbitkan untuk bersaing di timnas kelompok umur lebih tua lagi.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR