BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Mengenang Perjalanan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia U-20 1979

12-10-2020 11:16 | Gia Yuda Pradana

Aksi suporter Timnas Indonesia (c) Bola.com/Adreanus Titus
Aksi suporter Timnas Indonesia (c) Bola.com/Adreanus Titus

Bola.net - Timnas Indonesia U-19 saat ini sedang mempersiapkan diri jelang berlaga dalam ajang Piala Dunia U-20, yang akan dihelat pada 2021 mendatang. Skuad Garuda Muda, julukan Timnas Indonesia U-19, menggelar pemusatan latihan di Kroasia.

Pada laga terakhir mereka, yang dihelat di Stadion NK Junak Sinj, Split, Minggu (11/10), Timnas Indonesia U-19 mengalahkan Makedonia Utara dengan skor 4-1. Gol-gol Garuda Muda dicetak oleh Witan Sulaeman, Jack Brown (dua gol), dan Irfan Jauhari.

42 tahun silam, Timnas Indonesia U-19 juga sedang bertungkus lumus demi mendapat satu tempat di ajang Piala Dunia U-20 1979. Waktu itu, Timnas Indonesia U-19 diperkuat pemain-pemain seperti Bambang Nurdiansyah, Subangkit, Mundari Karya, Didik Darmadi dan sejumlah pemain muda potensial lainnya.

Berbeda dengan Timnas Indonesia U-19 saat ini, yang lolos otomatis berstatus tuan rumah, Banur dan kawan-kawan harus berjuang untuk mendapat satu tempat di Piala Dunia U-19 1979, yang dihelat di Jepang tersebut.

Tiket bagi Indonesia tersedia melalui jalur Piala Asia U-19 1978, yang digelar di Bangladesh, 5-28 Oktober 1978. Pada turnamen ini, pemenang dan runner-up mendapat tiket ke Piala Dunia U-19 1979.

Pada ajang ini, ada 18 negara yang ikut bertanding. Selain Indonesia, ada Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Republik Rakyat Cina (sekarang Tiongkok), India, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Korea Utara, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Yaman Utara, Arab Saudi, Singapura, dan Sri Lanka.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Lolos Grup A

Pada ajang ini, Indonesia tergabung di Grup A. Skuad besutan Soetjipto Soentoro tersebut bergabung bersama Irak, Malaysia, dan Yordania.

Pada babak ini, Indonesia mengawali langkah mereka dengan kurang bagus. Menghadapi Irak di Dhaka, 5 Oktober 1978, mereka kalah dengan skor 0-4.

Namun, Indonesia bangkit pada pertandingan kedua yang dihelat empat hari berselang. Kali ini, mereka sukses mengalahkan Malaysia dua gol tanpa balas.

Pada pertandingan terakhir, yang dihelat pada 12 Oktober 1978, Indonesia sukses memastikan langkah mereka lolos dari Grup A. Menghadapi Yordania, mereka menang empat gol tak berbalas.

Dengan hasil ini, Indonesia lolos dengan status Grup A. Banur dan kawan-kawan meraih empat poin dari dua kali kemenangan. Pada ajang ini, tim yang menang mendapat dua poin.

Sebagai pemuncak Grup A, Irak lolos dengan koleksi sempurna, enam poin dari tiga kali kemenangan mereka.

2 dari 3 halaman

Terganjal pada Perempat Final

Lolos dari Grup A, Indonesia ditunggu Korea Utara pada fase perempat final. Korea Utara lolos dengan status kampiun Grup B.

Pada fase Grup B, Korea Utara, yang satu grup dengan Arab Saudi, Jepang, India, dan Sri Lanka, berada di posisi pemuncak klasemen. Mereka mengumpulkan tujuh poin, hasil dari tiga kemenangan dan sekali hasil imbang.

Indonesia sendiri mengalami kekalahan pada laga kontra Korea Utara. Dalam pertandingan yang dihelat di Dhaka, 22 Oktober 1978, Banur dan kawan-kawan kalah dengan skor 0-2. Dengan demikian terhentilah impian mereka mendapat tiket ke Piala Dunia U-20 1979.

Sementara itu, Korea Utara sendiri harus menelan kekalahan pada fase semifinal. Menghadapi Korea Selatan, mereka kalah melalui adu penalti.

Sementara, pada pertandingan semifinal lain, Irak sukses mengalahkan Kuwait, juga melalui adu penalti.

Pada perebutan tempat ketiga, Kuwait dan Korea Utara meraih gelar bersama. Demikian halnya dengan Korea Selatan dan Irak, yang juga berbagi gelar usai bermain imbang 1-1 pada partai final.

3 dari 3 halaman

Dapat Durian Runtuh

Secara teori, asa Indonesia lolos ke Piala Dunia U-20 1979 terhenti ketika mereka dikalahkan Korea Utara pada perempat final. Namun, garis nasib tak berkata demikian.

Irak, sebagai salah satu juara, memilih mengundurkan diri untuk hadir di Jepang. Langkah ini diikuti pula oleh Korea Utara. Seperti dilansir buku Jas Merah; Sisi Lain Sejarah Sepak Bola Nasional, Korea Utara ogah berpartisipasi pada ajang Piala Dunia 1979, yang juga menyandang titel Piala Coca-Cola.

Seharusnya, satu tiket ke Piala Dunia U-20 1979 diberikan kepada Kuwait. Namun, Kuwait juga menolak kesempatan ini.

Setelah tim-tim tersebut menolak, jatah ditawarkan ke tim-tim yang lolos ke perempat final: Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Bahrain. Namun, selain Indonesia, semua tim itu juga menolak.

Keputusan Indonesia yang tak ikut-ikutan menolak jatah tiket ini mendapat apresiasi dari Joao Havelange, yang waktu itu menjabat sebagai Presiden FIFA. Dilansir dari buku Jas Merah; Sisi Lain Sejarah Sepak Bola Nasional, Havelange menyebut Indonesia bakal mendapat pengalaman berharga pada Piala Dunia U-20 1979 di Jepang. Pejabat asal Brasil tersebut pun tak menyebut bahwa Indonesia merupakan pengganti Korea Utara. Skuad besutan Soetjipto Soentoro ini disebut layak lolos ke Piala Dunia U-20 1979 karena sukses mengalahkan Malaysia dan Yordania pada Piala Asia U-19 1978.

Dengan status ini, Bambang Nurdiansyah dan kawan-kawan pun mengepak koper mereka untuk menuju ke Jepang sebagai salah satu kontestan Piala Dunia U-20 1979.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR