BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Menelusuri Jejak Skuad Timnas Indonesia 2010, yang Nyaris Membuat Indonesia Berpesta

16-06-2020 18:45 | Serafin Unus Pasi

Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 (c) Foto ANTARA / Andhika Wahyu Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 (c) Foto ANTARA / Andhika Wahyu

Bola.net - Tahun 2010, asa para pencinta sepak bola Indonesia bahwa Timnas Indonesia bisa kembali berjaya, setelah 19 tahun mengalami paceklik prestasi, sangat besar. Pasalnya, Timnas Indonesia, yang saat itu berlaga di ajang Piala AFF 2010, disebut-sebut sebagai tim terbaik pada ajang tersebut.

Tak hanya dibandingkan lawan-lawan mereka, pada ajang ini, Skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia, juga memiliki amunisi paling komplet dibanding sebelumnya.

Di benteng pertahanan, mereka memiliki pemain-pemain kelas wahid seperti Markus Horison, Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman. Sementara, di lini tengah, yang menjadi ruang mesin tim, ada sosok Firman Utina, Ahmad Bustomi, juga Eka Ramdani.

Ujung tombak Timnas Indonesia waktu itu pun sangat mentereng. Cristian Gonzales, yang berstatus raja gol di kompetisi lokal, berduet dengan alumnus Akademi Ajax Amsterdam, Irfan Bachdim. Pelapisnya pun tak main-main, Bambang Pamungkas, yang merupakan salah satu penyerang terbaik Indonesia.

Asa tersebut kian besar ketika Timnas Indonesia melaju ke partai final tanpa cela. Dari lima pertandingan mereka, tiga di fase grup dan dua pada babak semifinal, skuad besutan Alfred Riedl ini tampil perkasa dan menyapu bersih kemenangan.

Namun, kedigdayaan Skuad Garuda tiba-tiba hilang. Dalam dua leg partai final, mereka kalah agregat 2-4. Pada leg pertama yang digelar di Malaysia, mereka kalah 0-3. Kemudian pada leg kedua di Jakarta, mereka menang tipis 2-1.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 6 halaman

Jadi Pesohor

Hasil ini membuat Timnas Indonesia masih belum bisa menghapus predikat spesialis nyaris. Namun, kendati gagal meraih gelar juara, para penggawa Timnas Indonesia tetap dipuja bak pahlawan.

Wajah pemain-pemain Timnas Indonesia 2010 wara-wiri di layar kaca. Tak sekadar di acara yang berhubungan dengan sepak bola, mereka pun kerap muncul di acara infotainment atau bahkan di sejumlah iklan.

Di lapangan hijau, para penggawa Timnas Indonesia ini pun kian melambung. Klub-klub mapan berupaya untuk mendaratkan Irfan Bachdim dan kawan-kawan ke kandang mereka. Maklum, selain skill mumpuni, para pemain ini juga memiliki popularitas yang layak jual.

Bahkan, ketika terjadi dualisme di tubuh PSSI, para pemain ini menjadi rebutan bagi dua kubu yang berseteru.

2 dari 6 halaman

Satu Dekade Berselang

Setelah sepuluh tahun berlalu, nasib para penggawa 'kelas 2010' ini pun sudah berubah. Mayoritas mereka kini sudah menjadi pemain senior. Ada yang bukan lagi menjadi pilihan utama di timnya.

Ada pula penggawa 'kelas 2010' yang sudah gantung sepatu. Pun juga ada yang jejak karirnya sudah tak tercatat lagi di level sepak bola profesional.

Yang pensiun pun tak semua yang beralih peran menjadi pelatih. Ada yang memilih menjadi manajer tim, seperti Bambang Pamungkas. Ada juga yang memilih aktif bergiat di organisasi profesi pesepak bola, seperti Firman Utina.

Bagaimana kabar para penggawa 'kelas 2010' tersebut saat ini? Berikut penelusuran Bola.net.

3 dari 6 halaman

Trio Kiper Menepi dari Lapangan Hijau

Kisah para penggawa 'kelas 2010' dimulai dari barisan penjaga gawang. Saat ini, trio penjaga gawang Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2010 ini sama-sama menepi dari lapangan hijau.

Dua kiper senior, Markus Horison dan Ferry Rotinsulu, saat ini sudah sama-sama gantung sarung tangan kiper dan menjadi pelatih. Markus menjadi pelatih kiper Timnas U-16. Sedangkan, Ferry Rotinsulu menjadi pelatih kiper di klub yang membesarkan namanya, Sriwijaya FC.

Sementara itu, Kurnia Meiga Hermansyah, yang pada 2010 masih berusia 20 tahun, sejatinya masih berada dalam usia emas pesepak bola. Namun, saat ini, ia masih menepi dari lapangan hijau. Ia mengalami infeksi mata, yang membuatnya harus absen dari lapangan hijau sejak medio 2017 silam. Meiga sendiri mengaku kondisinya saat ini kian membaik dan bakal segera siap untuk merumput lagi.

4 dari 6 halaman

Benteng Pertahanan Masih Kokoh

Di lini belakang, kondisinya berbeda dari sektor kiper. Para pemain bertahan jebolan 'kelas 2010' rata-rata masih aktif bermain. Meski ada yang sudah mulai menyerahkan tempatnya ke pemain yang lebih muda, ada juga yang masih menjadi andalan timnya.

Salah satu pemain belakang 'kelas 2010' yang menjadi andalan timnya saat ini adalah Hamka Hamzah. Ia masih menjadi pilar lini pertahanan Persita Tangerang, klubnya di Liga 1 musim 2020 ini. Nasib Hamka ini sama dengan duetnya di jantung pertahanan 'kelas 2010', Maman Abdurrahman. Pemain yang tahun ini berusia 38 tahun tersebut masih menjadi andalan di lini pertahanan Persija Jakarta.

Zulkifli Syukur, yang pada 2010 menjadi andalan di sektor fullback kanan, saat ini pun masih aktif bermain sepak bola. Ia kini bermain di PSM Makassar. Sementara, pelapisnya, Benny Wahyudi, saat ini berstatus sebagai penggawa klub Liga 2, PSIM Yogyakarta.

Dari jebolan benteng pertahanan 'kelas 2010', ada satu pemain yang saat ini sudah resmi gantung sepatu. Ia adalah fullback kiri, M. Nasuha. Terakhir, pemain yang harus gantung sepatu akibat cedera ini berstatus sebagai Asisten Pelatih Perserang Serang.

Selain nama-nama tenar tersebut, ada satu lagi alumnus lini pertahanan 'kelas 2010'. Ia adalah Yesaya Desnam. Namun, dari penelusuran yang dilakukan, jejak Desnam tak terlacak musim ini. Terakhir, diketahui, pemain yang juga berstatus sebagai PNS ini memperkuat Persiwa Wamena pada 2017 lalu.

5 dari 6 halaman

Empat Pemain Masih Aktif

Sementara itu, di sektor lini tengah, ada empat alumnus 'kelas 2010' yang saat ini masih aktif. Mereka adalah Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Okto Maniani, dan Toni Sucipto.

Dari empat pemain yang masih aktif ini, dua orang di antaranya bermain di klub Liga 1. Mereka adalah Bustomi dan Toni Sucipto. Cimot, sapaan karib Bustomi, memperkuat Persela Lamongan, sedangkan Toncip, sapaan Toni Sucipto, berseragam Persija Jakarta musim ini.

Arif Suyono dan Okto Maniani sama-sama memperkuat klub Liga 2. Keceng, sapaan karib Arif Suyono, memperkuat PSG Gresik. Selain berstatus sebagai pemain, ia pun kini sudah mengantongi lisensi kepelatihan B AFC. Sementara, musim ini, Okto bergabung dengan Persiba Balikpapan.

Dari sektor lini tengah, sudah ada tiga alumnus 'kelas 2010' yang gantung sepatu. Firman Utina, setelah pensiun, kini menjadi Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Kemudian, M. Ridwan, saat ini berstatus sebagai Pelatih PSIS U-18. Selain itu ada juga Eka Ramdani yang pensiun usai musim 2018 berakhir. Saat ini, Ebol, sapaan karib Eka Ramdani, berstatus sebagai pelatih di SSB UNI. Selain itu, pria yang saat ini berusia 35 tahun tersebut juga aktif dalam kegiatan keagamaan.

Selain mereka, masih ada lagi sosok Johan Juansyah, yang juga berstatus alumnus 'kelas 2010'. Namun, seperti Yesaya Desnam, jejak pemain yang sempat menjadi ikon Persijap Jepara ini pun tak terlacak. Terakhir, ia dikabarkan tak lolos seleksi PSGC Ciamis pada 2019 silam.

6 dari 6 halaman

Mulai Ikon Sampai Manajer

Di lini depan, ada tiga jebolan 'kelas 2010' yang masih aktif bermain sepak bola. Mereka adalah Irfan Bachdim, Yongki Aribowo, dan Cristian Gonzales.

Bachdim, setelah sempat melanglang ke sejumlah klub, kini memperkuat PSS Sleman. Di klub berjuluk Super Elja tersebut, Bachdim -yang saat ini berusia 32 tahun- menjadi salah satu ikon.

Pun demikian status Cristian Gonzales. Pria yang tahun ini berusia 43 tahun tersebut mengaku belum ingin mengakhiri karirnya sebagai pemain. Usai berpisah dengan PSIM Yogyakarta, klub yang ia bela pada 2019 lalu, pencetak tiga gol pada AFF 2010 ini mengaku sedang bernegosiasi dengan calon klub anyar. Sayang, sebelum negosiasi tersebut kelar, pandemi Corona sudah menyerang.

Pemain lain yang juga saat ini masih aktif sebagai pesepak bola profesional adalah Yongki Aribowo. Pemain berusia 30 tahun tersebut saat ini membela Badak Lampung FC, klub Liga 2.

Sementara itu, jika rekan-rekannya di lini depan masih aktif bermain, tak demikian halnya dengan Bambang Pamungkas. Legenda sepak bola Indonesia ini memilih untuk gantung sepatu pada akhir musim 2019 lalu. Saat ini, Bepe -sapaan karibnya- melanjutkan karir di dunia sepak bola dengan menjadi Manajer Persija Jakarta.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR