Luis Milla Sebut Pesepak Bola Indonesia Unggul di Aspek Kecepatan

Gia Yuda Pradana | 24 Juli 2020, 11:11
Luis Milla (c) Bola.net/Fitri Apriani
Luis Milla (c) Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Luis Milla membeber pendapatnya soal potensi yang dimiliki sepak bola Indonesia dari sisi taktikal. Eks pelatih Timnas Indonesia ini menilai bahwa Indonesia dianugerahi pemain-pemain dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Yang ada di Indonesia adalah pemain-pemain cepat," ucap Luis Milla, dalam acara unjuk wicara yang diadakan Garuda Nusantara Channel.

"Pemain-pemain Indonesia memiliki kecepatan, terutama mereka yang ada di sisi sayap," sambungnya.

Menurut Milla, ia harus beradaptasi dan meracik taktik khusus untuk memaksimalkan kelebihan yang dimiliki para penggawa Skuad Garuda. Taktik tersebut, sambung pelatih asal Spanyol ini, adalah serangan balik.

"Waktu itu, saya banyak mengandalkan serangan balik. Ini untuk memaksimalkan kecepatan di sisi sayap," tuturnya.

Luis Milla sendiri sempat menangani Timnas Indonesia. Pria berusia 54 tahun ini sempat berada di tampuk kepelatihan Skuad Garuda mulai Januari 2017 sampai Agustus 2018. Tak hanya tim senior, eks pemain Real Madrid dan Barcelona ini pun menangani tim U-23.

Di tangan Milla, Timnas Indonesia, baik senior maupun U-23, melakoni 38 laga. Hasilnya, mereka meraih 16 kali kemenangan, 10 seri, dan 12 kali kalah.

Selain raihan tersebut, Milla disebut juga mengubah fundamen sepak bola Indonesia. Tak lagi mengandalkan umpan-umpan lambung langsung ke pertahanan lawan, di bawah kepemimpinan Milla, bermain mengandalkan penguasaan bola dan umpan-umpan pendek.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1 halaman

Rahasia Ubah Gaya Main

Luis Milla (c) Inasgoc/Antara

Lebih lanjut, Milla pun membeber kiatnya mengubah gaya bermain Indonesia. Menurut pelatih yang juga pernah membawa tim Spanyol U-21 menjadi kampiun di Euro U-21 tersebut, hal yang pertama-tama dilakukannya adalah membenahi sektor pertahanan.

"Yang pertama saya lakukan ketika datang ke Indonesia adalah membenahi pertahanan," ungkap Milla.

"Saya memang pelatih yang suka permainan menyerang. Namun, jika memang mau menyerang, kita harus terlebih dulu solid dalam bertahan. Kita harus yakinkan pada para pemain harus solid dan kompak," sambungnya.

Setelah bagus dalam bertahan, menurut Milla, baru ia bisa melatih timnya taktik menyerang. Kuncinya, menurut pria yang juga pernah bermain di Valencia ini, adalah transisi.

"Kita harus bisa melihat lawan di mana. Setelahnya, baru kita bisa bermain lebih solid," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR