Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste: Ingat Joao Bosco Cabral dan Miro Baldo Bento?

Gia Yuda Pradana | 25 Januari 2022, 11:12
Joao Basco Cabral dan Miro Baldo Bento (c) Bola.com/Adreanus Titus
Joao Basco Cabral dan Miro Baldo Bento (c) Bola.com/Adreanus Titus

Bola.net - Timnas Indonesia bakal beruji coba dua kali melawan Timor Leste pada FIFA Matchday. Pertandingan bakal digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 27 dan 30 Januari 2022.


Secara historis, hubungan sepak bola Indonesia dan Timor Leste terbilang baik. Kompetisi sepak bola Indonesia bahkan pernah diwarnai aksi dua pemain asal Timor Leste, yakni Joao Bosco Cabral dan Miro Baldo Bento.

Keduanya sama-sama mengawali kiprahnya di klub Galatama, Arseto Solo pada 1992. Setelah klub milik Sigit Harjojudanto membubarkan diri pada 1998, keduanya pun bertualang ke sejumlah klub tanah air.

Di Arseto, Bosco dan Bento yang sama-sama kelahiran tahun 1975 ini mengasah kemampuannya bersama sederet pelatih ternama Indonesia. Diantaranya Harry Tjong dan Sartono Anwar. Bersama Arseto, mereka pun sempat mengecap atmosfer kompetisi Galatama dan Kejuaran Antarklub Asean.

Setelah keluar dari Arseto, Bosco yang berposisi bek tengah mengawali peruntungannya di Persikota Tangerang. Setelah dari klub Kota Tangerang itu, stoper yang dikenal dengan ciri khas rambut gondrong ini berturut-turut membela PSPS Pekanbaru, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan terakhir Bali Devata.

Sementara Bento memilih melanjutan karier di PSM Makassar. Dari klub kebanggan Kota Daeng itu, Bento kemudian membela Perseden Denpasar, Persekaba Badung, Persijap Jepara, Persmin Minahasa, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, PSBL Langsa, PSIS Semarang dan FC Porto Taibesi (Timor Leste).

Tak hanya bermain di level klub, Bosco dan Bento sempat dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Tapi, ketika Timor Leste menjadi negara berdaulat pada 20 Mei 2002, keduanya pun memilih berpaspor tanah kelahirannya itu.

1 dari 3 halaman

Joao Bosco Cabral: Dari Persikota sampai Persija

Salah satu koreo karya The Jakmania (c) Bola.com/Vitalis Yogi Trisna

Bosco menjadi bagian dari sukses Persikota menembus semifinal Liga Indonesia 1999-2000. Karakter keras dan pantang menyerah ala Bosco mewarnai perjalanan Persikota musim itu.

Tergabung di Wilayah Barat, Persikota yang ditangani Sutan Harhara lolos ke 8 Besar yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Di babak ini, Persikota bertenger di peringkat pertama Grup B. Sayang di semifinal, langkah tim berjuluk 'Bayi Ajaib' ini dihentikan PKT Bontang lewat adu penalti dengan skor 3-4.

Dua musim berikutnya, kiprah Persikota terbilang datar. Meski begitu pamor Bosca tak luntur. Selepas dari Persikota, ia direkrut tim kaya saat itu, PSPS Pekanbaru. Dua musim bersama PSPS, Bosco mendapatkan era popularitasnya bersama Persija Jakarta yang menawarinya bergabung jelang musim 2006.

Bersama tim Macan Kemayoran, raihan tertinggi Bosco adalah semifinal Liga Indonesia 2007. Di musim itu, langkah Persija dihentikan Sriwijaya FC yang kemudian menjadi juara setelah mengalahkan PSMS Medan di partai puncak. Setelah pensiun sebagai pemain, Bosco menjadi pemandu wisata di Bali.

2 dari 3 halaman

Miro Baldo Bento Bersinar Bersama PSM

Suporter PSM Makassar (c) Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan

Berbeda dengan Bosco, prestasi Bento lebih mengkilap. Bersama PSM, eks Timnas Indonesia di Piala Tiger 1998 ini meraih berbagai gelar. Baik level nasional maupun internasional.

Selain juara Liga Indonesia 1999-2000, Bento membawa PSM meraih trofi juara Piala Ho Chi Minch City di Vietnam 2001. Pada tahun yang sama, Bento bersama PSM menembus perempat final Liga Champions Asia dan runner-up Liga Indonesia 2000-2001.

Setahun berikutnya, Bento kembali meloloskan PSM ke semifinal Liga Indonesia 2002. PSM memang adalah klub terbaik buat Bento. Karena selepas dari PSM, prestasinya terbilang stagnan.

Sebelum pensiun sebagai pemain, Bento memperkuat klub tanah kelahirannya, FC Porto Taibesi. Berbeda dengan Bosco yang meninggalkan sepakbola, Bento menghabiskan waktunya dengan membina pemain muda di Timor Leste. Ia malah sempat menjadi asisten pelatih timnas Timor Leste.

3 dari 3 halaman

Pemain Timor Leste Lainnya?

Starting XI Timnas Timor Leste ketika menghadapi Filipina di penyisihan grup A Piala AFF 2020. (c) AFF Suzuki Cup

Selain merekad berdua, ada tiga pemain berpaspor Timor Leste lain yang sempat berkiprah di Indonesia. Tiga pemain itu adalah Alan Leandro da Silva Pinheiro, Felipe Bertoldo, Pedro Henrique, dan Paulo Martin.

Dua nama pertama memperkuat Mitra Kukar di Torabika Soccer Championship 2016 yang merupakan ajang pengganti kompetisi resmi di Indonesia.

Sedang Pedro Henrique hanya tampil di Piala Gubernur Kaltim yang merupakan ajang seleksi pemain jelang Liga 1 2018. Lalu Martin gabung PSM di TSC 2016 dan hanya mentas sekali.

Tak seperti pendahulunya, mereka sekadar numpang lewat karena perbedaan kualitas yang cukup jauh dengan pemain-pemain asing lain yang berkiprah di kompetisi Indonesia.

Disadur dari: Bola.com/Andi Satria/Hendry Wibowo

Published: 25 Januari 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR