BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Irfan Bachdim dalam Angka: Idola di Piala AFF 2010

11-07-2020 17:58 | Gia Yuda Pradana

Irfan Bachdim (c) Bola.com/Nicklas Hanoatubun Irfan Bachdim (c) Bola.com/Nicklas Hanoatubun

Bola.net - Irfan Bachdim pernah dikenal sebagai pemain idola suporter, terutama kaum hawa. Momen itu terjadi di Piala AFF 2010, saat ia berseragam Timnas Indonesia.

Usianya masih 22 tahun saat itu. Lahir di Amsterdam, Belanda, tapi ia memilih kewarganegaraan Indonesia mengikuti jejak ayahnya, Noval Bachdim.

Selama berkarier di Indonesia, potensi Bachdim tidak pernah benar-benar keluar. Bisa dibilang bahwa ia hidup di bawah bayang-bayang harapan tinggi mengingat statusnya sebagai pemain kelahiran Belanda.

Bagaimana menggambarkan perjalanan karier Irfan Bachdim dalam angka? Berikut rangkumannya.

1 dari 1 halaman

Irfan Bachdim dalam Angka

Irfan Bachdim (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Irfan Bachdim (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

2005

Bakat Irfan Bachdim ditemukan secara tak sengaja ketika kemampuannya dilihat pelatih Persikad Depok, Isman Jasulmei, di Stadion Merpati, Depok, pada 2005.

Saat itu Bachdim yang tengah liburan mengunjungi pamannya, iseng latihan mandiri. Isman terkesima melihat bakatnya dan mencari tahu siapa sebenarnya Bachdim.

"Saya bertemu dengan pamannya, Ferry Bachdim, bertanya tentang Bachdim. Saya berniat mengontraknya sebagai pemain. Dari Ferry saya tahu ternyata Bachdim pemain junior klub Belanda, Utrecht FC. Ia datang ke Indonesia hanya untuk liburan bersama keluarganya yang bermukim di Depok," tutur Isman saat itu.

Pada tahun 2006, Bachdim sempat dapat kesempatan bergabung pelatnas Timnas Indonesia U-23 Asian Games di Belanda. Hanya ia tak lolos seleksi. Permainanya masih dianggap terlalu polos, belum siap bersaing di level U-23.

"Bachdim punya bakat, namun usianya masih terlalu muda buat bergabung Timnas Indonesia U-23. Suatu saat nanti jika telah siap ia bisa membela Timnas Indonesia. Ini hanya masalah waktu saja," kata Bambang Nurdiansyah, asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 saat itu.

Selanjutnya Bachdim melanjutkan kariernya di Utrecht FC. Ia sempat lolos tim utama, walau tak lama di sana sebelum akhirnya pada 2010 kembali ke Indonesia untuk ikutan sebuah laga amal di Surabaya untuk membantu pelatih legenda Persebaya, Ruddy Bahalwan.

2010

Irfan Bachdim pernah ditolak dua klub besar sekaligus, Persija dan Persib. Pertama, ia mengikuti seleksi di tim ibu kota, namun tidak jadi direkrut.

Setelah dari Persija, Bachdim merapat ke Persib. Di tim berjulukan Pangeran Biru itu, ia kembali apes. Ia ditolak dan bergabung ke Persema.

22

Saat masih berusia 22 tahun atau pada 2010 lalu, Irfan Bachdim mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia untuk Piala AFF. Ia menjelma sebagai bintang pada turnamen tersebut.

15

Selama tiga tahun berkarier di Thailand dan Jepang, Bachdim hanya mampu mengemas 15 pertandingan. Delapan laga di antaranya dibukukan bersama Chonburi pada 2013.

0

Selama tujuh tahun terakhir, jumlah gol Bachdim dalam semusim tidak pernah menyentuh dua digit. Statistik menunjukkan bahwa ia bukan penyerang berbahaya.

Paling banyak, Bachdim mencetak sembilan gol selama semusim untuk Bali United pada 2017. Setahun berselang, ia hanya mencatatkan satu gol dan tiga gol musim lalu.

Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adiyaksa/Hendry Wibowo

Published: 10 Juli 2020

KOMENTAR