Daftar Pelatih Tim Grup A Piala AFF 2022: Maaf, Tidak Ada Pelatih Lokal!

Asad Arifin | 1 Desember 2022, 15:46
Daftar Pelatih Tim Grup A Piala AFF 2022: Maaf, Tidak Ada Pelatih Lokal!
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (c) PSSI

Bola.net - Daftar pelatih negara Grup A Piala AFF 2022. Di antara lima negara yang bersaing di Grup A Piala AFF 2022, tidak ada yang memakai jasa pelatih lokal. Semua negara mempercayakan posisi juru taktik kepada nama asing.

Grup A Piala AFF 2022 akan dihuni oleh juara bertahan Thailand. Tim Gajah Perang sekaligus menjadi negara dengan gelar juara Piala AFF paling banyak. Selain Thailand, Indonesia, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam juga akan bersaing di Grup A.

Walaupun tak pernah menggenggam supremasi tertinggi di turnamen terbesar se-Asia Tenggara tersebut, Timnas Indonesia tetap bakal jadi kekuatan utama. Optimisme pun membumbung setelah mereka mengunci satu tempat ke Piala Asia 2023.

Berbicara kebangkitan tim Merah Putih di pentas Internasional, tentu tak lepas dari peran pelatih Shin Tae-yong. Pria asal Korea Selatan itu melakukan langkah yang terbilang ekstrem dengan 'memotong' satu generasi Timnas.

Walau begitu, Indonesia tentu tak boleh jemawa. Juru racik strategi milik tim lawan tentu telah menganalisa kekuatan dan kelebihan skuad Garuda. Siapa saja pelatih yang siap menyaingi kehebatan Shin Tae-yong? Berikut ulasan selengkapnya.

1 dari 4 halaman

Mario Rivera Campesino (Brunei Darussalam)

Duel antara Brunei Darussalam vs Timor Leste di Kualifikasi Piala AFF 2022 (c) AFF official Twitter

Duel antara Brunei Darussalam vs Timor Leste di Kualifikasi Piala AFF 2022 (c) AFF official Twitter

Brunei Darussalam baru saja melakukan pergantian pelatih pada September lalu. Mario Rivera Campesino diangkat menjadi pelatih kepala untuk menggantikan posisi Datuk R. Rajagopal.

Pelatih asal Spamyol itu sejatinya bukan sosok baru di timnas Brunei Darussalam. Ia merupakan mantan pelatih tim kelompok umur U-21 pada 2018 silam.

Selain itu, ia juga mendapat dukungan dari sosok Paul Munster selaku direktur teknik. Sebagai pelatih yang pernah malang melintang di Indonesia, tentu akan banyak masukan positif yang diberikan kepada sang pelatih selama Piala AFF 2022.

2 dari 4 halaman

Keisuke Honda (Kamboja)

Keisuke Honda (c) AP Photo

Keisuke Honda (c) AP Photo

Keisuke Honda mungkin lebih dikenal sebagai mantan pemain Timnas Jepang dan AC Milan beberapa waktu lalu. Tetapi sejak dua-tiga tahun terakhir, ia mendapatkan kesempatan bersama Timnas Kamboja.

Awalnya, ia hanya menjabat sebagai manajer di Timnas Kamboja. Tetapi lambat laun, ia mulai dipercaya secara penuh untuk menangani Visal Soeuy dkk.

Bersama Pasukan Angkor, julukan Timnas Kamboja, pria berusia 36 tahun ini mungkin belum bisa pamer prestasi. Tetapi Honda bisa membuat Kamboja tampil cukup apik dalam beberapa kejuaraan terakhir.

3 dari 4 halaman

Thomas Dooley (Filipina)

Selebrasi pemain Timnas Filipina ketika menghadapi Timor Leste di penyisihan grup A Piala AFF 2020. Pada laga itu, The Azkals menang 7-0. (c) AFF Suzuki Cup

Selebrasi pemain Timnas Filipina ketika menghadapi Timor Leste di penyisihan grup A Piala AFF 2020. Pada laga itu, The Azkals menang 7-0. (c) AFF Suzuki Cup

Filipina menatap Piala AFF 2022 dengan serius. Mereka mendatangkan Thomas Dooley yang sempat menangani mereka pada periode 2014-2018 lalu.

Tentu ada banyak pertimbangan yang dibuat federasi Filipina untuk memperkerjakan lagi mantan asisten pelatih Jurgen Klinsmann tersebut. Pengalamannya di Asia Tenggara membantunya jadi sosok ideal menangani Manuel Ott dkk.

Mantan kapten Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 1998 tersebut, langsung mendapatkan tugas penting. Ia diminta untuk mampu meloloskan The Azkals, julukan Timnas Filipina ke semi-final Piala AFF 2022.

4 dari 4 halaman

Alexandre Polking (Thailand)

Pelatih Timnas Thailand di Piala AFF 2020, Mano Polking (c) AP Photo

Pelatih Timnas Thailand di Piala AFF 2020, Mano Polking (c) AP Photo

Alexandre Polking masih akan dipercaya menangani Timnas Thailand di Piala AFF 2022. Pria asal Brasil itu bisa dikatakan sebagai salah satu rival besar Shin Tae-yong di Asia Tenggara.

Dalam tiga pertemuan, pria yang akrab disapa Mano itu boleh jemawa. Ia berhasil menang dua kali dan hanya sekali imbang atas Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia.

Tetapi di kejuaraan kali ini, Mano dipaksa berpikir lebih keras. Ia dipastikan tak bisa memboyong pemain-pemain yang mentas di Liga Jepang termasuk sang kapten, Chanatip Songkrasin.

Disadur dari Bola.com: Wahyu Pratama/Gregah Nurikhsani, 1 Desember 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR