'Begitu Dikontrak, Lihat Materi Pemain Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Langsung Minta Naturalisasi'

Gia Yuda Pradana | 17 Juli 2022, 16:33
Indra Sjafri dan Shin Tae-yong (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan
Indra Sjafri dan Shin Tae-yong (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Shin Tae-yong langsung mengusulkan program naturalisasi di Timnas Indonesia tak lama setelah ditunjuk sebagai pelatih. Hal ini diungkapkan oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani.

Menurut Hasani, pelatih asal Korea Selatan itu langsung melakukan pendalaman terkait materi pemain Tim Garuda. Shin Tae-yong merasa materi pemain Timnas Indonesia kurang bisa bersaing.

Satu di antara cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia adalah dengan melakukan naturalisasi pemain keturunan yang memiliki skill dan kualitas di atas rata-rata pemain lokal.

"Kami juga target ke pelatih, dan Shin meminta untuk bisa melakukan naturalisasi," papar Hasani di kanal YouTube Registaco.

"Jadi, naturalisasi itu permintaan dari Shin Tae-yong langsung. Begtu dia dikontrak, lalu dia melihat materi pemain Timnas Indonesia, Shin langsung minta naturalisasi," sambungnya.

1 dari 3 halaman

Muncullah Beberapa Nama

Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama (c) Bola.com/Adreanus Titus

Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama (c) Bola.com/Adreanus Titus

Permintaan program naturalisasi itu mendapatkan lampu hijau dari seluruh anggota Komite Eksekutif PSSI. Sebagai informasi, Shin Tae-yong mulai bekerja sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak 1 Januari 2020.

"Diputuskan bisa, lalu kita minta naturalisasi yang tidak melanggar aturan FIFA. Keluarlah nama-nama pemain keturunan yang kita tahu sekarang," jelas Hasani.

Ada tiga nama yang saat ini sedang diusahakan naturalisasinya. Mereka adalah Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama.

2 dari 3 halaman

Berburu Pemain ke Eropa

Logo PSSI (c) Bola.com/Dody Iryawan

Logo PSSI (c) Bola.com/Dody Iryawan

Setelah adanya permintaan dari Shin Tae-yong itu, Hasani langsung menghubungi koleganya di Eropa. Ia mencari informasi mengenai para pemain keturunan dan menemui mereka.

"Saya langsung kontak teman di Eropa, lalu muncul nama-nama lain," tandasnya.

Hasani kemudian menjelaskan pentingnya program naturalisasi. Terlebih lagi, program ini muaranya agar membuat Timnas Indonesia berprestasi di kancah internasional.

3 dari 3 halaman

Sepak Bola Lokomotif Olahraga di Indonesia

Piala AFF U-19 2022: Aksi suporter Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Vietnam (c) Bola.net/Ikhwan Yanuar

Piala AFF U-19 2022: Aksi suporter Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Vietnam (c) Bola.net/Ikhwan Yanuar

Hasani yang lama tinggal di Amerika Serikat kemudian memberikan contoh apa yang terjadi di Negeri Paman Sam. Yang utama adalah mengenai industri olahraga Hoki Es di negara tersebut.

Sebelum meraih medali emas di ajang Olimpiade Musim Dingin 1960, Hoki Es sebenarnya tidak terlalu populer di Amerika Serikat. Namun, setelah Timnas Hoki Es mereka meraih medali emas di Olimpiade Musim Dingin 1960, semuanya berubah.

Hoki Es langsung membentuk liga yang kompetitif. Sampai saat ini, Hoki Es menjadi salah satu olahraga favorit di Amerika Serikat.

Hasani menyebut hal itu bisa terjadi di Indonesia ketika Timnas Indonesia meraih prestasi, otomatis industri sepak bola semakin maju, dan olahraga lain juga demikian.

"Saya mengatakan sepak bola itu sebagai lokomotif industri olahraga di Tanah Air. Jika sepak bola berprestasi, yang lain bisa ikut, apalagi euforia di sepak bola sudah luar biasa," tandasnya.

Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan/Rizki Hidayat, 17 Juli 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR