Apa Rencana PSSI Andai Audero dan Wehrmann Menolak Timnas Indonesia?

Yaumil Azis | 18 Maret 2022, 08:07
Apa Rencana PSSI Andai Audero dan Wehrmann Menolak Timnas Indonesia?
Emil Audero (c) AFP

Bola.net - PSSI sedang menunggu jawaban dari Emil Audero dan Jordy Wehrmann soal tawaran naturalisasi agai bisa membela Timnas Indonesia. Lantas, apa tindakan selanjutnya kalau tawaran tersebut ditolak?

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, mengungkapkan pihaknya akan menyetop naturalisasi pemain keturunan bila Emil Audero dan Jordy Wehrmann enggan membela Timnas Indonesia.

PSSI bakal fokus dengan naturalisasi tiga pemain keturunan yang sudah ada. Ketiganya adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama. Proses ketiganya telah masuk ke ranah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

"Andai Emil dan Jordy menolak? Ya sudah, cukup dengan tiga pemain yang ada saja. Belum ada rencana untuk menambah yang baru," imbuh Hasani.

Hasani menjelaskan bahwa pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong tidak meminta pemain keturunan lain untuk dinaturalisasi. "Tidak ada slot lagi dari Shin Tae-yong," kata Hasani.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 1 halaman

Prioritas Berubah

Awalnya, PSSI memprioritaskan Emil Audero sebagai calon pemain naturalisasi keempat Timnas Indonesia. Lantaran kiper Sampdoria itu tidak kunjung memberikan jawaban, sasaran kini beralih ke Jordy Wehrmann.

Utusan PSSI telah bertemu dengan manajer Emil Audero pada 2 Maret 2022. Saat itu, pihak penjaga gawang berusia 25 tahun itu meminta waktu sepekan untuk berpikir. Sudah dua minggu berlalu, Audero tidak juga memberikan kepastian.

Jordy Wehrmann adalah gelandang FC Luzern di Liga Swiss. Dia masih berusia 22 tahun. Hasani bilang bahwa pihak pemain asal Belanda itu akan menjawab tawaran PSSI dalam waktu dekat.

"Pokoknya prioritas kami sekarang adalah Jordy. Kami sudah pindah pilihan. Sekarang kami fokus ke Jordy dan mungkin dalam pekan ini sudah ada jawaban," tutur Hasani.

Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adiyaksa/Benediktus Gerendo Pradigdo)

Diunggah pada: 17 Maret 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR