BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ada Apa dengan Andritany Ardhiyasa?

12-09-2019 11:55 | Afdholud Dzikry

Kiper Timnas Indonesia, Andritany tertunduk lesu usai gawangnya dibobol pemain Thailand. (c) Liputan6.com/Helmi Fithriansyah Kiper Timnas Indonesia, Andritany tertunduk lesu usai gawangnya dibobol pemain Thailand. (c) Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Bola.net - Performa Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang Timnas Indonesia tengah menjadi sorotan banyak pihak. Aksi demi aksi yang ia pertontonkan, mulai aksi potong bola dengan kaki hingga beberapa pengambilan keputusannya banyak dipertanyakan. Performa minor itu yang membuatnya banyak dikritik selama dua laga awal kualifikasi Piala Dunia 2022 baru-baru ini.

Andritany menjadi bulan-bulanan suporter karena dianggap tampil buruk ketika Timnas Indonesia dibantai Thailand 0-3 pada partai kedua Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Fakta membuktikan Andritany memegang peranan penting atas terjadinya gol kedua Thailand lewat penalti Theerathon Bunmathan pada menit ke-65. Sebelum wasit menunjuk titik putih, kiper Persija Jakarta itu melanggar Supachok Sarachat.

Maksud hati merebut bola tanggung dari Supachok menggunakan kakinya, tekel tersebut malah mengenai kaki Supachok. Lantaran tekel itu, Supachok kehilangan keseimbangan dan bola keluar lapangan.

Wasit Ma Ning asal China yang membelakangi kejadian tersebut, cukup jeli melihat tekel Andritany sebagai sebuah pelanggaran.

Hujatan penonton kemudian mengiringi setiap sentuhan Andritany setelah ia gagal membayar kesalahannya dengan tak mampu mengantisipasi penalti Theerathon. Sorakan 'boo' dari suporter Timnas Indonesia yang dialamatkan kepadanya, kian tak terbendung.

1 dari 2 halaman

Bukan Pertama Kali

Aksi potong kaki Andritany yang berujung fatal bukan kali ini saja terjadi. Ketika Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia pada partai pertama Grup G (5/9/2019), mantan kiper Sriwijaya FC itu melakukan aksi yang serupa.

Ketika itu, pertandingan memasuki menit ke-96 saat kedua negara masih bermain 2-2. Andritany mencoba memotong bola umpan mendatar Matthew Davies dari sisi kanan dengan kakinya.

Saat berusaha untuk menghalau bola, Andritany terlihat ragu karena ada dua pemain di depannya. Ia membiarkan bola lewat begitu saja yang kemudian disambar Mohamadou Sumareh untuk mencetak gol kemenangan Malaysia.

2 dari 2 halaman

Cedera Mata dan Tangan Bikin Trauma?

Ada kemungkinan, kecenderungan Andritany beraksi dengan kakinya ditengarai akibat rasa trauma setelah dua kali didekap cedera pada dua tahun terakhir.

Andritany mengalami cedera retak penyangga mata ketika membela Timnas Indonesia U-23 melawan Uzbekistan pada turnamen PSSI Anniversary Cup 2018, medio Mei 2018. Permasalahan itu membuatnya harus menepi selama dua bulan.

Setahun kemudian, Andritany kembali berkutat dengan cedera. Kali ini, tangan kirinya patah saat memperkuat Persija melawan Borneo FC pada leg pertama babak semifinal Piala Indonesia, 26 Juni lalu. Harus masuk meja operasi untuk penyembuhan, ia baru bisa beraksi pada Agustus 2019.

Dua cedera itu menghajar dua elemen penting bagi seorang kiper, kepala dan kaki. Diduga karena dua cedera itu pula, ia sekarang jadi lebih aktif menggunakan kaki ketimbang tangan, yang merupakan privilege penjaga gawang.

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Muhammad Adiyaksa/Editor: Aning Jati)
Published: 11 September 2019

10 Pesepak Bola Muslim Berprestasi Saat Ini

KOMENTAR