5 Pelajaran dari Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh: Boring, Berat untuk Lolos Piala Asia 2023

Ari Prayoga | 2 Juni 2022, 00:05
5 Pelajaran dari Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh: Boring, Berat untuk Lolos Piala Asia 2023
Starting XI Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0 kala menjamu Bangladesh dalam partai FIFA Matchday yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (1/6/2022) malam WIB.

Dalam laga persiapan menjelan putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023 ini, pelatih Shin Tae-yong menurunkan sejumlah pemain andalannya, termasuk Fachruddin Aryanto di sektor belakang.

Satu hal menarik dari starting XI pilihan Shin Tae-yong ini adalah bermainnya dua penggawa naturalisasi di lini tengah, yakni Marc Klok dan Stefano Lilipaly. Sayang, tak ada gol yang tercipta sepanjang 2x45 menit.

Sejumlah pelajaran pun bisa diambil dari laga ini. Berikut ulasan selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Permainan Membosankan

Aksi Muhammad Rafli dalam laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Aksi Muhammad Rafli dalam laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Tak seperti biasanya, Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong menampilkan permainan yang cenderung membosankan di sepanjang pertandingan.

Tak ada kerja sama apik yang dibangun antarpemain seperti yang terlihat di pentas Piala AFF 2020 lalu. Serangan Skuad Garuda bisa dikatakan monoton.

Pergantian sejumlah pemain yang dilakukan Shin Tae-yong di babak kedua pun tak memberikan banyak perubahan terhadap skema serangan Tim Merah Putih.

2 dari 5 halaman

Bangladesh Bikin Frustrasi

Aksi Marc Klok dalam partai Timnas Indonesia vs Bangladesh, Rabu (1/6/2022) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Aksi Marc Klok dalam partai Timnas Indonesia vs Bangladesh, Rabu (1/6/2022) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Timnas Indonesia terlihat kesulitan membangun serangan yang berbahaya akibat pressing ketat yang diterapkan para pemain Bangladesh sepanjang laga.

Harus diakui, para pemain Bangladesh asuhan Javier Fernandez Cabrera tampil sangat disiplin pada laga ini. Setiap pemain tak mau terpancing dengan gerakan tanpa bola yang dilakukan penggawa Indonesia.

Tak hanya bertahan dengan sangat apik, Bangladesh juga beberapa kali sempat menciptakan peluang berbahaya untuk mencuri kemenangan.

3 dari 5 halaman

Merindukan Para Pemain Andalan

Absennya sejumlah pilar andalan seperti Evan Dimas, Ricky Kambuaya, Egy Maulana, hingga Witan Sulaeman ternyata sangat berpengaruh terhadap permainan Timnas Indonesia.

Di era Shin Tae-yong, para pemain di atas inilah yang menjadi andalan. Kini ketika mereka tak ada di tim, strategi racikan Shin Tae-yong terlihat tak bisa berjalan mulus.

4 dari 5 halaman

PR Shin Tae-yong

Shin Tae-yong dalam laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (1/6/2022) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Shin Tae-yong dalam laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (1/6/2022) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Hasil imbang ini menunjukkan bahwa Shin Tae-yong memiliki pekerjaan rumah (PR) berat menjelang dimulainya putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023.

Tak cuma memikirkan bagaimana mengatasi absennya sejumlah pemain pilar, Shin Tae-yong juga harus segera menemukan striker yang paling cocok untuk strateginya di lini depan.

Muhammad Rafli yang diturunkan sebagai starter melawan Bangladesh terbukti masih kurang klop dengan para pemain lain.

5 dari 5 halaman

Peluang ke Piala Asia 2023

Harus diakui, peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia 2023 sangat berat, apalagi dengan hasil imbang kontra Bangladesh yang secara kualitas masih berada di bawah calon lawan Skuad Garuda nanti.

Dengan format enam juara grup dan lima runner-up terbaik lolos ke putaran final, maka peluang Indonesia tentu sangat kecil. Tim-tim seperti Yordania dan Kuwait di atas kertas masih menjadi unggulan terdepan untuk lolos dari Grup A.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR