4 Pilar Timnas Indonesia yang Posisinya Terancam jika Naturalisasi 4 Pemain Keturunan Tuntas

Asad Arifin | 17 Januari 2022, 14:55
Mees Hilgers (c) FC Twente Official
Mees Hilgers (c) FC Twente Official

Bola.net - PSSI saat ini sedang mengurus proses naturalisasi empat pemain keturunan Indonesia agar bisa memperkuat Skuad Garuda. Keempatnya yaitu Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilger, dan Ragnar Oratmangoen.


Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani yang diserahi tanggung jawab mengurus proses naturalisasi keempatnya beberapa hari lalu memberikan kabar terbaru. Dalam akun Instagramnya, @hasaniabdulgani, Sabtu (15/1/2022), ia menjelaskan proses yang sedang dilakukan PSSI.

Untuk Jordi Amat dan Sandy Walsh, diinformasikan dokumennya sudah dikirimkan agen mereka dari Eropa kepada PSSI. Sementara dokumen Mees Hilgers dan Ragnar Oratmangoen dijanjikan baru dikirim Februari.

Sekarang pertanyaannya, jika empat pemain itu resmi dinaturalisasi dan mendapatkan paspor Indonesia, siapa langganan Skuad Garuda yang bakal terancam? Dalam arti, posisi mereka yang selama ini sudah paten bisa terusik dengan kehadiran keempatnya.

Apalagi, PSSI menargetkan Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilger, dan Ragnar Oratmangoen bisa memperkuat Timnas Indonesia saat Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023. Ajang itu bakal digelar pada 8-14 Juni 2022.

Berikut ulasan empat pemain pilar Timnas Indonesia yang terancam posisinya jika naturalisasi Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilger, dan Ragnar Oratmangoen tuntas:

1 dari 4 halaman

Sandy Walsh = Asnawi Mangkualam

Aksi Asnawi Mangkualam Bahar di leg pertama semifinal Piala AFF 2020 antara Singapura vs Timnas Indonesia di National Stadium, Kallang, Rabu (22/12/2021) malam WIB. (c) Dok. PSSI.

Dua pemain ini sama-sama bermain sebagai bek kanan. Namun untuk Sandy Walsh, ia juga bisa beroperasi di pos bek tengah.

Pemain berusia 26 tahun itu saat ini bermain untuk klub asal Belgia, KV Mechelen. Ia juga pernah memperkuat Timnas Belanda U-15, U-16, U-17, U-18, U-19, dan U-20.

Dengan rekam jejak Sandy Walsh yang lebih mentereng, bisa jadi peran Asnawi sebagai bek kanan Timnas Indonesia menjadi terancam. Padahal, ia merupakan pemain kepercayaan Shin Tae-yong.

2 dari 4 halaman

Jordi Amat = Elkan Baggott

Penampilan Elkan Baggott di Piala AFF 2020 bersama Timnas Indonesia. (c) dok.PSSI

Pengalaman Jordi Amat menjadi ancaman buat Elkan Baggott. Sebab, ia sudah berkarier selama 12 tahun di banyak kompetisi papan atas Eropa.

Sejak 2010, ia pernah memperkuat Espanyol, Rayo Vallecano, Swansea City, Real Betis, dan sekarang di Eupen, klub kasta tertinggi Belgia. Jordi Amat adalah pemain di posisi bek tengah, sama dengan yang ditempati Elkan Baggott.

Jika Jordi Amat resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), maka posisi Elkan Baggott yang masih minim pengalaman di Eropa bisa tergusur dari pemain utama Timnas Indonesia.

3 dari 4 halaman

Mees Hilgers = Alfeandrea Dewangga

Alfeandra Dewangga saat membela Timnas Indonesia melawan Laos di laga lanjutan Grup B Piala AFF 2020 di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (12/12/2021) sore WIB. (c) Dok. PSSI

Penampilan apik yang diperlihatkan Alfeandra Dewangga di Piala AFF 2020 bisa terlupakan jika Mees Hilgers resmi menjadi WNI. Sebab, posisi bermain mereka sama.

Mees Hilgers bisa dimainkan sebagai bek tengah atau gelandang bertahan, persis dengan spesialisasi Alfeandra Dewangga. Mees Hilgers yang memiliki ibu asal Manado itu dapat menjadi tumpuan baru Shin Tae-yong di jantung pertahanan/sektor belakang.

4 dari 4 halaman

Ragnar Oratmangoen = Egy Maulana Vikri

Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Irfan Jaya (c) AP Photo

Hadirnya Ragnar Oratmangoen jelas mengancam posisi para penyerang sayap Timnas Indonesia yang selama ini menjadi langganan. Termasuk Egy Maulana Vikri.

Ragnar Oratmangoen adalah pemain yang bisa beroperasi sebagai penyerang sayap dan gelandang serang. Sama persis dengan peran yang biasa dijalani Egy di Timnas Indonesia.

Saat ini, Ragnar Oratmangoen memperkuat Go Ahead Eagles di Eredivisie. Sementara Egy beredar di Slovakia bersama FK Senica.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR