BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

4 Kekurangan Timnas Indonesia U-19 Kala Dikalahkan Bulgaria

06-09-2020 09:46 | Gia Yuda Pradana

Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia (c) Dok PSSI Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia (c) Dok PSSI

Bola.net - Timnas Indonesia U-19 mengawali rangkaian uji coba mereka dengan kekalahan. Menghadapi Timnas Bulgaria U-19, skuad besutan Shin Tae-yong tersebut kalah tiga gol tanpa balas.

Pada laga yang dihelat di Stadion Igraliste NK Polet, Sabtu (05/09) malam WIB tersebut, gawang Indonesia bobol oleh Martin Petkov (2 gol) dan Stanislav Shopov.

Kekalahan ini sejatinya sudah diprediksi oleh Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan ini menegaskan bahwa hasil uji coba anak asuhnya mungkin tak akan memuaskan para pencinta sepak bola Indonesia.

Menurut Tae Yong, uji coba ini merupakan bagian dari persiapan anak asuhnya untuk berlaga pada ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Karenanya, ia berharap agar publik bisa memahami jika para penggawa Timnas Indonesia U-19 belum bisa mendapatkan hasil terbaik pada rangkaian uji coba ini.

Terlepas dari hasil, dari pertandingan ini, tim pelatih seharusnya mendapat banyak informasi penting ihwal hal-hal yang masih harus dibenahi Witan Sulaiman dan kawan-kawan. Kekurangan-kekurangan inilah yang akan dievaluasi dan dibenahi agar permainan Timnas Indonesia U-19 kian apik.

Apa saja kekurangan-kekurangan yang masih tampak pada permainan Timnas Indonesia U-19 pada laga kontra Bulgaria? Berikut analisis Bola.net.

1 dari 5 halaman

Faktor Mental

Skuad Timnas Indonesia U-19 (c) Dok PSSI Skuad Timnas Indonesia U-19 (c) Dok PSSI

Tiga gol yang bersarang ke gawang Muhammad Adi Satryo terjadi dalam jangka 10 menit. Mampu tampil relatif solid sampai menit ke-78, gawang Indonesia akhirnya harus bobol tiga kali pada laga ini.

Usai kebobolan melalui sundulan Petkov, para penggawa Indonesia kehilangan fokus dalam bertahan. Rapat dan kokohnya pertahanan yang mereka peragakan sejak awal pertandingan pun lenyap. Para penggawa Bulgaria pun lebih leluasa masuk ke area pertahanan Timnas Indonesia.

Walhasil, lima menit berselang dari gol pertama, Bulgaria menggandakan keunggulan mereka. Kali ini, lini pertahanan Indonesia gagal mengantisipasi pergerakan dari lini kedua Bulgaria.

Gol ini kian menambah down mental penggawa Timnas Indonesia. Belum lagi mereka bisa bangkit, gawang Adi Satryo bobol untuk kali ketiga. Kali ini prosesnya nyaris sama dengan gol kedua. Para pemain Indonesia tak melihat Petkov masuk dari lini kedua dan langsung menyambut umpan cutback dari sektor sayap kiri Indonesia.

Permasalahan mental ini merupakan hal yang mutlak dibenahi oleh Tae Yong. Percuma jika teknik bagus dan racikan strategi mumpuni tak dibarengi dengan mental juara.

2 dari 5 halaman

Ball Watching

View this post on Instagram

A post shared by PSSI (@pssi) on

Pada pertandingan ini, para penggawa Indonesia kerap melakukan ball watching. Mereka hanya melihat aliran bola, tanpa melihat pergerakan lawan.

Walhasil, kesalahan ini berbuah dua gol bagi Bulgaria. Dua gol terakhir skuad besutan Angel Stoykov ini terjadi karena para penggawa Indonesia tak mengantisipasi pergerakan tanpa bola penggawa Bulgaria.

Bisa jadi, ball watching ini terjadi karena mental para penggawa Indonesia sudah drop karena kebobolan gol pertama. Pasalnya, sebelum terjadinya gol pertama, para penggawa Indonesia tampil disiplin dan solid bahu-membahu menghalau serbuan para penggawa Bulgaria.

3 dari 5 halaman

Transisi Kurang Rapi

View this post on Instagram

A post shared by PSSI (@pssi) on

Dalam pertandingan ini, kendati hanya memiliki 30% penguasaan bola, para penggawa Indonesia bukannya nirpeluang. Ada beberapa kesempatan Witan Sulaiman dan kawan-kawan melakukan serangan balik ke pertahanan Bulgaria.

Namun, serangan balik Indonesia relatif tak terlalu membahayakan pertahanan Bulgaria. Pasalnya, serangan ini dilakukan secara sporadis.

Selain itu, kerap kurang ada support dari pemain lain ketika penggawa Indonesia melancarkan serangan balik ke pertahanan Bulgaria. Walhasil, para pemain bertahan Bulgaria relatif tak terlalu kesulitan mematahkan serangan-serangan balik Indonesia ini.

Jika transisi dari bertahan ke menyerang lebih baik, bisa jadi serangan-serangan Timnas Indonesia bekal lebih berbahaya. Terlebih lagi, mereka punya modal kecepatan, yang bisa merepotkan pertahanan lawan.

4 dari 5 halaman

Pelanggaran di Area Sendiri

View this post on Instagram

A post shared by PSSI (@pssi) on

Satu lagi kelemahan mencolok yang ditampilkan Timnas Indonesia pada laga kontra Bulgaria adalah banyaknya pelanggaran yang dilakukan di area sendiri. Paling tidak, sepuluh menit pertama pertandingan saja sudah ada tiga sampai empat kali pelanggaran yang dilakukan penggawa Indonesia di area mereka sendiri.

Memang, hal ini tak lepas dari pilihan taktik bertahan di kedalaman, yang dipilih Shin Tae Yong. Namun, kondisi ini tentu tak bisa dianggap wajar begitu saja. Pasalnya, dari pelanggaran-pelanggaran ini kerap timbul situasi yang membahayakan pertahanan Indonesia.

Gol pertama yang bersarang ke gawang Timnas Indonesia pun bermula dari sepakan bebas, yang kemudian disundul Martin Petkov.

5 dari 5 halaman

Terus Beri Dukungan

Pemusatan latihan Timnas Indonesia (c) Dok PSSI Pemusatan latihan Timnas Indonesia (c) Dok PSSI

Seperti kata Shin Tae Yong, pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan timnya. Karenanya, masih banyak hal-hal yang masih harus dibenahi. Mereka pun saat ini juga masih dalam fase meningkatkan kondisi fisik.

Karenanya, kekurangan-kekurangan merupakan hal yang wajar terlihat. Terpenting, para pencinta sepak bola Indonesia harus bersabar menunggu proses tersebut membuahkan hasil.

Ketua Umum PSSI, M Iriawan, juga telah meminta pencinta sepak bola Indonesia untuk terus memberi dukungan terhadap perjuangan Rizky Ridho dan kawan-kawan. Iwan Bule, sapaan karibnya, pun meminta agar publik tak terburu menghujat para penggawa Timnas Indonesia U-19, terutama melalui media sosial.

Pasalnya, suka atau tidak, mereka adalah pemain-pemain yang akan mewakili nama bangsa pada ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR