Review La Liga 2021/2022: Tentang Real Madrid Tak Tersentuh dan Barcelona yang Bangkit Dari Kubur

Yaumil Azis | 23 Mei 2022, 23:33
Skuat Real Madrid berpose dengan trofi La Liga 2021/22 (c) Real Madrid Official
Skuat Real Madrid berpose dengan trofi La Liga 2021/22 (c) Real Madrid Official

Bola.net - La Liga 2021/2022 telah rampung pada akhir pekan kemarin. Real Madrid dinyatakan sebagai juara usai mengumpulkan 86 poin yang didapatkan dari 26 kemenangan dan delapan hasil imbang.


Posisi kedua ditempati oleh rival bebuyutan Real Madrid, Barcelona, yang bangkit di pertengahan musim. Klub berjuluk Los Cules itu mengumpulkan 73 poin dari 21 kemenangan dan 10 hasil imbang.

Atletico Madrid menempel di peringkat ketiga dengan 71 poin, disusul Sevilla di posisi keempat dengan 70 poin. Keempat klub ini dipastikan bermain dalam ajang Liga Champions musim depan.

Tiga posisi terbawah ditempati Granada, Levante, dan Alaves secara berurutan. Mereka dipastikan terdegradasi ke La Liga 2 musim depan, digantikan oleh Eibar, Almeria, dan satu klub pemenang babak play-off La Liga 2 yang digelar bulan Juni.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 6 halaman

Persaingan Juara

Real Madrid juara La Liga 2021/22 (c) AP Photo

Real Madrid hampir tak pernah tersentuh dalam perburuan gelar musim ini. Posisi terburuk mereka adalah peringkat ketiga, itupun ditempati ketika La Liga baru berjalan selama dua pekan.

Pesaingnya sendiri silih berganti. Atletico Madrid beberapa kali menempel dari peringkat kedua, demikian juga dengan Sevilla. Nama terakhir cukup menyulitkan Real Madrid dan sempat menghuni peringkat kedua selama 14 pekan berturut-turut.

Masalah Sevilla terlihat cukup jelas, yakni lini depan yang kurang mumpuni dalam memproduksi gol. Padahal dari segi pertahanan, mereka sangat baik dan cuma kebobolan 30 gol dari 38 pertandingan - lebih baik dari Real Madrid.

Untuk mengatasi masalah di lini depan, Sevilla mendatangkan Anthony Martial dari Manchester United. Rupanya Martial tidak memberikan pengaruh berarti. Sevilla mulai goyah di pekan ke-30 hingga harus menyerahkan posisi dua kepada Barcelona.

2 dari 6 halaman

Tim Terbaik

Selebrasi skuad Barcelona untuk gol Pierre-Emerick Aubameyang ke gawang Real Madrid, La Liga 2021/22 (c) AP Photo

Titel ini sepantasnya diberikan kepada Real Madrid. Mereka konsisten dalam urusan meraih hasil-hasil positif sehingga bisa keluar sebagai juara setelah memenangkan laga pekan ke-34 kontra Espanyol.

Akan tetapi, sepertinya Barcelona lebih pantas mendapatkan gelar tim terbaik. Ini menyangkut soal perubahan yang timbul setelah kedatangan Xavi Hernandez di kursi kepelatihan. Bisa dibilang, ini keputusan terbaik Barcelona.

Laga pertama Xavi adalah kala Bacelona bertemu Espanyol di bulan November. Pada pertandingan itu juga, Xavi mengantongi kemenangan perdananya sebagai pelatih Barcelona. Setelah itu Barcelona menjalani rentetan hasil positif.

Terhitung dari bulna November 2021 hingga pertengahan April 2022, Barcelona cuma menelan satu kekalahan yakni kala bertemu Real Betis. Prestasi terbaik mereka adalah membantai Real Madrid dengan skor 4-0 pada bulan Maret 2022.

Karena rentetan hasil positif itulah, Barcelona bisa merangkak naik dari peringkat delapan hingga finis sebagai runner-up. Sempat ada perbincangan soal Barcelona merebut puncak klasemen dari Real Madrid. Namun ketika obrolan itu muncul, wacana itu sudah terdengar mustahil buat Barcelona.

3 dari 6 halaman

Tim Terburuk

Sevilla (c) AP Photo

Berdasarkan klasemen akhir, titel ini sepantasnya diberikan kepada Deportivo Alaves. Pasalnya, mereka cuma memperoleh delapan kemenangan dan tujuh hasil imbang, sehingga cuma mengantongi 31 poin saja.

Namun ini sudah bisa diprediksikan sejak awal. Musim lalu, Alaves finis di peringkat ke-16 dengan selisih empat poin saja dari penghuni zona degradasi, Huesca. Tidak ada pembelian mentereng di musim panas tahun lalu membuat kans Alaves terdegradasi semakin meningkat.

Titel ini sepertinya cocok diberikan kepada Sevilla. Digadang-gadang mampu menyalip Real Madrid, klub besutan Julen Lopetegui ini malah kehabisan bensin setelah pergantian tahun hingga harus menelan banyak hasil imbang.

Mereka terbilang jarang menelan kekalahan. Hanya empat kali saja, sama seperti Real Madrid. Namun 16 hasil imbang - 11 di antaranya didapatkan selama tahun 2022 - menjadi momok bagi Sevilla sehingga harus puas finis di peringkat keempat.

4 dari 6 halaman

Wakil di Eropa

Jersey Real Madrid musim 2022-23. (c) realmadrid.com

Liga Champions

  • Real Madrid
  • Barcelona
  • Atletico Madrid
  • Sevilla

Liga Europa

  • Real Betis
  • Real Sociedad

UEFA Conference League

  • Villarreal
5 dari 6 halaman

Degradasi

Pemain Deportivo Alaves, Joselu (depan) (c) AP Photo
  • Granada - peringkat 18, 38 poin
  • Levante - peringkat 19, 35 poin
  • Alaves - peringkat 20, 31 poin

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR