BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Pelajaran Dari Duel Celta Vigo vs Barcelona: Puig, Penantian Messi Hingga Rekor Tandang Ambyar

28-06-2020 16:30 | Dimas Ardi Prasetya

Lionel Messi di laga Celta Vigo vs Barcelona (c) AP Photo Lionel Messi di laga Celta Vigo vs Barcelona (c) AP Photo

Bola.net - Pertandingan antara Celta Vigo vs Barcelona, Sabtu (27/06/2020) berakhir dengan skor imbang 2-2.

Hasil ini tentu sangat mengcewakan Barcelona. Pasalnya Lionel Messi dkk kini tengah bersaing dengan Real Madrid dalam perburuan gelar juara La Liga 2019-20.

Sebelum pertandingan ini Barca berada dalam kondisi kurang menguntungkan. Perolehan poin mereka imbang dengan Madrid, 68 poin, namun Blaugrana terpaksa nangkring di peringkat kedua karena kalah head-to-head.

Barcelona sempat unggul pada menit ke-20 melalui Luis Suarez. Celta kemudian baru bisa menyamakan skor melalui menit ke-50 melalui Fyodor Smolov.

Suarez lagi-lagi membuat Barcelona unggul melalui golnya pada menit ke-67. Akan tetapi hanya beberapa menit sebelum laga babak kedua berakhir, Iago Aspas menjebol gawang Ter Stegen dengan tendangan bebasnya.

Barcelona saat ini memang naik ke peringkat pertama klasemen. Namun tambahan satu poin saja jelas riskan karena jika Real Madrid menang di laga pekan ke-32 ini, maka mereka akan kembali ke puncak klasemen dengan keunggulan dua angka. Situas ini jelas tak baik bagi Blaugrana, apalagi kompetisi tersisa enam pertandingan saja.

Dilansir dari The Standard, dari pertandingan Celta Vigo vs Barcelona tersebut ada lima hal yang bisa menjadi poin pembicaraan. Apa saja itu?

Simak selengkapnya di bawah ini Bolaneters

1 dari 5 halaman

Riqui Puig yang Dinamis

Riqui Puig (c) AP Photo Riqui Puig (c) AP Photo

Di pertandingan ini Quique Setien memainkan gelandang muda Riqui Puig sebagai starter. Pemain berusia 20 tahun itu menemani Arturo Vidal dan Ivan Rakitic di lini tengah.

Sebelumnya performanya menuai pujian kala dimainkan di laga lawan Athletic Bilbao. Saat itu ia masuk sebagai pemain pengganti.

Kepercayaan Setien dibayar dengan apik oleh Puig. Kehadirannya membuat lini tengah Barcelona jadi tampak lebih fresh dan dinamis.

Puig sendiri tampil dengan etos kerja yang brilian. Ia membantu Barca baik saat menyerang maupun bertahan. Ia pun ikut membantu merebut bola ketika lepas dari penguasaan timnya. Ia juga menggerakkan timnya dengan umpan-umpannya dan visinya.

Ia ditarik keluar Setien pada menit ke-86. Secara kebetulan, dua menit berselang Celta bisa menjebol gawang Ter Stegen. Dengan penampilannya ini, Puig kemungkinan besar bakal lebih sering mendapat kans untuk bermain di tim utama Barcelona.

2 dari 5 halaman

Penantian Gol ke-700 Messi

Lionel Messi di laga melawan Leganes pada pekan ke-29 La Liga, Rabu (17/6/2020) dini hari WIB. (c) LaLiga Lionel Messi di laga melawan Leganes pada pekan ke-29 La Liga, Rabu (17/6/2020) dini hari WIB. (c) LaLiga

Lionel Messi tampil apik di pertandingan ini. Momen kejeniusannya terlihat kala tendangan bebasnya di babak pertama melengkung masuk ke kotak penalti Celta Vigo dan kemudian disambut oleh tandukan Luis Suarez yang berbuah gol.

Sang Kapten juga membantu pemain Uruguay itu untuk gol kedua Barca. Selain itu, seperti biasa, berada di jantung permainan timnya. Namun di depan gawang, ia tidak setajam biasanya.

Messi melakukan tujuh percobaan tembakan di Balaidos. Namun tiga di antaranya tidak tepat sasaran, termasuk satu tendangan melengkung yang berakhir di atas atas gawang lawan atas. Empat tembakannya yang lain diblok lawan.

Messi sendiri sebelumnya sudah mencetak dua gol sejak kompetisi La Liga dimulai kembali. Ia kini telah mengemas 699 gol. Namun ia belum bisa mencetak gol lagi untuk bisa menggenapkan koleksinya ke angka 700.

Messi kini sudah tiga tak mencetak gol di tiga laga. Dari tiga laga itu, Barcelona cuma bisa mencetak tiga gol dan hanya mengemas lima poin saja dari maksimal sembilan poin yang tersedia.

3 dari 5 halaman

Suarez Cetak Gol, Meski Lambat dan Statis

Striker Barcelona, Luis Suarez (c) AP Photo Striker Barcelona, Luis Suarez (c) AP Photo

Luis Suarez memang bisa mencetak dua gol di laga Celta Vigo vs Barcelona ini. Itu adalah gol-gol perdananya sejak ia pulih dari cedera lutut Januari kemarin.

Namun performanya bisa dibilang kurang memuaskan.

Pemain asal Uruguay ini tampak tampil lamban di atas lapangan. Ia tak cukup banyak bergerak dan link-up play yang biasa ia lakukan tidak seefektif sebelumnya. Pemain berusia 33 tahun ini lebih banyak menunggu di area kotak penalti saja.

Usai pertandingan Suarez sendiri tampak kecewa. Ia pun mengatakan Quique Setien harusnya mengerti mengapa Barcelona kesulitan di laga-laga tandangnya.

Namun jelas Suarez tak begitu menyadari bahwa ia sebenarnya juga bagian dari masalah Barcelona saat ini. Terlebih jika melihat penampilannya khususnya mobilitasnya di laga lawan Celta Vigo ini.

4 dari 5 halaman

Performa Ambyar Samuel Umtiti

Samuel Umtiti (c) AFP Samuel Umtiti (c) AFP

Samuel Umtiti sempat disebut akan jadi pengganti Carles Puyol. Harapan itu makin membesar terutama melihat performanya yang apik pada musim 2017-18 lalu. Sayangnya penampilan Umtiti tak pernah lagi sama sejak ia membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018.

Menurut pengakuannya sendiri, Umtiti memaksakan dirinya bermain dalam turnamen di Rusia itu meski kondisinya kurang fit. Sejak saat itu ia mengalami masalah dengan lututnya.

Umtiti mendapat kesempatan untuk menunjukkan performa terbaiknya di laga ini. Akan tetapi ia bisa disebut ikut andil atas terciptanya gol Fyodor Smolov. Ivan Rakitic memang yang kehilangan bola namun saat hal itu terjadi eks bek Lyon tersebut keluar dari posisinya. Parahnya bukannya melakukan sprint, ia malah berlari santai saat Smolov menusuk masuk ke pertahanan Blaugrana.

Secara fisik, ia tidak berada dekat dalam kondisi terbaiknya. Secara mental, ia tampaknya telah kehilangan minat.

5 dari 5 halaman

Rekor Tandang Harus Dibenahi

Skuat Barcelona dan Quique Setien (c) AP Photo Skuat Barcelona dan Quique Setien (c) AP Photo

Musim ini rekor tandang Barcelona bisa dibilang buruk. Sejauh ini mereka cuma mengoleksi 23 poin saja dari maksimal 48.

Hal itu beda jauh dibanding saat bermain di Camp Nou. Barcelona mampu meraup 46 dari 48 poin yang tersedia. Jadi jika pada musim ini mereka gagal juara, maka hal tersebut tak lepas dari performa mereka di laga tandang itu.

Buruknya performa Barca sendiri tak bisa dimanfaatkan oleh Celta. Jika saja mereka punya finisher maut di depan, maka mereka akan bisa menghajar pasukan Catalan itu dengan empat atau lima gol tambahan.

Dan ancaman itu bisa saja terjadi di pertandingan berikutnya. Pasalnya Barcelona akan berhadapan dengan lawan cukup berat yakni Villarreal.

Namun sebelum itu Lionel Messi dkk harus bisa membenahi performanya kala menjamu Atletico Madrid. Sebab penampilan Barcelona sejatinya juga kurang meyakinkan kala menang atas Leganes dan Athletic Bilbao.

(Standard)

KOMENTAR