La Liga Resmi Adukan PSG dan Man City ke UEFA Terkait Dugaan Pelanggaran FFP

Serafin Unus Pasi | 15 Juni 2022, 21:04
UEFA (c) UEFA
UEFA (c) UEFA

Bola.net - Operator La Liga baru-baru ini membuat manuver mengejutkan. Mereka resmi mengadukan PSG dan Manchester City terkait pelanggaran Financial Fair Play.

Sky Sports melaporkan bahwa La Liga sebenarnya sudah mengadukan Manchester City sejak bulan April yang lalu. Namun baru-baru ini mereka mengadukan PSG ke badan sepakbola Eropa.

La Liga menyebut bahwa protes mereka ini punya dasar yang kuat. Mereka menilai kedua klub ini telah melakukan pelanggaran finansial melalui transfer-transfer mereka.

La Liga berargumen bahwa jika situasi ini terus dibiarkan maka kedua klub ini akan merusak tatanan sepakbola Eropa. Dna itu akan berdampak ke klub-klub lain.

Simak pernyataan resmi La Liga di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Ajukan Laporan

Melalui pernyataan resmi mereka, La Liga mengadukan PSG dan Man City ke UEFA karena aktivitas transfer dan keuangan mereka yang mencurigakan.

"Pekan ini La Liga telah mengadukan PSG ke UEFA, setelah pada bulan April kami mengadukan Manchester City perihal kedua klub ini yang terus menerus melanggar aturan financial fair play,"

"La Liga menilai praktek yang kedua klub ini membahayakan keberlangsungan sepakbola Eropa dan mereka akan membuat inflasi kian membesar di bursa transfer,"

2 dari 4 halaman

Gara-gara Mbappe dan Haaland?

Keputusan La Liga mengadu ke UEFA ini ditengarai ada hubungannya dengan dua transfer besar yang dibuat kedua klub di musim panas ini.

Manchester City resmi memboyong Erling Haaland dari Borussia Dortmund. Padahal Haaland awalnya dikaitkan dengan dua klub La Liga, Barcelona dan Real Madrid.

Sementara PSG sukses mempertahankan Kylian Mbappe yang dikabarkan sudah sepakat untuk pindah ke Real Madrid. Jadi kegagalan dua transfer besar ini membuat La Liga naik pitam.

3 dari 4 halaman

Pernah Kena Hukuman

Ada harapan bagi La Liga agar tuntutan mereka dikabulkan UEFA. Karena baik PSG maupun Man City pernah mendapatkan hukuman embargo.

Di tahun 2014 mereka tidak bisa belanja pemain dengan bebas setelah mereka dinyatakan bersalah oleh UEFA.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR