BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Josep 'Nobita' Bartomeu dan Jejak Buruknya di Bursa Transfer untuk Barcelona

30-10-2020 10:22 | Asad Arifin

Josep Maria Bartomeu memperkenalkan pemain baru Barcelona, Antoine Griezmann (c) AP Photo Josep Maria Bartomeu memperkenalkan pemain baru Barcelona, Antoine Griezmann (c) AP Photo

Bola.net - Josep Maria Bartomeu baru saja mundur dari jabatan presiden klub Barcelona. Bartomeu mundur saat klub dalam kondisi yang buruk dan dia punya andil cukup besar atas kekacauan yang ada.

Tak hanya Bartomeu, seluruh jajaran direksi juga angkat kaki dari Barca. "Presiden Josep Maria Bartomeu mengumumkan pengunduran diri dari Dewan Direksi Barcelona," bunyi pernyataan resmi Los Cules di akun Twitter klub.

Keputusan Bartomeu ini datang lebih cepat dari mosi tidak percaya kepada dirinya dengan lebih dari 20.000 tanda tangan, yang seharusnya baru mulai digulingkan pada awal November 2020.

Ada banyak masalah pada kepemimpinan Bartomeu dalam beberapa tahun terakhir. Puncaknya terjadi pada pemberontakan Lionel Messi beberapa bulan lalu.

Messi memang akhirnya bertahan di Barcelona, tetapi situasi telanjur panas. Selain Lionel Messi, permasalah lain yang dihadapi Bartomeu di Barcelona adalah hasil buruk dalam beberapa musim terakhir, tidak ada proyek jelas, fans mulai tidak puas, dan finansial klub yang terjun bebas.

Bartomeu pernah meyebut dirinya sebagai Nobita. "Di Barcelona, kami memiliki Doraemon pada diri Lionel Messi yang menemukan segala solusi dari masalah kami. Jika ada Doraemon, pasti ada Nobita," katanya dikutip dari AS.

Selama bertugas di Barcelona, si Nobita telah mendatangkan banyak pemain top. Ada yang sukses, tetapi tidak sedikit yang gagal. Berikut adalah transfer gagal Barcelona era Bartomeu.

1 dari 7 halaman

7. Andre Gomes (35 Juta Euro)

Andre Gomes (c) AFP Andre Gomes (c) AFP

Andre Gomes didatangkan Barcelona dengan banderol 35 juta euro atau Rp606,1 miliar pada 2016. Camp Nou antusias dengan pembelian ini.

Sang gelandang bermain sangat luar biasa untuk Valencia pada musim sebelumnya, jadi Bartomeu berpikir transfer ini jadi bisnis yang cerdas. Namun, seperti yang sekarang kita ketahui, banyak hal tidak berjalan seindah harapan.

Gomes mengukir start yang menjanjikan, membantu mengarsiteki dua gol Barcelona di ajang Piala Super Spanyol melawan Sevilla. Namun, performanya dengan cepat menukik setelah itu.

Pada akhir musim, Gomes terpilih sebagai rekrutan terburuk tahun itu oleh media Spanyol, Marca. Pada musim berikutnya ia diturunkan dalam 31 pertandingan dan tak menyumbang gol. Gomes akhirnya dipinjamkan, dan kemudian dijual ke Everton.

2 dari 7 halaman

6. Martin Braithwaite (18 Juta Euro)

Martin Braithwaite (c) AP Photo Martin Braithwaite (c) AP Photo

Bukan yang terburuk, tapi mungkin perekrutan paling memberatkan di era Bartomeu. Setelah winger Ousmane Dembele mengalami cedera panjang, Barca diberikan pengecualian oleh La Liga untuk merekrut penyerang di luar jendela transfer reguler. Barca kemudian memboyong Braithwaite yang kontroversial pada 20 Februari 2020 dengan banderol 18 juta euro atau setara Rp311 miliar.

Leganes awalnya enggan melepas Braithwaite. Namun, Leganes kesal bukan kepalang saat Bartomeu mengaktifkan klausul pelepasan pemain. Artinya mereka tidak berdaya untuk mencegah perpindahan sang pemain, dan selanjutnya, menolak kesempatan untuk merekrut penggantinya.

Dia hanya diturunkan Barcelona dalam 11 pertandingan musim lalu dan mencetak satu gol, kemudian di saat bersamaan Leganes terdegradasi. Cukup jelas bahwa langkah tersebut tidak berhasil bagi pihak mana pun yang terlibat.

3 dari 7 halaman

5. Malcom (41 Juta Euro)

Selebrasi Malcom (c) AP Selebrasi Malcom (c) AP

Salah satu transfer curang Batomeu yang membuat klub kesulitan. Malcom yang saat itu memperkuat Bordeaux awalnya sepakat gabung AS Roma. Fans sudah menunggu di bandara Roma untuk menyambut pemain baru mereka.

Namun, Barcelona membajak kesepakatan dan mencuri Malcom dari tangan AS Roma pada musim panas 2018 dengan banderol 41 juta euro (Rp710,5 miliar).

AS Roma berang. Direktur Olahraga AS Roma, Monchi, bahkan mempertimbangkan mengambil langkah hukum untuk Barcelona. Seperti yang terjadi, bukan hanya Valverde tidak menyadari perekrutan itu, bahkan tidak menginginkannya.

Itu banyak tercermin dalam waktu bermain Malcom. Pemain sayap itu tampil hanya dalam 15 kesempatan untuk Barca sebelum dikirim ke Zenit Saint Petersburg pada musim panas berikutnya.

4 dari 7 halaman

4. Antoine Griezmann (120 Juta Euro)

Antoine Griezmann gagal membantu Barcelona menang (c) AP Photo Antoine Griezmann gagal membantu Barcelona menang (c) AP Photo

Griezmann jelas masih punya waktu untuk membuktikan dirinya, setelah hanya menghabiskan satu musim yang relatif lesu di Barcelona hingga saat ini. Tetapi dengan 120 juta euro (Rp2 triliun), fans mengharapkan lebih banyak.

Mantan bintang Real Sociedad dan Atletico Madrid itu adalah perekrutan musim panas lalu, bersama Frenkie de Jong. Tetapi menjadi pemain berlabel mahal terbukti bisa memicu masalah.

Griezmann tidak benar-benar cocok dengan sistem di Barcelona.

Pemain Prancis itu terkenal karena bermain tajam sebagai striker utama tim. Tetapi dalam formasi 4-3-3 Barcelona, ​​bakatnya cenderung sia-sia karena dia terdampar di sayap.

5 dari 7 halaman

3. Ousmane Dembele (105 Juta Euro)

Selebrasi Ousmane Dembele usai mencetak gol pada duel Juventus vs Barcelona, Liga Champions 2020/21 (c) AP Photo Selebrasi Ousmane Dembele usai mencetak gol pada duel Juventus vs Barcelona, Liga Champions 2020/21 (c) AP Photo

Dengan harga sekitar setengah Neymar, Dembele mengisi setidaknya 50 persen dari lubang di Barcelona yang tercipta akibat kepergain Neymar ke PSG pada 2017. Dembele berlabel 105 juta euro atau setara Rp1,82 triliun.

Dembele menjadi pemain termahal kedua dalam sejarah setelah kepindahannya dari Borussia Dortmund dan diberi kaus nomor 11 yang dulu dipakai Neymar.

Namun, cedera hamstring pada laga debut di La Liga membuat sang winger absen empat bulan, dan menjadi tanda buruk dari kiprahnya setelah itu.

Musim kedua Dembele terbukti lebih menjanjikan, saat mulai mencetak gol dan mencatat assist secara teratur. Penampilannya yang tidak konsisten masih banyak dikritik, dan cedera hamstring lainnya musim ini membuatnya absen selama enam bulan.

Dia berhasil kembali ke bangku cadangan untuk pertandingan perempat final Liga Champions musim lalu saat Barcelona melawan Bayern Munchen. Dia hanya jadi penonton saat klubnya dipeermak 2-8.

6 dari 7 halaman

2. Arda Turan (34 Juta Euro)

Arda Turan (c) Anadolu Arda Turan (c) Anadolu

Larangan transfer Barcelona pada 2015 membuat meskioun Turan bergabung dengan klub tersebut pada musim panas dengan banderol 34 juta euro (Rp589,6 miliar), dia tidak memenuhi syarat untuk bermain hingga Januari berikutnya. Dan setelah penantian cukup lama itu, sang gelandang gagal bersinar.

Faktanya, ada konspirasi di antara penggemar tertentu yang meyakini Turan sama sekali tidak dikontrak karena kehebatannya di lapangan. Mereka menduga ia diboyong karena punya ikatan kuat klub dengan sponsor Turki.

Ketika Valverde didapuk menjadi pelatih Barca pada 2017, dengan cepat menjadi jelas bahwa, seperti Malcom, Turan tidak ada dalam rencananya. Dari dicemooh oleh penggemarnya sendiri, hingga dituduh kelebihan berat badan, hingga menyuarakan dukungan kontroversialnya kepada presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tiga tahun Turan di Catalonia benar-benar bencana.

Dia pindah kembali ke negara asalnya Turki pada 2018, menandatangani kontrak dengan Istanbul Basaksehir sebelum kemudian bergabung kembali dengan klub masa kecilnya Galatasaray awal musim panas ini.

7 dari 7 halaman

1. Philippe Coutinho (120 Juta Euro)

Philippe Coutinho (c) AP Photo Philippe Coutinho (c) AP Photo

Mewakili bagian lain dari biaya transfer Neymar, Coutinho dipandang oleh banyak orang sebagai pengganti langsung yang ideal bagi rekan senegaranya itu. Gelandang serang itu tampil moncer di Liverpool, tetapi sang manajer Jurgen Klopp lebih menyukai gaya permainan yang lebih bertempo tinggi, transfer Coutinho tersebut masuk akal bagi kedua belah pihak.

Sementara Coutinho berjuang untuk membenarkan pengeluaran besar Bartomeu, Liverpool kemudian memboyong Virgil van Dijk dan Alisson dengan uang hasil penjualan pemain Brasil itu. Manuver Liverpool itu membantu The Reds berjaya di domestik dan Eropa.

Coutinho dianggap gagal, kemudian dipinjamkan ke Bayern Munich pada musim lalu. Ironisnya Coutinho tampil melawan Barcelona di perempat final Liga Champions dan mencetak dua gol. Barca kalah memalukan dengan skor 2-8. Musim ini Coutinho sudah kembali Barcelona dan sedang berusaha menemukan lagi kemampuan terbaiknya di bawah besutan Ronald Koeman.

Sumber: Planet Football

Disadur dari Bola.com (Penulis: Yus Mei Sawitri, 29 Oktober 2020)

KOMENTAR