BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Enam Direktur Barcelona Mundur Serentak, Ada Masalah Apa?

10-04-2020 07:27 | Ari Prayoga

 (c) FCB (c) FCB

Bola.net - Raksasa La Liga, Barcelona tengah diguncang prahara internal. Puncaknya, enam direktur klub berbasis di Catalan itu memilih untuk mengundurkan diri.

Sebelumnya, presiden Josep Maria Bartomeu dikabarkan kesal karena mendapat tekanan terus-menerus akibat dianggap melakukan beberapa kesalahan.

Kabar tidak enak dari tubuh manajemen Barcelona muncul satu persatu, mulai dari pemecatan Ernesto Valverde hingga komentar Eric Abidal yang seakan menyalahkan pemain.

Tak hanya itu, Bartomeu juga sempat dituduh melancarkan operasi menyerang para pemainnya sendiri lewat media sosial guna membersihkan namanya.

1 dari 2 halaman

Pengunduran Diri Enam Direktur

Bartomeu pun berusaha merombak manajemen dengan memberhentikan empat direktur, yakni Emili Rousaud, Enrique Tombas, Silvio Elias, dan Josep Pont.

Kini seperti dilansir La Vanguardia, dua direktur lainnya, yakni Maria Teixidor dan Jordi Calsamiglia bersolidaritas dengan mengajukan pengunduran diri.

Pengajuan pengunduran diri ini disampaikan keenam direktur tersebut kepada Barcelona pada Kamis (9/10/2020) malam waktu setempat.

Dengan situasi ini, maka dewan direksi Barcelona berkurang dari 19 orang menjadi 13 orang. Menurut aturan klub, dewan direksi minimal harus diisi oleh 14 orang. Karena itu, Bartomeu wajib untuk segera menunjuk satu direktur baru.

2 dari 2 halaman

Surat Perpisahan

Keenam orang tersebut menukiskan sebuah surat pengunduran diri sekaligus pernyataan perpisahan.

"Kami sampai pada titik ini karena tak mampu memutarbalikkan kriteria dan kondisi dari manajenen klub dalam menghadapi tantangan penting di masa depan dan, terutama, skenario baru setelah pandemi [virus Corona] ini,"

"Kami juga menggarisbawahi bahwa kami tidak terlibat dalam skandal media sosial, dikenal dengan sebutan 'Barcagate' yang kami ketahui dari media,"

Terakhir, keenam orang tersebut merekomendasikan agar Barcelona segera menggelar pemilihan presiden baru setelah situasi berangsur kondusif.

Sumber: La Vanguardia

KOMENTAR