Barcelona Jual Aset untuk Tambal Utang, Presiden PSG: Itu Nggak Adil!

Richard Andreas | 29 September 2022, 04:00
Selebrasi Memphis Depay setelah mencetak gol untuk Barcelona di Camp Nou (c) AP Photo
Selebrasi Memphis Depay setelah mencetak gol untuk Barcelona di Camp Nou (c) AP Photo

Bola.net - Barcelona mengejutkan banyak pihak dengan manuver agresif di bursa transfer musim panas lalu. Di tengah tumpukan utang, Blaugrana masih bisa merekrut nama-nama top, termasuk Robert Lewandowski.

Persoalan finansial Barca sudah jadi topik pembicaraan hangat dalam setahun terakhir. Era kepresidenan Josep Maria Bartomeu meninggalkan utang yang begitu besar.

Tahun lalu, Joan Laporta selaku presiden baru mengatakan bahwa utang Barca mencapai total 1,3 miliar euro. Angka tersebut tentu sangat besar, bahkan untuk tim top dunia selevel Barca.

Awalnya, siasat Barca adalah dengan mendekati pemain yang berstatus free transfer dan meminta pemain lain menerima pemotongan gaji. Namun, perlahan-lahan Barca mengubah strateginya.

1 dari 3 halaman

Siasat finansial Barca

Utang Barca terlalu besar dan klub tidak bisa membayarnya dalam waktu singkat. Jadi, strategi finansial yang diambil pihak klub adalah dengan menjual aset, dikenal dengan istilah tuas ekonomi.

Di bursa transfer musim panas lalu, Barca menarik total empat tuas ekonomi. Mereka menjual berbagai aset, seperti Barca Licensing and Merchandising (BLM), hak siar televisi, Barcelona Studios, dan kesepakatan sponsorship dengan Spotify.

Aset-aset tersebut dijual dalam jangka panjang, sekitar 20 sampai 25 tahun ke depan. Gampangnya, Barca mengeruk sumber-sumber pendapatan di masa depan untuk membayar utang di masa kini.

Siasat Barca ini tentu mengundang respons pro-kontra, khususnya karena nama besar mereka sebagai klub. Terkini, presiden PSG Nasser Al-Khelaifi pun ikut buka suara.

2 dari 3 halaman

Tidak Adil

Siasat finansial Barca memang tidak melanggar aturan apa pun, tapi Al-Khelaifi menilai bahwa pihak klub telah mengabaikan faktor moral. Terlebih, Barca sempat mendesak para pemain memotong gaji.

Bicara soal siasat tuas ekonomi Barca, kata Al-Khelaifi: "Apakah cara itu adil? Jelas tidak ... Apakah legal? Saya tidak yakin," mengutip POLITICO via Goal.

"Jika mereka mengizinkan Barca, klub-klub lain pasti meniru. UEFA memang punya aturan finansial. Jadi, seharusnya mereka akan menganalisis situasi tersebut."

"Aturan financial sustainability yang terbaru menunjukkan perkembangan positif. Namun, kita perlu berhati-hati. Jumlah utang yang terlalu besar bukanlah strategi berkelanjutan," tandasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR