BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

5 Pelajaran Rayo Vallecano vs Barcelona: Laga Penghakiman Buat Ronald Koeman

28-10-2021 08:55 | Yaumil Azis

Ronald Koeman usai mendampingi Barcelona di laga lawan Rayo Vallecano, Kamis (28/10/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo
Ronald Koeman usai mendampingi Barcelona di laga lawan Rayo Vallecano, Kamis (28/10/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Barcelona kembali menelan kekalahan di pentas La Liga. Rayo Vallecano membuat Gerard Pique dkk kembali bertekuk lutut dalam laga yang diselenggarakan di Estadio de Vallecas, Kamis (28/10/2021) dini hari, dengan skor tipis 0-1.

Satu-satunya gol yang berhasil tercipta pada pertandingan kali ini lahir melalui aksi sang penyerang yang sempat terlupakan, Radamel Falcao. Pria berdarah Kolombia tersebut mencetak gol pada menit ke-30.

Ada lima pelajaran penting yang bisa dipetik oleh Bolaneters dari pertandingan kali ini. Informasi selengkapnya bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah, ya.

1 dari 5 halaman

Selamat Tinggal, Ronald Koeman

Pelatih Barcelona Ronald Koeman. (c) AP Photo
Pelatih Barcelona Ronald Koeman. (c) AP Photo

Isu pemecatan Koeman sebenarnya sudah berhembus cukup lama. Aromanya bisa tercium sejak Barcelona menelan hasil buruk kala bertandang ke markas Benfica dalam laga lanjutan fase grup Liga Champions di bulan September lalu.

Namun, berkali-kali manajemen klub mengutarakan bahwa posisi Koeman masih aman. Ternyata, mempercayakan klub kepada pria berkebangsaan Belanda itu salah. Barcelona tak kunjung membaik di laga-laga berikutnya termasuk saat bertemu Vallecano.

Pada akhirnya, manajemen klub mengambil keputusan yang tegas dengan memecatnya. Keputusan ini pastinya membuat Barcelona merugi, karena Koeman masih punya sisa kontrak. Namun pada akhirnya kesabaran tetap ada batasnya.

2 dari 5 halaman

Belum Waktunya Melupakan Falcao

Radamel Falcao di Rayo Vallecano (c) Rayo Vallecano Official
Radamel Falcao di Rayo Vallecano (c) Rayo Vallecano Official

72 gol yang diciptakan ketika masih membela FC Porto membuat nama Radamel Falcao melambung tinggi di jagat sepak bola Eropa. Ia digadang-gadabg sebagai calon striker berbahaya di masa mendatang.

Konsistensinya dalam mencetak gol berlanjut ketika membela Atletico Madrid dan AS Monaco. Namun ketika membela dua klub papan atas Inggris, Manchester United dan Chelsea, karier Falcao meredup karena minimnya jumlah gol yang dihasilkan.

Masa-masa Falcao di dunia sepak bola profesional semakin mendekati akhir mengingat usianya tak lagi muda, 35 tahun. Namun gol yang diciptakan ke gawang Barcelona menjadi pertanda bahwa Falcao belum habis.

3 dari 5 halaman

Tak Bisa Berharap pada Memphis Depay

Penyerang Timnas Belanda dan klub Barcelona, Memphis Depay (c) AP Photo
Penyerang Timnas Belanda dan klub Barcelona, Memphis Depay (c) AP Photo

Penampilan Depay di awal musim ini cukup menjanjikan. Ia selalu berkontribusi dalam gol Barcelona di tiga pertandingan perdana La Liga musim ini. Performa apik itu kembali terlihat saat dirinya memperkuat Belanda pada pekan internasional.

Momen-momen itu sempat membuat fans Barcelona lupa dengan kepergian Lionel Messi pada musim panas kemarin. Namun setelah pekan internasional berakhir, entah kenapa, performa Depay menunjukkan penurunan.

Ia sempat menjadi bintang lagi saat Barcelona mengalahkan Valencia dengan skor 3-1, lalu tenggelam lagi dalam tiga laga terakhir termasuk ketika bertemu Vallecano. Berharap pada Depay saja sepertinya belum cukup buat Barcelona.

4 dari 5 halaman

Coutinho, Penyihir yang Semakin Mini

Pemain Barcelona Philippe Coutinho. (c) AP Photo
Pemain Barcelona Philippe Coutinho. (c) AP Photo

"Ketika dua pemain itu direkrut, mereka mendapat tepuk tangan dari semua orang. Coutinho datang karena Iniesta telah pergi. Dia terbaik di Premier League," ujar mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, beberapa waktu lalu.

'Little Magician' semakin memburuk. Ia tidak lagi menampilkan penampilan yang berkelas selayaknya di Liverpool dulu. Laga melawan Vallecano membuktikan bahwa Barcelona sudah tidak bisa lagi berharap keajaiban darinya.

34 operan yang dibuat sebelum digantikan pada menit ke-74 bukanlah angka ideal buat gelandang kreatif seperti Coutinho. Ia juga kehilangan bola sebanyak 15 kali. Usianya sudah tak lagi muda, 29 tahun, dan alangkah baiknya Barcelona mencari cara untuk melepasnya secara permanen di musim dingin nanti.

5 dari 5 halaman

Masihkah Ada Harapan?

Momen saat gawang Barcelona dijebol striker Rayo Vallecano Radamel Falcao di laga pekan ke-11 La Liga 2021-22 di Campo de Futbol de Vallecas, Kamis (28/10/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo
Momen saat gawang Barcelona dijebol striker Rayo Vallecano Radamel Falcao di laga pekan ke-11 La Liga 2021-22 di Campo de Futbol de Vallecas, Kamis (28/10/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo

Kekalahan ini membuat Barcelona semakin merosot dalam klasemen sementara La Liga. Kini mereka duduk di posisi ke-9 dengan koleksi 15 poin, tertinggal enam angka dari Real Madrid yang berada di puncak.

Berhubung kompetisi belum ada setengah jalan, masih ada banyak poin yang bisa diperebutkan dan oleh karenanya, peluang untuk juara tetap ada. Hanya saja, mereka butuh sosok pelatih yang bisa mewujudkan keajaiban.

Materi pemain Barcelona tidak buruk-buruk amat, kok. Mereka sebenarnya mampu keluar dari Messidependencia. Selama dipegang pelatih yang tepat, mungkin Barcelona bisa menutup musim dengan pencapaian yang tidak buruk-buruk amat.

KOMENTAR