BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran dari Laga Real Sociedad vs Real Madrid: Juara Bertahan Kok Imbang

21-09-2020 06:00 | Richard Andreas

Aritz Elustondo (kiri) menempel ketat Martin Odegaard pada duel Real Sociedad vs Real Madrid, pekan perdana La Liga 2020/21 (c) AP Photo Aritz Elustondo (kiri) menempel ketat Martin Odegaard pada duel Real Sociedad vs Real Madrid, pekan perdana La Liga 2020/21 (c) AP Photo

Bola.net - Real Madrid hanya bisa meraih satu poin pada kunjungan ke markas Real Sociedad, duel perdana La Liga 2019/20, Senin (21/9/2020) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 0-0, Madrid buntu. 

Hasil ini terbilang buruk bagi Madrid yang menyandang status juara bertahan. Zinedine Zidane pun langsung diserang kritik karena terlihat bermain aman pada laga pertama musim baru.

Ya, Madrid memang mendominasi penguasaan bola, tapi tidak banyak peluang matang tercipta. Bahkan Sociedad beberapa kali justru lebih berbahaya meski main bertahan.

Hasil ini pun menghasilkan lima pelajaran berharga dari laga pertama Los Blancos. Apa saja? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 5 halaman

Kurang bergairah

Terlihat jelas, pemain kedua tim tidak dalam level terbaiknya. Dampak pramusim yang terlalu singkat.

Semangat pemain masih tinggi, tapi fisik mereka tidak berbohong. Jeda antar-musim yang terlalu singkat karena pandemi virus corona bisa jadi salah satu masalah.

Pemain-pemain Madrid pun mengalami masalah yang sama. Laga ini justru terlihat seperti duel pramusim untuk pasukan Zidane.

Ritme mereka belum mencapai level terbaiknya, dan trio lini serang terlihat belum padu. Hanya barisan gelandang Madrid yang tampil baik.

2 dari 5 halaman

Lini serang tumpul

Lini serang Madrid jadi sorotan pada laga ini. Zidane memilih menurunkan Karim Benzema, diapit dengan dua winger muda: Vinicius Junior dan Rodrygo Goes.

Keputusan ini berani, tapi hasilnya kurang maksimal. Vinicius dan Rodrygo punya masa depan cerah, potensi mereka besar, sayangnya belum cukup jadi penentu pertandingan.

Vini dan Rodrygo terlalu mudah kehilangan bola pada posisi menguntungkan, dan dampaknya Benzema jadi terlalu sering mundur menjemput bola, posisi striker sentral pun jadi kosong.

Bola-bola hasil umpan silang Madrid pun terbuang percuma karena tidak ada yang bisa menerima di kotak penalti, tidak ada Benzema di sana.

3 dari 5 halaman

Madrid kurang variasi

Aritz Elustondo (kiri) menempel ketat Martin Odegaard pada duel Real Sociedad vs Real Madrid, pekan perdana La Liga 2020/21 (c) AP PhotoAritz Elustondo (kiri) menempel ketat Martin Odegaard pada duel Real Sociedad vs Real Madrid, pekan perdana La Liga 2020/21 (c) AP Photo

Zidane seharusnya mencoba mengubah taktik ketika situasi menemui jalan buntu, tapi dia justru bertahan dengan formasi yang sama, terlambat membuat perubahan.

Bahkan Zidane justru mengambil risiko menurunkan pemain-pemain belia Madrid, Marvin Park dan Sergio Arribas sebagai pengganti. Keputusan ini pun patut dipertanyakan.

Intinya, ZIdane punya banyak pemain di bangku cadangan yang seharusnya bisa jadi pembeda, salah satunya Luka Jovic.

Jika Benzema sering turun ke tengah, Jovic bisa dimainkan dan jadi target man di depan. Entah mengapa Zidane tidak mencoba variasi ini.

4 dari 5 halaman

Pilihan Zidane

Zidane pelatih hebat, koleksi trofinya sudah cukup jadi bukti. Namun, terkadang Zidane membuat pilihan-pilihan yang terlalu aman.

Pada laga ini dia memilih mempertahankan formasi selama 90 menit, padahal jelas-jelas formasi itu tidak cukup kuat untuk menjebol pertahanan Sociedad.

"Saya tidak mau mengubah sistem. Kami harus menempatkan pemain melebar, dan itulah yang kami lakukan. Saya punya banyak pemain. Hari ini saya membuat pilihan," ujar Zidane.

Sayangnya, pilihan Zidane kali ini tidak cukup memuaskan. Madrid juara bertahan, dan seharusnya bisa meraih poin penuh di laga perdana.

5 dari 5 halaman

Butuh bintang

Mungkin mulai terdengar membosankan, tapi Madrid terlihat masih belum menemukan pengganti Cristiano Ronaldo -- pemain bintang yang bisa jadi penentu hasil akhir.

Ada Benzema, tapi kali ini main buruk. Ada Eden Hazard, tapi berkutat dengan cedera. Ada Luka Modric, tapi level terbaiknya sudah lewat.

Madrid butuh pemain yang bisa mengubah laga seorang diri. Setidaknya pemain seperti ini biasanya dimiliki tim-tim juara, Madrid tidak.

Masih ada kesempatan untuk Hazard, yang sedang berjuang mencapai kondisi terbaiknya. Musim ini, tanpa belanja pemain, Madrid akan menggantungkan nasib pada progres winger Belgia ini.

Sumber: Berbagai sumber

KOMENTAR