BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran dari Laga Real Madrid vs Valencia: Satu Kata, Sempurna!

15-02-2021 01:10 | Yaumil Azis

Pemain Real Madrid merayakan gol yang dicetak Toni Kroos saat menghadapi Valencia dalam laga lanjutan La Liga hari Minggu (14/2/2021). (c) AP Photo Pemain Real Madrid merayakan gol yang dicetak Toni Kroos saat menghadapi Valencia dalam laga lanjutan La Liga hari Minggu (14/2/2021). (c) AP Photo

Bola.net - Real Madrid berhasil mengantongi tiga angka dari laga kontra Valencia dalam ajang La Liga yang digelar Minggu (14/2/2021) malam tadi. Bermain di Estadio Alfredo Di Stefano, Madrid menang dengan skor 2-0.

Hasil yang tidak mengejutkan, apalagi jika melihat catatan pertandingan di mana Madrid tampak sangat dominan. Klub berjuluk Los Merengues itu mencatatkan penguasaan bola sebesar 61 persen dan melepaskan total 16 tembakan.

Gol pertama pun datang saat pertandingan baru berlangsung selama 12 menit. Karim Benzema membuka mimpi buruk Los Che dengan tembakan melengkung dari pinggir kotak penalti yang gagal dihalau Jaume Domenech.

Jelang babak pertama berakhir, Real Madrid menggandakan keunggulannya lewat aksi Toni Kroos. Usai menjadi pelayan Benzema dalam gol pertama, kali ini gelandang berdarah Jerman tersebut dibantu Lucas Vazquez dalam prosesnya.

Ada 5 pelajaran penting yang bisa Bolaneters petik dari laga Real Madrid melawan Valencia ini. Informasi selengkapnya bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

Penampilan yang Sempurna

Tidak ada kata yang bisa menggambarkan penampilan Real Madrid pada pertandingan kali ini kecuali satu: Sempurna. Ya, mereka tidak hanya mendominasi pertandingan selama 90 menit penuh, tetapi juga membuat Valencia kesulitan untuk membuat peluang.

Sungguh, Thibaut Courtois tidak mendapatkan ancaman yang berarti dari para pemain lawan. Terutama pada babak pertama di mana barisan pertahanan Real Madrid tidak membiarkan Los Che melepaskan tembakan satu kali pun.

Dalam upaya mencetak gol, Madrid tidak menggantungkan harapannya kepada Benzema seorang. Lini tengah sesekali membantu dengan tembakan dari luar kotak penalti yang kerap dieksekusi oleh Luka Modric.

2 dari 5 halaman

Madrid Mulai Menemukan Pijakan

Inkonsistensi menjadi masalah utama Madrid memasuki tahun 2021. Dalam beberapa kesempatan, mereka gagal mendapatkan kemenangan ketika berhadapan dengan tim yang, di atas kertas, bisa dikalahkan.

Contoh yang paling nyata terlihat ketika mereka, dan benar-benar mengejutkan, kalah di tangan Levante dengan skor 1-2. Namun setelah itu, Madrid nampaknya sudah menemukan pijakan yang tepat untuk mengarungi sisa musim 2020/21.

Dimulai dari kemenangan dengan skor 2-1 atas Huesca pada awal bulan Februari, kini Madrid meraih tiga kemenangan beruntun. Ada peluang besar torehan ini berlanjut karena Madrid akan bertemu penghuni zona degradasi, Valladolid, pada pekan berikutnya.

3 dari 5 halaman

Kroos, Jantung Permainan Madrid

Whoscored sepakat memberikan gelar man of the match kepada Toni Kroos. Tentu, pemberian titah tersebut tidak dilakukan dengan pertimbangan raihan gol dan assist saja.

Pemain berusia 31 tahun tersebut mencatatkan akurasi umpan sebesar 94 persen, terbaik kedua setelah Nacho. Namun, perlu dicatat kalau dirinya melepaskan total 107 operan - terbanyak di laga ini - dibanding Nacho yang hanya melakukannya sebanyak 48 kali saja.

Selain itu, Kroos juga melakukan sentuhan terhadap bola sebanyak 115 kali. Sudah jelas kalau dirinya memang diberi peran sebagai motor segala aktivitas Real Madrid selama 90 menit pertandingan.

4 dari 5 halaman

Ketatnya Persaingan Zona Degradasi

Gelar La Liga musim ini nampaknya akan dipegang Atletico Madrid. Klub besutan Diego Simeone tersebut sedang berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan lima poin dari Real Madrid dan memiliki dua pertandingan tunda.

Persaingan yang jauh lebih ketat terlihat di bagian bawah klasemen. Situasinya bisa dengan mudah berubah karena penghuni peringkat ke-18 dan 11 hanya terpisah jarak empat poin saja.

Valencia, yang sekarang berada di peringkat ke-12, pun tidak aman dari ancaman degradasi. Jika sampai kejadian, ini akan menjadi kali pertama Los Che turun ke Segunda Division sejak musim 1985/86.

5 dari 5 halaman

Masihkah Ada Peluang Juara?

Dalam beberapa tahun terakhir, Atletico Madrid selalu tampak seperti penantang juara. Tapi baru di tahun ini Los Rojiblancos terlihat sangat dekat dengan gelar juara sejak musim 2013/14. Lantas, apakah Real Madrid masih punya kesempatan untuk merebut posisi puncak?

Seperti yang telah dijelaskan, Madrid terpaut jarak lima poin dari Atletico yang belum memainkan dua laga tundanya. Jika meraih kemenangan di kedua pertandingan tersebut, jarak bisa semakin melebar jadi 11 poin.

Real Madrid juga sempat dilanda masalah inkonsistensi pada awal tahun 2021 ini sebelum mendapatkan tiga kemenangan beruntun. Nampaknya, peringkat kedua menjadi posisi yang paling realistis buat mereka.

KOMENTAR