BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Barcelona vs Real Madrid: Satu Pergantian Pemain yang Penting dari Zidane

24-10-2020 23:44 | Asad Arifin

Sergio Ramos dan Lionel Messi pada laga El Clasico, Sabtu (24/10/2020) malam WIB (c) AP Photo Sergio Ramos dan Lionel Messi pada laga El Clasico, Sabtu (24/10/2020) malam WIB (c) AP Photo

Bola.net - Laga Barcelona vs Real Madrid berakhir murung bagi tuan rumah. Sebab, Barcelona harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 1-3 pada laga pekan ketujuh La Liga musim 2020/2021 itu.

Bermain di Camp Nou, Sabtu (24/10/2020) malam WIB, Barcelona sudah tertinggal pada menit ke-5. Fede Valverde membuka keunggulan Real Madrid usai menerima umpan Karim Benzema.

Namun, Barcelona bangkit hanya tiga menit berselang. Ansu Fati mencetak gol usai menerima umpan Jordi Alba.

Pada babak kedua, Real Madrid mampu menambah dua gol. Pada menit ke-63, Real Madrid mencetak gol dari eksekusi penalti Sergio Ramos. Setelah itu, ada gol Luka Modric pada menit ke-90.

Real Madrid menang dengan skor 1-3 pada laga El Clasico sekaligus menutup tren kekalahan pada dua laga terakhir.

Lantas, pelajaran apa saja yang bisa dipetik dari duel ini? Simak di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Barcelona Rapuh di Pertahanan

Neto tidak bisa dikatakan tampil buruk pada laga ini. Walau kiper asal Brasil itu kebobolan tiga gol, dia juga membuat banyak penyelamatan. Neto enam kali mengamankan gawang Barcelona.

Faktor yang membuat tiga gol bersarang di gawang Barcelona adalah rapuhnya duet Gerard Pique dan Clement Lenglet. Sergio Busquets juga tidak tampil cukup bagus pada laga El Clasico.

Gol Fede Valverde menjadi bukti betapa rapuhnya duet Lenglet dan Pique. Sedangkan, Busquets tidak melakukan upaya yang cukup untuk mengejar Valverde. Kinerja tiga pemain tersebut tidak cukup bagus di laga ini.

2 dari 5 halaman

Faktor Sergio Ramos

Bek dan kapten Real Madrid, Sergio Ramos (c) AP Photo Bek dan kapten Real Madrid, Sergio Ramos (c) AP Photo

Sergio Ramos menunjukkan bahwa kehadirannya di lapangan sangat penting bagi Real Madrid. Sergio Ramos sempat kewalahan menjaga Lionel Messi di babak pertama, tetapi bangkit di babak kedua.

Sergio Ramos punya pengalaman segudang untuk bermain di laga sulit, seperti El Clasico. Saat dia mendapat momen, Sergio Ramos tahu apa yang harus dilakukan. Itulah yang terjadi saat Lenglet menari kaus-nya di kotak penalti.

Sergio Ramos pun dengan tenang menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti. Ramos membuat Real Madrid unggul 1-2. Momen ini kemudian membuat Real Madrid berada di atas angin dan akhirnya menang.

3 dari 5 halaman

Pergantian Pemain Koeman

Ronald Koeman membuat keputusan yang tepat dengan memainkan Ansu Fati sebagai penyerang. Pemain 17 tahun tampil tajam dan merepotkan lini pertahanan Madrid. Koeman juga lebih memilih Pedri daripada Griezmann.

Namun, Ronald Koeman kurang siap dalam melakukan pergantian. Eks pelatih Everton itu lebih nampak panik daripada mengganti pemain dengan cermat untuk bisa mengubah situasi.

Pada menit ke-81, Koeman mengganti tiga pemain sekaligus. Termasuk Fati yang bermain sangat bagus. Nahas, pemain yang dimasukkan pelatih asal Belanda itu tidak memberi dampak yang besar.

4 dari 5 halaman

Pergantian Pemain Zidane

Berbeda dengan Ronald Koeman, kubu Zinedine Zidane justru cerdik dalam pergantian pemain. Satu pergantian dilakukan Zidane dan mampu mengubah jalannya laga yakni Nacho digantikan Lucas Vazquez.

Nacho yang bermain sebagai bek kanan menjadi titik lemah Real Madrid di babak pertama. Gol Ansu Fati berasal dari wilayahnya. Namun, Vazquez mengubah sisi kanan Madrid menjadi sulit tembus setelah dia berada di lapangan.

Bukan hanya kuat saat bertahan, Vazquez juga aktif membantu lini serang. Dia sempat memberi umpan pada Toni Kroos yang berujung peluang emas.

Zidane juga memainkan Luka Modric untuk menggantikan Fede Valverde pada menit ke-69. Masukannya Modric membuat Madrid lebih tenang saat menguasai bola. Mereka bisa mengatur ritme permainan dengan baik.

5 dari 5 halaman

Aksi Menjanjikan Ansu Fati

Ansu Fati dan Jordi Alba usai membobol gawang Real Madrid, Sabtu (24/10/2020) (c) AP Photo Ansu Fati dan Jordi Alba usai membobol gawang Real Madrid, Sabtu (24/10/2020) (c) AP Photo

Barcelona memang kalah. Ronald Koeman pun tidak menunjukkan pilihan yang tepat dalam pergantian pemain. Namun, ada satu kabar baik untuk Barcelona dari Ansu Fati.

Ansu Fati menunjukkan bahwa dia adalah aset besar Barcelona di masa depan. Pemain 17 tahun itu menjadi sosok yang paling merepotkan pertahanan Real Madrid di laga ini.

Ansu Fati mencatat rekor sebagai pencetak gol paling muda di El Clasiso. Sebelumnya, Ansu Fati juga mencatatkan rekor sebagai pencetak gol termuda Barcelona, pencetak gol termuda Barcelona di Liga Champions, dan pencetak gol termuda Spanyol.

Sumber: Berbagai Sumber

KOMENTAR