5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Situasinya Dibalik: Ronaldo di Barcelona, Messi di Madrid

Richard Andreas | 20 Mei 2020, 08:00
Cristiano Ronaldo ketika masih berseragam Real Madrid dan Lionel Messi (c) AFP
Cristiano Ronaldo ketika masih berseragam Real Madrid dan Lionel Messi (c) AFP

Bola.net - Belasan tahun terakhir penikmat sepak bola dunia sudah biasa menyaksikan aksi ajaib Lionel Messi dan keganasan Cristiano Ronaldo. Dua legenda sepak bola modern ini bermain di level yang begitu tinggi selama bertahun-tahun.

Messi, tentu, tumbuh berkembang bersama Barcelona. Dia menghabiskan nyaris sepanjang kariernya bersama raksasa Catalan tersebut.

Mulai debut di level senior pada tahun 2004, Messi terus berkembang sampai jadi legenda seperti sekarang. Bahkan Messi bisa disebut sebagai Barcelona itu sendiri.

Kasus Ronaldo sedikit berbeda. Bibitnya tercipta di Sporting, dipupuk Manchester United, dan berkembang sempurna di Real Madrid. Kini, meski tak lagi muda, Ronaldo masih menyuguhkan level tinggi berseragam Juventus.

Berbeda dengan Messi, Ronaldo dianggap sebagai pemain yang lebih komplet. Dia bisa bermain sama baiknya di Liga Inggris, Spanyol, dan Italia, tidak seperti Messi yang belum pernah bermain di luar Spanyol.

Perbedaan jalur karier dua pemain top ini kerap jadi bahan perdebatan. Sebagian merasa Ronaldo lebih baik karena sudah terbukti di beberapa liga top, sebagian lain yakin Messi yang terbaik karena keajaibannya bersama bola

Perdebatan itu tak akan usai, bahkan mungkin sampai keduanya pensiun nanti. Namun, mari berandai-andai: Apa yang mungkin terjadi andai situasinya dibalik?

Apa yang mungkin terjadi Andai Messi bermain untuk Madrid dan Ronaldo membela Barcelona beberapa tahun lalu? Untuk menjawab pertanyaan itu, Bola.net merumuskan setidaknya ada 5 kemungkinan andai situasinya benar-benar terbalik.

Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 6 halaman

1. Tiki-taka mungkin tak sempurna

Tiki-taka lahir (atau lebih tepatnya disempurnakan) di era Josep Guardiola pada musim 2008/09. Kala itu, Guardiola berhasil membimbing Barca jadi tim Spanyol pertama yang bisa meraih treble winners.

Barca menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions pada musim itu. Mereka juga sukses meraih 6 trofi dalam satu tahun kalender.

Tentu, kesuksesan Barca sebagian besar disebabkan oleh gaya bermain indah yang saat itu membius dunia sepak bola. Mereka menyuguhkan gaya dominasi penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek yang disebut tiki-taka.

Tentu, tiki-taka tidak akan sempurna jika tidak ada Messi. Memang ada Xavi dan Andres Iniesta yang punya visi bermain luar biasa, tapi tanpa penyerang/finisher sekelas Messi, tiki-taka mungkin tidak sempurna karena tidak bisa melahirkan banyak gol.

Uniknya, bisa jadi Barca menemukan gaya bermain baru yang lebih tangguh. Bayangkan Ronaldo berduet dengan Zlatan Ibrahimovic di lini serang.

2 dari 6 halaman

2. Madrid bisa jadi banyak raih trofi

Selama membela Barcelona, Lionel Messi membantu klub meraih 34 trofi di semua kompetisi, termasuk 10 trofi La Liga. Tidak semua pemain bisa mencapai torehan sebaik itu.

Sejak Messi jadi salah satu pemain inti Barca, raksasa Catalan itu terus mendominasi La Liga dan Eropa. Tercatat, dalam 11 tahun terakhir, Barca medominasi dengan 8 trofi La Liga, Madrid hanya 2.

Jelas ada alasan kuat di balik kesuksesan Barca, namanya Lionel Messi. La Pulga adalah satu pemain yang bisa membuat perbedaan begitu besar, selalu membawa Barca menang atau sekadar menghindari kekalahan.

Tentu, ceritanya akan jauh berbeda jika Messi membela Madrid. Bisa jadi Los Blancos jauh lebih sukses di La Liga, plus di Liga Champions.

3 dari 6 halaman

3. Barcelona mungkin tidak terlalu sukses

Sebaliknya, jika Madrid bisa sukses besar bersama Messi, Barcelona mungkin tidak terlalu. Situasinya bisa berbalik sepenuhnya, meski keberadaan Ronaldo di Barca tidak bisa dipandang remeh.

Meski tak meraih banyak trofi, bisa jadi Barca justru lebih sukses di panggung Eropa. Betapa tidak, Madrid merupakan klub paling sukses dalam sejarah Liga Champions.

Ronaldo sendiri sekarang mengoleksi 5 trofi Liga Champions plus sederet rekor individu lainnya. Bersama Ronaldo Madrid bisa meraih trofi Liga Champions ke-10 sampai ke-13.

Andai Ronaldo mengenakan kostum Barca, besar kemungkinan dia membawa kesuksesan Eropa itu. Meski sulit bersaing di liga domestik, Barca bisa mengandalkan Ronaldo di panggung Eropa.

4 dari 6 halaman

4. Messi mungkin gonta-ganti klub

Sekarang, Messi adalah Barcelona, tidak bisa dibantah. Dia menghabiskan nyaris sepanjang kariernya bersama Barca, dengan pengecualian masa-masa mudanya di Newell's Old Boys.

Total, Messi sudah sekitar 19 tahun mengenakan kostum Barca, tidak ada niat pergi ke klub lain. Ada banyak faktor yang berperan, sebagian besar karena gaya bermain Messi yang begitu cocok dengan Barca.

Biar begitu, situasinya bisa berubah drastis andai Messi bermain untuk Madrid. Katakanlah dia menjalani debutnya di tahun 2004, sama seperti yang dia lakukan di Barca.

Saat itu Madrid diisi oleh banyak pemain top, Los Galacticos. Ada Zinedine Zidane, David Roberto Carlos, Beckham, Luis Figo, dan Raul Gonzalez. Messi harus membuktikan diri dalam tim bertabur bintang itu.

Mengingat kasus pemain-pemain bintang Madrid, besar kemungkinan Messi hanya bermain 4-5 tahun di sana, lalu memilih pergi ke klub lain untuk menjajal tantangan baru.

5 dari 6 halaman

5. Ronaldo tidak akan cocok di Barca

Barcelona, Mes Que Un Club. Slogan itu begitu kental dengan salah satu klub terbesar di dunia ini. Artinya, Barca tidak sekadar bermain sepak bola, mereka memegang teguh nilai-nilai dan filosofi yang sudah bertahan ratusan tahun.

Karena itulah Barca tidak bisa mendatangkan sembarang pemain, harus pemain-pemain tertentu yang sesuai dengan identitas klub. Ronaldo memang pemain top, tapi mungkin tidak cocok dengan identitas Barca.

Gaya bermain Ronaldo berorientasi pada gol, eksplosif, agresif, dan sedikit egois. Kapten Portugal ini memang selalu bisa diandalkan untuk menjebol gawang lawan, tapi besar kemungkinan Ronaldo tidak cocok dengan Barca.

Faktanya Barca sudah beberapa kali diperkuat pemain yang punya gaya bermain mirip dengan Ronaldo, tapi sebagian besar mereka gagal menyesuaikan diri.

6 dari 6 halaman

Bagaimana jika main bareng satu tim?

Terlepas dari 5 kemungkinan perbedaan di atas, ada satu lagi kemungkinan yang tidak kalah menarik: bagaimana jika Messi dan Ronaldo main bareng dalam satu tim?

Memang gaya bermain keduanya berbeda, tapi bukan berarti tidak bisa bekerja sama. Memahami ambisi presiden Madrid, Florentino Perez, jelas dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menduetkan dua pemain itu.

Messi dan Ronaldo bakal mengisi kedua sisi sayap untuk membentuk tim terbaik di dunia. Ronaldo di kiri, Messi di kanan, tim ini mungkin nyaris tidak terkalahkan.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR