Unai Simon Agak Kecewa dengan Kemenangan Spanyol atas Swiss, Kenapa?

Yaumil Azis | 3 Juli 2021, 04:01
Kiper Timnas Spanyol, Unai Simon. (c) AP Photo

Bola.net - Setelah berjuang keras, akhirnya Spanyol sukses mengalahkan Swiss dalam laga perempat final Euro 2020 yang digelar pada hari Jumat (2/7/2021). Namun Unai Simon selaku kiper merasa tidak terlalu puas dengan hasil apik tersebut.


Simon tampil sejak awal dalam pertandingan kali ini dan mampu melakukan beberapa penyelamatan apik. Namun aksi terbaiknya baru terlihat ketika Spanyol berduel dengan Swiss dalam babak adu penalti.

Sebelum itu, perlu diketahui bahwa Spanyol dan Swiss bermain imbang pada waktu normal hingga babak extra time dengan skor 1-1. Spanyol unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Denis Zakaria, sementara Swiss membalas melalui Xherdan Shaqiri.

Hasil imbang tersebut membuat pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalti. Simon berhasil menghalau eksekusi dua dari empat penenang Swiss sehingga La Furia Roja menang dengan skor 3-1.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Simon Kurang Puas

Simon menunjukkan ketidakpuasaannya terhadap hasil yang diraih Spanyol kali ini. Kiper Athletic Bilbao tersebut merasa kalau timnya seharusnya bisa keluar sebagai pemenang lebih awal dari seharusnya.

Ketidakpuasan Simon cukup beralasan. Adu penalti memang selalu diselimuti oleh ketidakpastian. Siapapun, mau itu tim besar ataupun kecil, bisa keluar sebagai pemenang karena babak ini kerap diselimuti oleh keberuntungan.

"Tidak tepat kalau kami bermain sampai babak penalti. Kami seharusnya mengakhiri pertandingan lebih cepat," buka Simon dalam konferensi pers pasca laga, seperti yang dikutip dari situs resmi UEFA.

"Adu penalti adalah sebuah lotre, tapi saya gembira bahwa kami bisa melakukan pekerjaan kami dan melaju ke babak berikutnya," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Obrolan dengan Luis Enrique

Berkat dua penyelamatannya, Simon pun dinobatkan sebagai man of the match dalam pertandingan kali ini. Sangat kontras dengan laga 16 besar melawan Kroasia, di mana pria berumur 24 tahun tersebut melakukan blunder fatal.

Setelah kejadian itu, Simon bertemu dengan Luis Enrique selaku pelatih. Hasil pertemuan itu bisa menjadi alasan di balik kebangkitannya. Namun sang kiper memilih untuk merahasiakan isi obrolan tersebut.

"Luis Enrique berbicara kepada saya, tapi saya takkan pernah mengungkapkan apa yang dia dan staf katakan pada saya ke publik. Saya senang bisa menjadi bagian dalam apa yang kami lakukan untuk meraih kemenangan," pungkasnya.

Kemenangan ini membuat Spanyol berhak melaju ke babak semifinal. Sekarang mereka hanya perlu menunggu hasil akhir duel Belgia kontra Italia yang, saat berita ini dituliskan, sedang bertarung di Allianz Arena untuk mengetahui lawan berikutnya.

(UEFA)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR