Performa Buruk Bruno Fernandes Tuai Kritik: Dia Cuma Jalan-Jalan di Lapangan

Aga Deta | 20 Juni 2021, 09:02
Gelandang Portugal Bruno Fernandes (kanan) pada laga kontra Jerman di Euro 2020. (c) AP Photo

Bola.net - Bruno Fernandes tampil sangat mengecewakan saat Portugal menelan kekalahan dari Jerman di Euro 2020. Alhasil, Fernandes mendapatkan kritik dari mantan pemain Arsenal, Lee Dixon.


Portugal menghadapi Jerman di matchday kedua fase grup F Euro 2020. Namun, pasukan Fernando Santos harus mengakui keunggulan Jerman 4-2 di Allianz Arena, Sabtu (19/6) malam WIB.

Portugal sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Cristiano Ronaldo. Namun, Jerman bisa membalas melalui gol bunuh diri Ruben Dias, Raphael Guerrero di babak pertama.

Kai Havertz dan Robin Gosens berhasil menambah keunggulan Jerman. Namun, Diogo Jota akhirnya bisa memperkecil kedudukan untuk Portugal.

Bruno Fernandes merupakan salah satu pemain yang tampil buruk dalam pertandingan melawan Jerman. Dia ditarik keluar dan digantikan Joao Moutinho pada menit ke-64.

1 dari 2 halaman

Performa Bruno Fernandes

Selepas laga, Lee Dixon mengkritik performa malas Bruno Fernandes. Dia menyebut gelandang Manchester United tersebut cuma berjalan-jalan di atas lapangan.

“Seseorang perlu memberi tahu Fernandes bahwa timnya tertinggal 3-1. Tapi lihat, dia hanya berjalan-jalan di atas lapangan,” kata Dixon kepada ITV.

“Dia kemudian memiliki kesempatan untuk berlari ke depan dan melakukan beberapa hal dengan para pemain yang di depannya. Tapi tidak ada energi dalam larinya sama sekali.”

2 dari 2 halaman

Karena Taktik

Sementara itu, bos Portugal Fernando Santos mengakui bahwa taktiknya yang harus disalahkan atas kekalahan timnya dari Jerman.

“Kami baru saja mengubah taktik lini tengah untuk pertandingan. Kami hanya ingin menekan pemain lini tengah – Gundogan dan Kroos – dan kami ingin bek sayap kami maju,” kata Santos.

“Tetapi jelas untuk melihat bahwa kami selalu kekurangan pemain tambahan di lini tengah dan didorong mundur. Itu adalah strategi saya dan saya bertanggung jawab penuh untuk itu.

“Di babak pertama, mereka hanya mengalami dua pelanggaran. Jika kami tidak dapat menghentikan mereka, jika kami memiliki masalah dalam penguasaan bola, maka kami memiliki masalah.”

Sumber: Metro

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR