Ouch! Mourinho Buka Luka Lama Deschamps: Final Liga Champions, Porto 3-0 Monaco

Yaumil Azis | 19 Juni 2021, 03:28
Jose Mourinho. (c) AP Photo

Bola.net - Perang kata antara Jose Mourinho dengan pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, kembali berlanjut. Nahkoda anyar AS Roma tersebut membuka luka lama Deschamps di laga final Liga Champions tahun 2004 silam.


Masalah ini dimulai ketika Mourinho mengklaim bahwa Prancis akan disebut gagal kalau tak mampu memenangkan Euro 2020. Pernyataan tersebut rupanya mengundang reaksi keras dari Deschamps.

"Saya juga berpikir hal serupa soal tim Tottenham asuhannya, namun itu tidak berakhir seperti itu," respon Deschamps soal komentar Mourinho.

Seperti yang diketahui, perjalanan Mourinho di Tottenham hanya berlangsung selama dua musim saja. Ia dipecat hanya beberapa hari sebelum the Lilywhites memainkan laga final Carabao Cup melawan Manchester City.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Ungkit Luka Lama

Mourinho pun sepertinya tidak bisa menerima perkataan Deschamps dengan baik. Ia kemudian mengungkit kembali pertemuan antara keduanya pada babak final Liga Champions, di mana kala itu dia masih menukangi Porto.

Sebaliknya, Deschamps sedang merintis karir sebagai pelatih bersama Monaco. Kedua tim berstatus kuda hitam itu membuat publik terkejut karena berhasil mencapai final. Porto keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0.

"Ya, dia tidak melupakan final Liga Champions: Porto 3-0 Monaco. Saya rasa dari situlah asalnya. Seharusnya bukan karena saya menelan kekalahan di banyak laga dan saya tidak memiliki masalah karena kalah," ujarnya kepada talkSPORT.

2 dari 2 halaman

Pujian untuk Deschamps

Kendati demikian, bukan berarti Mourinho tidak memandang tinggi Deschamps sebagai seorang pelatih. Ia mengakui kalau kinerja pria berumur 52 tahun tersebut di Timnas Prancis sangat baik.

"Dia punya tim yang fenomenal. Dia adalah pelatih timnas yang sangat bagus, sungguh sangat bagus. Bukan cuma soal pemain, dia adalah pelatih hebat di timnas itu. Kinerja yang luar biasa," tambahnya lagi.

"Bukan cuma soal punya pemain terbaik, tapi juga bagaimana melatih mereka, mengatur, memimpin mereka. Anda bisa lihat beberapa pemain jadi lebih baik ketika mereka bermain untuk timnas ketimbang di klub."

"Dia membuat keputusan yang sangat kuat. Mengasingkan Benzema selama lima tahun adalah keputusan yang kuat. Membawanya kembali ketika timnya jadi juara dunia tanpa Karim dan memulai bersama dia, serta mengubah dinamika tim... dia adalah pelatih yang sangat bagus," pungkasnya.

(talkSPORT)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR