Enam Pelajaran dari Laga Euro 2020 Inggris vs Kroasia: The Three Lions Bakal Juara?

Dimas Ardi Prasetya | 14 Juni 2021, 06:30
Winger Inggris Raheem Sterling menjebol gawang Kroasia di matchday 1 Grup D Euro 2021 di Stadion Wembley, Minggu (13/06/2021) malam WIB. (c) Pool AFP via AP Photo

Bola.net - Timnas Inggris berhasil meraih kemenangan di laga perdananya di Grup D Euro 2020 lawan Kroasia, Minggu (13/06/2021) malam WIB.


Inggris mendapat keuntungan besar saat melawan Kroasia. Sebab mereka bisa bermain di markasnya sendiri yakni di Stadion Wembley.

Terlebih, para fans juga bisa masuk ke stadion meski kapasitas tetap dibatasi. Inggris sendiri tampil dengan formasi empat bek di belakang dan bukannya tiga seperti sebelumnya.

Di babak pertama, Inggris tak bisa mencetak gol meski bisa mendominasi penguasaan bola. Baru di babak kedua mereka bisa menjebol gawang Kroasia, tepatnya pada menit ke-57, melalui tendangan Raheem Sterling, memanfaatkan umpan apik Kalvin Phillips.

Kroasia berusaha keras untuk bisa mencetak gol balasan. Namun mereka gagal melakukannya. Pada akhirnya Inggris pun menang 1-0 di laga ini.

Dari laga tersebut, pelajaran apa saja yang bisa dipetik? Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.

1 dari 6 halaman

Pemilihan Pemain Inggris yang Bikin Heran

Di laga ini banyak fans Timnas Inggris yang garuk-garuk kepala. Bukan gatal tapi karena mereka merasa heran pada keputusan Gareth Southgate.

Di laga ini, ia memutuskan memainkan formasi empat bek di belakang. Biasanya ia memilih tiga saja.

Yang aneh adalah keputusan untuk memainkan Kieran Trippier sebagai bek kiri. Padahal di posisi itu masih ada Luke Shaw dan Ben Chilwell, dua bek kiri murni.

Lalu di pos bek kanan, ia memilih memainkan Kyle Walker. Padahal ada Reece James yang tampil menawan bersama Chelsea pada musim ini. Dan tentu saja masih ada Trippier yang ikut membantu Atletico Madrid juara La Liga pada musim 2020-21 kemarin.

Lalu keputusan yang bikin heran lainnya adalah memainkan Raheem Sterling. Padahal di pos sayap kiri masih ada Jack Grealish yang menawan bersama Aston Villa.

2 dari 6 halaman

Kane Diam-diam Bae

Inggris memiliki penyerang kelas dunia dalam skuatnya. Mereka memiliki seorang Harry Kane.

Pemain Tottenham tersebut adalah top skor Premier League 2020-21 lalu. Dan jangan lupa, Kane juga enjadi top skor saat Inggris bermain di Piala Dunia 2018 lalu.

Jadi wajar apabila ia digadang-gadang akan bisa memimpin skuat Inggris. Namun di laga ini Kane malah diam saja. Ia tak bisa banyak berkutik di area pertahanan lawan.

Ia memang tak mendapat servis dari rekan-rekannya. Namun di sisi lain Kane juga tak bisa mengubah keadaan dengan permainannya sendiri.

Ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Inggris ke depannya. Namun demikian ini bisa menjadi hal yang baik karena itu artinya The Three Lions tak bergantung pada Kane.

3 dari 6 halaman

Kepercayaan Pada Sterling Dibayar Lunas

Raheem Sterling memang merupakan pemain langganan Timnas Inggris. Sebab penampilannya memang oke.

Akan tetapi tidak demikian pada musim 2020-21 kemarin. Sterling tak tampil terlalu bersinar di Manchester City. Alhasil ia pun sering duduk di bangku cadangan.

Untungnya, meski melempem di level klub, Sterling tampil cukup oke di laga lawan Kroasia ini. Ia merepotkan barisan belakang lawan dan pada akhirnya bisa menghasilkan gol kemenangan bagi Inggris.

Nama Sterling sendiri tentu tak diharapkan fans Inggris untuk bermain. Sebab banyak dari mereka merasa Jack Grealish lebih layak dimainkan setelah menjalani musim yang apik bersama Aston Villa.

Sementara itu gol ke gawang Kroasia tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Sterling. Itu adalah gol pertamanya di putaran final turnamen besar yang diikutinya.

Dan dengan tambahan satu gol itu, Sterling kini telah terlibat dalam 19 gol dari 17 laga terakhirnya bersama Timnas Inggris. Rinciannya, 13 gol dan enam assist.

Namun selain itu, Sterling juga memberikan magis positif bagi Inggris. The Three Lions memenangkan 11 laga mereka di saat ia ikut mencetak gol.

4 dari 6 halaman

Phillips Mencuri Perhatian

Di pertandingan ini Inggris memakai formasi 4-2-3-1. Posisi dua gelandang di tengah diprediksi akan jadi milik Jordan Henderson dan salah satunya diperebutkan oleh Declan Rice atau Mason Mount.

Namun Henderson masih belum fit pasca cedera. Hal ini membuat Gareth Southgate memainkan Kalvin Phillips bersama Rice. Sebuah pilihan yang ternyata ciamik.

Pemain yang bersinar bersama Leeds United pada musim ini itu mampu tampil bersinar. Ia mampu mengeksekusi tugasnya dengan apik; menghentikan serangan-serangan lawan.

Selain itu ia juga membantu membangun serangan. Bahkan dari semua umpan yang ia lepaskan, Phillips cuma meleset dua kali saja. Di babak pertama catatannya istimewa. Ia menuntaskan 18 umpan yang ia lepaskan. Tak ada pemain lain yang bisa menyamai catatannya itu baik di tim Inggris atau pun Kroasia.

Namun selain itu ia juga memberikan bonus; menciptakan assist ciamik pada Raheem Sterling. Dengan penampilan seperti itu, ke depannya Phillips kemungkinan besar telah mematenkan satu posisi di lini tengah.

5 dari 6 halaman

Inggris Akhirnya Menang Juga

Timnas Inggris memiliki catatan yang kurang baik dalam laga-laga pembuka di pentas Euro. Dari sembilan laga sebelumnya, mereka tak pernah bisa meraih kemenangan.

Rinciannya, mereka kalah empat kali. Lima laga lainya berakhir dengan hasil imbang.

Tentunya ini menjadi modal yang bagus bagi pasukan Gareth Southgate dalam mengarungi turnamen Euro 2020. Apalagi Kroasia di atas kertas adalah lawan terkuat mereka di Grup D.

Kemenangan ini akan mengangkat moral Inggris di laga berikutnya lawan Skotlandia. Demikian juga di laga lawan Republik Ceko nantinya.

6 dari 6 halaman

Inggris Juara Euro 2020?

Ada catatan menarik soal Kroasia. Dari empat turnamen terakhir yang mereka ikuti, Luka Modric dkk kalah tiga kali dari tim yang akhirnya menjadi juara, baik itu di Euro atau di Piala Dunia.

Di Euro 2012, di fase grup, Kroasia dikalahkan oleh Spanyol. Lalu di Euro 2016, mereka dikalahkan oleh Portugal di babak 16 besar.

Lalu di Piala Dunia 2018, Kroasia digasak oleh Prancis. Duel keduanya saat itu terjadi di partai final.

Jadi apakah Inggris akan mengikuti jejak ketiga negara tersebut dan jadi juara Euro 2020 ini usai mengalahkan Kroasia?

(Opta/Sportsmole)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR