Tarian Samba Brasil di Piala Dunia 2022, Masih Wajar atau Sudah Berlebihan?

Richard Andreas | 9 Desember 2022, 20:30
Tarian Samba Brasil di Piala Dunia 2022, Masih Wajar atau Sudah Berlebihan?
Selebrasi skuad Brasil dalam laga 16 besar Piala Dunia 2022 versus Korea Selatan, Selasa (6/12/2022) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Brasil menghajar Korea Selatan dengan skor telak 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Selecao semakin tegas membuktikan status mereka sebagai salah satu calon juara.

Selasa (6/12/2022) dini hari WIB, duel Brasil vs Korea Selatan di Stadium 974 berjalan berat sebelah. Neymar dkk. terlalu tangguh dengan empat gol di 45 menit pertama.

Kemenangan Brasil dibuka oleh Vinicius Junior (7'), dilanjutkan dengan Neymar (13'), Richarlison (29'), dan Lucas Paqueta (36'). Korea Selatan dapat satu gol hiburan di babak kedua.

Menariknya, setiap kali mencetak gol, skuad Brasil merayakannya dengan tarian-tarian unik khas samba. Artinya, penonton pertandingan kemarin bisa sampai empat kali menyaksikan pemain-pemain Brasil menari di lapangan.

1 dari 2 halaman

Wajarkah?

Selebrasi tarian samba memang jadi salah satu ciri khas pemain-pemain Brasil. Hampir setiap pemain pernah melakukannya, mulai dari Pele, Ronaldinho, dan tentu saja Neymar sekarang.

Gaya bermain Brasil, disebut Jogo Bonito, memang sudah lama dikenal dunia. Jogo Bonito secara harfiah berarti 'sepak bola indah', artinya Brasil mengutamakan gaya main ekspresif yang tidak bisa dibukukan dalam taktik.

Setiap pemain Brasil memiliki skill individu yang cukup tinggi, umpan-umpan satu sentuhan, dan pergerakan tanpa bola. Mereka lantas melengkapinya dengan menari samba usai mencetak gol.

Dari kacamata Brasil, gaya main dan selebrasi ini selaras. Brasil dan tarian sudah begitu akrab, jadi bisa dianggap wajar.

2 dari 2 halaman

Sudah berlebihan?

Persoalannya, di laga lawan Korea Selatan kemarin, Brasil menari sampai empat kali, yaitu setiap selesai mencetak gol. Selebrasi ini bisa saja dianggap sebagai sikap tidak respek terhadap lawan.

Legenda MU, Roy Keane, terang-terangan mengkritik Brasil yang sudah berlebihan dengan selebrasi. Terkini, Simon Jordan si analis Premier League juga punya pandangan serupa.

"Saya tidak begitu suka dengan selebrasi gol konyol semacam ini. Saya kira selebrasi semacam ini sudah berlebihan dan jelas saya tidak begitu tertarik dengan tarian samba Brasil," kata Jordan di talkSPORT.

"Saya jelas tidak tertarik melihat Brasil menari menuju final Piala Dunia. Saya tidak begitu suka dengan sepak bola Brasil."

"Saya mengagumi mereka, tapi permainan Brasil terbaik yang pernah saya lihat adalah ketika mereka dihajar Jerman 7-1," tutupnya.

Sumber: talkSPORT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR