Harry Kane, Sepatu Emas, dan Patah Hati Inggris di Piala Dunia 2018

Serafin Unus Pasi | 19 Agustus 2022, 20:27
Harry Kane. (c) AP
Harry Kane. (c) AP

Bola.net - Tergabung di Grup G bersama Belgia, Tunisia dan Panama, Inggris lolos ke fase gugur setelah menempati posisi runner-up grup pada gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia. Three Lions langsung tampil trengginas dengan meraih hasil positif dengan membungkam Tunisia 1-2 dan Panama dengan skor 6-1.

Meskipun di laga terakhir pada fase grup mereka menelan kekalahan atas Belgia, skuat asuhan Gareth Southgate tetap meraih tiket lolos ke babak 16 besar. Dan torehan selisih gol yang dihasilkan oleh Inggris pun terbilang baik dengan memasukkan 8 gol dan kemasukan 3 gol.

Dalam fase gugur, Inggris mampu memutus rekor tak pernah menang dalam adu penalti di Piala Dunia setelah mereka mengalahkan Kolombia 3-4. Kemudian Harry Kane dkk berhasil melewati hadangan Swedia sehingga berhak melaju ke semifinal melawan Kroasia.

Sayangnya, harapan para fan timnas Inggris untuk mengulang kisah pada Piala Dunia 1966, harus pupus setelah Three Lions secara dramatis dikalahkan Kroasia dengan skor tipis 1-2.

1 dari 3 halaman

Raih Gelar Sepatu Emas

Harry Kane (c) AP

Harry Kane (c) AP

Meski tersingkir oleh Belgia di babak semifinal Piala Dunia 2018, Harry Kane dinobatkan sebagai top scorer atau pencetak gol terbanyak. Pemain di gelaran tersebut menjadi kapten bagi Inggris ini total mencatatkan enam gol. Untuk itu ia meraih Sepatu Emas atau Golden Boot.

Pemain yang kini masih bermain bersama Tottenham Hotspur itu menjadi pemain Inggris pertama yang meraih predikat bergengsi tersebut, sejak Gary Lineker, yang meraih Sepatu Emas 32 tahun lalu.

2 dari 3 halaman

Tangan Dingin Gareth Southgate

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate. (c) AP Photo

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate. (c) AP Photo

Pelatih Gareth Southgate berhasil membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia, sebagaimana almarhum Bobby Robson mengantarkan Three Lions ini mencapai babak empat besar Piala Dunia 1990 di Italia.

Ketika Southgate mengumumkan skuadnya ke Piala Dunia 2018, tak sedikit yang pesimistis dengan mayoritas pemain muda dan minim pengalaman. Namun, pelatih berusia 51 tahun ini tidak menanggapi cercaan seperti itu dan terus berfokus bekerja untuk menyiapkan timnya.

Dengan ketenangannya dan keengganannya melawan berbagai kritikan kepadanya di media, Southgate mewujudkan rasa nyaman yang ada dalam skuadnya. Dan hingga kini, ia sudah menyusul jejak Robson, sebagai pelatih hebat yang pernah dipunyai Inggris di kancah Piala Dunia.

3 dari 3 halaman

Moncernya Performa Maguire

Harry Maguire. (c) AP

Harry Maguire. (c) AP

Penampilan gemilang Harry Maguire di lini belakang turut mengantarkan timnas Inggris melaju hingga ke babak semifinal Piala Dunia 2018.

Dalam formasi tiga bek, Maguire bahu-membahu dengan John Stones dan Kyle Walker untuk menggalang pertahanan timnas Inggris. Sejauh ini Inggris hanya kebobolan tiga gol dari empat laga saat Maguire turun sebagai starter di Piala Dunia 2018.

Salah satu kehebatan Maguire adalah soal duel udara, sesuatu yang menjadi kekuatan utama bek milik Manchester United ini. Saat itu Maguire menjadi pemain yang paling sering memenangkan duel udara dengan sembilan kali.

(Bola.net/Yoga Radyan)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR