Ghana vs Uruguay: Bukan Misi Balas Dendam, Luis Suarez Hanya Ingin Bela Negara!

Richard Andreas | 2 Desember 2022, 21:40
Ghana vs Uruguay: Bukan Misi Balas Dendam, Luis Suarez Hanya Ingin Bela Negara!
Luis Suarez, Uruguay (c) AP Photo

Bola.net - Ghana dan Uruguay akan bertarung berebut tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. pertemuan dua negara tangguh ini pun membangkitkan kenangan unik 12 tahun yang lalu.

Ghana akan bertanding kontra Uruguay di matchday terakhir Grup H Piala Dunia 2022, Jumat (2/12/2022). Pertandingan ini bakal menentukan nasib kedua tim.

Persaingan di Grup H cukup ketat. Portugal jadi satu-satunya tim yang sudah lolos dengan 6 poin. Ghana di peringkat dua dengan 3 poin dan Uruguay di dasar klasemen dengan 1 poin.

Artinya, pemenang laga Ghana vs Uruguay mungkin bakal menemani Portugal ke babak 16 besar. Pertandingan ini akan terasa semakin seru jika mengingat pertemuan kedua tim 12 tahun lalu.

1 dari 4 halaman

Kenangan Piala Dunia 2010

Piala Dunia 2010, Ghana bertemu dengan Uruguay di babak perempat final. Dua tim ini diprediksi akan menyuguhkan pertandingan dengan intensitas tinggi, terlebih Ghana yang siap membuat sejarah jadi tim Afrika pertama yang bisa melaju sampai semifinal Piala Dunia.

Laga bertahan sama kuat dengan skor 1-1 selama 90 menit, dilanjutkan ke babak tambahan. Tepat di menit ke-120, menit akhir pertandingan tersebut, serangan bola mati Ghana berhasil menemukan celah dalam pertahanan Uruguay.

Dalam sebuah serangan di menit akhir, dari situasi bola mati, Dominic Adiyah melepas tembakan yang seharusnya masuk, kiper Uruguay sudah terkecoh. Namun, tepat di garis gawang, Suarez menghentikan bola dengan tangannya.

Suarez dihukum kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Ghana mendapatkan penalti, tapi nahas tembakan Asamoah Gyan keras membentur tiang.

Handball Suarez terlihat seperti gerakan instingtif, tapi tetap saja pemain-pemain Ghana berang dan menyalahkan Suarez.

2 dari 4 halaman

Suarez hanya bela negara

Derek Boateng adalah salah satu pemain Ghana yang menyaksikan langsung kontroversi handball Suarez tersebut. Dia berada di bangku cadangan ketika drama itu terjadi dan merasakan patah hati Ghana usai kalah di adu penalti.

Kini, Boateng mengaku tidak menyimpan dendam pada Suarez. Menurut mantan pemain Ghana tersebut, tindakan Suarez dapat dimaklumi.

"Saya memaafkan dia [Suarez]. Sebagai pesepak bola, di situasi seperti itu, saya paham rasanya. Saya selalu berkata bahwa jika saya yang ada di posisi itu, saya akan melakukannya demi membantu Ghana," ujar Boateng di Sky Sports.

"Sebab saya harus bermain untuk negara saya dan saya akan melakukan apa pun untuk mempertahankan negara saya."

3 dari 4 halaman

Bukan laga balas dendam

Oleh sebab itu, Boateng tidak mau memandang pertemuan kali ini sebagai laga balas dendam. Ghana hanya perlu melakukan yang terbaik untuk mencoba lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.

"Fans terus-menerus bicara soal balas dendam, tapi saya tidak percaya ada balas dendam dalam sepak bola. Kami hanya perlu masuk ke lapangan dan bermain seperti biasanya," sambung Boateng.

"Kami hanya perlu menerapkan rencana kami, melakukan segalanya dengan baik, dan memenangi pertandingan. Namun, wajar jika fans punya pandangan berbeda dari kami sebagai pemain," tutupnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR