BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Brasil vs Belgia, Kutukan Perempat Final

05-07-2018 14:28 | Gia Yuda Pradana

 (c) Bola.net (c) Bola.net

Bola.net - Brasil dan Belgia akan bertarung di Kazan Arena untuk memperebutkan satu tiket ke semifinal Piala Dunia 2018, Sabtu (07/7). Brasil lebih difavoritkan menang, dan Belgia sepertinya bakal kembali kandas di perempat final.

Perempat final memang bukan fase yang menyenangkan bagi Belgia dengan generasi emasnya. Dalam dua turnamen besar terakhir, fase ini seolah menjadi sebuah kutukan bagi mereka.

Dalam dua turnamen besar terakhir, seperti dilansir FIFA.com, Belgia selalu kandas di babak yang sama - perempat final.

Di Piala Dunia 2014 di Brasil, Belgia dikalahkan Argentina. Di EURO 2016 di Prancis, mereka ditekuk Wales.

Brasil adalah lawan yang sangat kuat. Tak mengejutkan jika nanti Belgia kembali gagal melangkah ke semifinal.

1 dari 2 halaman

Brasil 2014



Belgia melalui babak penyisihan grup di Piala Dunia 2014 dengan gemilang. Kemenangan 2-1 vs Aljazair, 1-0 vs Rusia dan 1-0 vs Korea Selatan membawa mereka lolos ke fase knockout sebagai juara Grup H.

Di babak 16 besar, Belgia bertemu dengan Amerika Serikat. Belgia menang 2-1 lewat extra time berkat gol-gol Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku.

Di perempat final, Belgia bertemu Argentina. Belgia kalah 0-1 oleh gol tunggal Gonzalo Higuain.
2 dari 2 halaman

Prancis 2016



Belgia difavoritkan menjadi juara Grup E di EURO 2016. Namun Belgia harus puas finis peringkat dua di bawah Italia, yang sebelum turnamen tak terlalu diunggulkan.

Belgia kemudian jumpa Hungaria di babak 16 besar dan menang telak 4-0. Gol-gol Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard dan Yannick Carrasco meloloskan Belgia tanpa kesulitan berarti.

Belgia kemudian bersua Wales di perempat final. Di atas kertas, Belgia unggul segalanya. Namun sama seperti di Brasil 2014, Belgia lagi-lagi kandas di perempat final.

Belgia dipecundangi Wales 1-3.

Belgi unggul melalui Radja Nainggolan. Namun Wales mencetak tiga gol balasan lewat Ashley Williams, Hal Robson-Kanu dan Sam Vokes.
Gabungkan Tenis Meja dan Sepakbola, Olahraga ini Bisa Dicoba Saat Lomba 17 Agustus

KOMENTAR