Yamaha: Tak Logis Jika Jonathan Rea Pindah ke MotoGP 2022

Anindhya Danartikanya | 18 Agustus 2021, 13:58
Pembalap Kawasaki Racing Team, Jonathan Rea (c) Kawasaki
Pembalap Kawasaki Racing Team, Jonathan Rea (c) Kawasaki

Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, tak menutup pintu bagi rider mana pun untuk mengisi dua tempat kosong Yamaha SRT pada 2022. Ia membuka peluang untuk rider MotoGP dan Moto2, begitu juga WorldSBK, termasuk Garrett Gerloff dan Jonathan Rea. Namun, ia gamblang mengaku cenderung ragu soal kans Rea.

Yamaha dan SRT saat ini memang sedang pusing mencari dua rider anyar sekaligus, karena Franco Morbidelli akan pindah ke Monster Energy Yamaha dan Valentino Rossi telah memutuskan pensiun. Nama-nama kandidat yang ada dalam daftar incaran Yamaha dan SRT pun menggunung, dan semuanya punya kans yang setara.

"Kini kami harus ambil keputusan dengan SRT soal kombinasi terbaik untuk musim depan. Mereka bisa jadi rider MotoGP, Moto2, WorldSBK, atau lainnya. Jujur saja, kami sangat disibukkan oleh masalah ini selama berpekan-pekan dan kami intensif berdiskusi soal opsi terbaik bagi tim ini," ujar Jarvis via Speedweek, Selasa (10/8/2021).

1 dari 2 halaman

Belum Tutup Pintu untuk Garrett Gerloff

Pembalap GRT Yamaha WorldSBK, Garrett Gerloff (c) Yamaha Motor Europe

Pembalap GRT Yamaha WorldSBK, Garrett Gerloff (c) Yamaha Motor Europe

Dari paddock Grand Prix sendiri, ada Xavi Vierge dan Jake Dixon, yang kini membela Petronas Sprinta Racing Moto2, serta Darryn Binder yang bernaung di tim yang sama namun di Moto3. Iker Lecuona, yang kini membela Tech 3 KTM, juga jadi kandidat kuat. Andrea Dovizioso, meski sudah berusia 35 tahun, juga bisa jadi opsi serius.

Dari paddock WorldSBK, Toprak Razgatlioglu paling diincar oleh SRT, namun rider Turki ini lebih memilih bertahan di WorldSBK dengan kontrak dua tahun bersama Yamaha. Garrett Gerloff juga baru saja tanda tangan kontrak baru dengan Yamaha untuk bertahan di WorldSBK 2022, namun kontraknya diisukan berisi klausul khusus yang mengizinkannya pindah ke MotoGP.

"Jika Garrett ternyata jadi opsi terbaik, dan jika ia tertarik melakukan perpindahan ini, maka kami bisa mewujudkan transfer tersebut. Namun, kami masih harus memutuskan apakah ini keputusan terbaik bagi tim, Yamaha, dan MotoGP. Kami mungkin akan ambil keputusan usai GP Silverstone pada akhir Agustus," ungkap Jarvis.

2 dari 2 halaman

Terkendala Usia, Sudah Jadi Ikon Kawasaki

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis (c) Yamaha

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis (c) Yamaha

Rea yang merupakan enam kali juara WorldSBK juga opsi yang menarik. Namun, Team Principal SRT, Razlan Razali, menyayangkan usia Rea yang sudah menginjak 34 tahun. Jarvis sendiri mengaku takkan serta merta mencoret nama Rea dari daftar kandidat rider SRT, namun ragu ia bisa jadi proyek jangka panjang, apalagi ia telah jadi ikon Kawasaki.

"Sebelum keputusan final diambil, tak satu pun pembalap akan kami coret. Saya sudah baca pernyataan Razlan pada rehat musim panas, tapi semua kans masih terbuka. Namun, situasi Johnny berbeda dari Garrett. Johnny tak terafiliasi dengan Yamaha di WorldSBK. Ia juga tak lagi muda," ungkap pria asal Inggris ini.

"Apakah Johnny bisa berkendara untuk kami? Tentu bisa. Tapi apakah ia punya masa depan yang kuat di MotoGP? Saya meragukannya. Bakal tak logis baginya untuk pindah ke Yamaha sekarang, usai begitu lama membela Kawasaki. Namun, seperti yang saya katakan, kami punya waktu tiga pekan untuk menemukan solusi," tutup Jarvis.

Sumber: Speedweek

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR