Yamaha: Gabungkan MotoGP 2020 dan 2021 Gagasan Mustahil

Anindhya Danartikanya | 16 April 2020, 17:40
Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha
Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha

Bola.net - Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, menyatakan bahwa bakal sulit menjalankan gagasan menggabungkan musim MotoGP 2020 dan 2021, demi mengatasi permasalahan penyelenggaraan balapan akibat pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan Motorsport Total.


Pandemi ini memang memaksa MotoGP membatalkan seri pembuka di Qatar pada 6-8 Maret lalu, sementara Seri Argentina, Austin, dan Thailand dipindahkan ke akhir musim, sementara Seri Jerez, Le Mans, Mugello, dan Italia, ditunda dan belum menentukan tanggal pengganti.

Beberapa seri selanjutnya pun dikabarkan akan segera menyusul ditunda, dan hal ini memunculkan kemungkinan bahwa musim 2020 akan berjalan lebih pendek dari musim-musim sebelumnya, atau bahkan dibatalkan secara total.

1 dari 3 halaman

Yamaha Punya Kiat Tetap Termotivasi Selama Pandemi

"Yamaha punya mindset kapan musim dimulai, yakni di Brno (Ceko, 7-9 Agustus), hingga tetap siap dan semangat. Tapi situasinya juga harus tepat. Skenario terburuk adalah musim balap sama sekali tak dimulai. Hal ini memang memengaruhi semua sektor, tak cuma dunia balap," ujar Meregalli.

Pria asal Italia ini pun mengaku bahwa Yamaha bisa memaklumi jika musim 2020 bisa diperpanjang sampai awal 2021, namun tak sepakat bila musim 2020 digabungkan dengan musim 2021. Ia pun yakin CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, takkan ambil langkah gegabah.

2 dari 3 halaman

Dorna Janji Takkan Lakukan Hal Gila

"Kami membicarakannya secara internal di Yamaha: balapan sampai awal 2021 adalah salah satu kemungkinan. Tapi untuk menggabungkan musim 2020 dan 2021 saya rasa tidak mungkin. Bagusnya, Carmelo bilang takkan ada hal gila ketika kami mulai balapan nanti," ungkap 'Maio'.

Meregalli pun menyatakan Yamaha tetap yakin bahwa MotoGP 2020 dan 2021 harus tetap diselenggarakan sendiri-sendiri, meski harus menghadapi kemungkinan musim 2020 akan berjalan dengan periode lebih pendek.

"Ketika situasinya sudah tepat, ia akan menghubungi pabrikan dan tim untuk mendiskusikan apa yang bisa dan harus dilakukan. Kemungkinan besar kami akan menjalani musim yang singkat tahun ini, demi mempersiapkan diri sebaik mungkin pada 2021," pungkasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR