BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Vinales Sebut Zarco Bukti Yamaha Salah Langkah

30-05-2018 10:30 | Anindhya Danartikanya

Maverick Vinales (c) AFP Maverick Vinales (c) AFP

Bola.net - Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales menyatakan gemilangnya performa rider Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco adalah bukti pabrikan Garpu Tala telah mengambil langkah yang salah dalam proses pengembangan YZR-M1.

Saat ini Vinales memang tengah duduk di peringkat kedua klasemen, namun ia tertinggal 36 poin dari Marc Marquez, serta belum meraih kemenangan dan baru sekali naik podium, yakni usai finis kedua di Austin, Texas. Ia juga baru merebut satu pole.

Zarco sendiri ada di peringkat ketiga dengan 58 poin, namun ia sukses merebut dua pole, konsisten start di barisan terdepan selama lima seri, dan sukses merebut dua podium, yakni usai finis kedua di Argentina dan Jerez, Spanyol.

1 dari 2 halaman

Zarco Lebih Digdaya

Tak hanya itu, Zarco  juga lebih cepat dalam lap tunggal, serta punya ritme balap yang konstan dan kompetitif hingga selalu bertarung di papan atas, sementara Vinales dan Valentino Rossi harus susah payah merangkak dari papan tengah.

"Motor kami bekerja dengan baik, Anda hanya harus lihat Johann. Ia adalah titik referensi saya, dan bukti Yamaha salah pada suatu titik. Kami benar-benar salah pada suatu area. Jelas pada masa pramusim saya tak melaju di jalan yang seharusnya saya tempuh," ujar Top Gun kepada Motorsport.

Notice: Undefined offset: 0 in /data/bola/m/helpers/m_bola_helper.php on line 2879
2 dari 2 halaman

Rossi Sebut Yamaha Lelet

Sejak MotoGP Belanda tahun lalu, Yamaha juga belum lagi meraih kemenangan. Kemenangan saat itu diraih lewat Rossi, dan rider Italia ini mengaku cukup frustrasi karena timnya tak bergerak cepat mengatasi masalah yang telah mendera mereka sejak tahun lalu.

"Ini bukan kebetulan. Jika kami ingin menang, ini tak cukup. Saya suka bekerja dengan Yamaha, tapi kami harus bereaksi cepat. Menurut sejarah, Yamaha tak terlalu reaktif. Kini sangat penting untuk tetap fokus dan berharap paruh kedua musim nanti kami bisa mampu memperbaiki motor," ujarnya.

Sembilan kali juara dunia ini pun semakin tak percaya diri Yamaha bisa menang dalam waktu dekat. "Jika kami tak bisa meraih banyak podium, setidaknya kami harus tetap di posisi lima besar demi meraih poin sebanyak mungkin," pungkas The Doctor. [initial]

KOMENTAR