Valentino Rossi Ungkap Keunikannya Dibanding Para Legenda MotoGP Lain

Anindhya Danartikanya | 12 Agustus 2021, 14:04
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Yamaha MotoGP
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, resmi akan pensiun dari MotoGP pada akhir musim nanti, yakni keputusan yang bikin banyak penggemar balap motor patah hati. Uniknya, meski punya prestasi mentereng, ia ogah disebut sebagai 'GOAT' (Greatest of All Time) alias yang terbaik sepanjang masa.

Sembilan kali juara dunia ini menyatakan, GOAT merupakan julukan yang berlebihan. Ia mengaku lebih sepakat jika dirinya disebut sebagai 'salah satu' pembalap terbaik yang pernah ada di Grand Prix. Sikap ini pun tak pelak merupakan salah satu alasan mengapa Rossi sangat dicintai oleh komunitas balap motor.

Tak hanya bertalenta hebat, Rossi juga berkarakter supel, easy going, dan humoris. Karakter ini pula yang membantu MotoGP jadi populer, hingga ia dianggap telah melakukan apa yang dilakukan Michael Jordan terhadap NBA, membuat kejuaraan yang mereka geluti tak jadi sekadar olahraga, melainkan juga 'budaya'.

1 dari 2 halaman

Bikin Perasaan Penonton Tergugah

Valentino Rossi di Tavullia, Italia (c) Yamaha

Valentino Rossi di Tavullia, Italia (c) Yamaha

Rossi pun yakin hal inilah yang membuatnya unik jika dibanding legenda-legenda MotoGP lainnya. Namun, ia mengakui, popularitas membuat hidupnya berubah total dan sangat sulit menjaga privasi. "Saya rasa perbedaan terbesar antara saya dan para rider hebat MotoGP lainnya adalah popularitas," tuturnya via MotoGP.com.

"Jujur saja, saya juga tak tahu mengapa. Tapi atas beberapa alasan tertentu, saya membuat orang-orang mendekat pada dunia balap. Tanpa saya, orang takkan tahu soal MotoGP, GP125, dan GP250, terutama di Italia. Saya telah melakukan sesuatu yang mengubah emosi orang normal," ungkap rider berusia 42 tahun ini.

"Pada satu sisi, saya bahagia karena ini rasanya spesial. Tapi di lain sisi ini berat untuk kehidupan pribadi saya. Saya selalu hidup dalam tekanan, jadi saya harus mengubah gaya hidup. Namun, saya selalu mencoba menjalani hidup senormal mungkin dan tak banyak berubah. Saya pun menikmatinya," lanjut Rossi.

2 dari 2 halaman

Sungkan Disama-samakan dengan Michael Jordan

Valentino Rossi dan Michael Jordan di MotoGP Valencia 2004. (c) MotoGP.com

Valentino Rossi dan Michael Jordan di MotoGP Valencia 2004. (c) MotoGP.com

Di lain sisi, Rossi mengaku sungkan jika jasanya pada MotoGP disama-samakan dengan jasa Michael Jordan pada NBA, meski dirinya masih kerap takjub banyak orang di berbagai belahan dunia merayakan kehebatannya dengan memakai banyak atribut VR46, salah satu contoh kecilnya adalah pemakaian stiker nomor balapnya.

"Tak baik jika saya bilang saya layak dibandingkan dengan Michael Jordan. Namun, menyenangkan jika orang lain yang mengatakannya. Juga menyenangkan jika orang memang berpikir begitu. Banyak orang mengenali saya di berbagai negara. Contohnya di Thailand, Anda melihat banyak stiker 46 di skuter orang-orang. Jadi, rasanya spesial," ungkapnya.

"Kini situasinya berbeda dibanding saat saya masih berusia 22 tahun. Dulu, saya sungguh menderita dan semua ini sangat berdampak pada kehidupan pribadi saya. Alhasil, saya harus mengatur hidup saya dengan cara berbeda. Kini saya sudah tua dan saya bisa lebih menikmatinya, meski tetap sulit dijelaskan," tutup Rossi.

Sumber: MotoGP

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR