BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

'Valentino Rossi Takkan Juara Lagi, Menangi Balapan Saja Sulit'

10-10-2019 08:45 | Anindhya Danartikanya

Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (c) Yamaha Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (c) Yamaha

Bola.net - Crew chief Franco Morbidelli di Petronas Yamaha SRT, Ramon Forcada, yakin Valentino Rossi takkan lagi meraih gelar dunia di sisa kariernya, karena memenangi balapan pun sudah jadi tugas berat bagi The Doctor. Hal ini ia sampaikan lewat wawancaranya dalam MotoGP Podcast yang dirilis DAZN, Rabu (9/10/2019).

Saat ini, Rossi telah berusia 40 tahun, dan kontraknya dengan Yamaha akan habis pada akhir 2020 mendatang. Uniknya, Rossi justru akan melakukan perombakan dalam timnya, yakni mengganti sang crew chief, Silvano Galbusera, dengan Davide Munoz yang belum pernah bekerja di MotoGP.

Saat ini, Munoz yang masih berusia 41 tahun, tengah menjabat sebagai crew chief Nicolo Bulega di Sky Racing VR46, dan pernah mengantar Francesco Bagnaia meraih gelar dunia Moto2 2018. Menurut Forcada, strategi Rossi ini bukanlah untuk mencari perbaikan dari sisi teknis, melainkan untuk mencari motivasi baru.

1 dari 2 halaman

Bisa Menang dalam Situasi Tak Biasa

Crew chief Franco Morbidelli di Petronas Yamaha SRT, Ramon Forcada (c) SRT Crew chief Franco Morbidelli di Petronas Yamaha SRT, Ramon Forcada (c) SRT

"Entah apa ia akan pensiun musim depan atau tidak, tapi kontraknya masih tersisa satu tahun. Jadi ia takkan menggaet seseorang hanya atas alasan teknis. Tapi saya tak tahu pasti, saya belum bicara dengannya," ujar Forcada, yang meraih gelar dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 bersama Jorge Lorenzo.

Meski begitu, pria asal Spanyol ini mengaku ragu perubahan yang dilakukan Rossi musim depan akan memberi pengaruh signifikan pada performanya. Forcada bahkan yakin rider Italia itu takkan lagi meraih gelar dunia, karena memenangi balapan pun ia harus susah payah mengalahkan para rider muda.

"Saya rasa ia takkan juara lagi. Sekarang juga sulit menang dalam kondisi kering, meski Anda bisa saja menang dalam situasi tak biasa. Dengan rider muda yang cepat, menang dalam kondisi yang normal bakal rumit. Tapi apa yang ia mampu lakukan dalam usia 40 tahun akan dicatat dalam sejarah," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Lawan Rider Muda Seusia Anaknya

Forcada juga mengaku merenungkan karier Rossi usai melakoni pembicaraan dengan 5 kali juara dunia, Mick Doohan, yang pensiun pada 1999 usai mengalami cedera para pada kakinya. Di lain sisi, Forcada juga mengaku salut pada Rossi yang masih punya ambisi tampil kompetitif meski sudah tak muda lagi.

"Saya sempat bicara dengan Mick Doohan di Australia. Ia bilang ia tak tahu cara mencari motivasi. Atas alasan inilah ia pensiun, bukan karena ia tak bisa makin cepat. Vale sendiri belum juara lagi selama 10 tahun, tapi tetap kompetitif dan mau bertarung dengan para rider yang semestinya bisa jadi anaknya," tutupnya.

Musim ini, Rossi baru meraih dua podium, berkat finis kedua di Argentina dan Austin. Ia belum juga meraih kemenangan sejak MotoGP Assen, Belanda, pada 2017. Saat ini ia duduk di peringkat 6 pada klasemen pebalap dengan 145 poin, hanya unggul dua poin atas Fabio Quartararo, debutan Petronas Yamaha SRT yang masih berusia 20 tahun.

Sumber: DAZN/Motorsport.com

KOMENTAR

PSSI Siapkan Legenda Sepak Bola Belanda Jadi Pelatih Timnas