BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Valentino Rossi Kecam FIM Stewards: Rancu, Moto3-MotoGP Diperlakukan Berbeda

08-06-2021 12:20 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Bola.net - FIM Stewards kembali jadi bulan-bulanan peserta MotoGP di Seri Catalunya, Spanyol, Minggu (6/6/2021). Pasalnya, Moto3 menyajikan banyak manuver berbahaya dan beberapa insiden menakutkan, ditambah baju balap Fabio Quartararo yang terbuka di MotoGP. Lewat GPOne, Senin (7/6/2021), Valentino Rossi menyatakan rasa jengkelnya.

Sejak dibentuk pada 2017 dan dipisah dari Race Direction, FIM Stewards dinilai kerap mengambil keputusan-keputusan aneh tanpa penjelasan detail, terutama plin-plan saat menjatuhkan hukuman kepada pembalap. Seisi paddock pun mengkritik FIM Stewards yang tak memberi bendera hitam kepada Quartararo dalam balapan di Catalunya.

Meski mayoritas sepakat baju balap yang terbuka dan pelindung dada yang dibuang tak membahayakan rider lain, para rival yakin insiden itu membahayakan Quartararo sendiri. Atas alasan itulah, mereka yakin FIM Stewards harus memberinya bendera hitam agar berhenti. Nyatanya, Quartararo dapat hukuman tiga detik, yang mirisnya lagi dijatuhkan lima jam usa balapan.

"Menurut saya, terlalu banyak kerancuan. Dalam situasi sulit macam ini, tak pernah jelas apa yang akan terjadi. Semua bisa berubah dalam 1-2 jam usai balapan. Regulasi tak jelas dan sayangnya tetap Stewards yang ambil keputusan. Apa pun bisa berubah tiap waktu, tergantung siapa rider yang terlibat dan apa kategorinya," keluh Rossi.

1 dari 3 halaman

Sebut Moto3 Sudah Kelewat Bahaya

Moto3 Catalunya, Spanyol 2021 (c) AP Photo Moto3 Catalunya, Spanyol 2021 (c) AP Photo

Rossi juga geram melihat FIM Stewards diam saja melihat aksi-aksi berbahaya di Moto3, di mana 15 rider sengit berebut kemenangan. Pada salah satu lap, Gabriel Rodrigo terlihat memotong jalur Pedro Acosta dengan agresif di trek lurus, dan terjadi kecelakaan berujung bendera merah pada lap terakhir di antara Ayumu Sasaki, Dennis Foggia, dan Xavi Artigas.

Sengitnya Moto3 sejatinya sudah menjadi kekhawatiran mendalam di antara para rider selama dua tahun terakhir, dan tewasnya Jason Dupasquier di Mugello memperburuk rasa cemas ini. Tak hanya Rossi, beberapa rider MotoGP seperti Pol Espargaro dan Jack Miller sempat mengaku tak sampai hati menonton Moto3 karena terlalu berbahaya.

"Menonton Moto3 sungguh menakutkan. Balapannya jadi terlalu berbahaya. Saya tak menikmatinya karena saya selalu harus menahan napas. Ini tidak mudah. Stewards harus bicara serius dengan para rider, dan tak secara bersamaan. Mereka harus bicara dengan siapa yang salah, satu persatu, dan bilang dengan tegas bahwa jika itu terjadi lagi, maka tinggal saja di rumah," tegas Rossi.

Rossi juga mengecam citra para rider Moto3 yang dianggap heroik di media sosial, karena menurutnya balapan yang semakin berbahaya tak seharusnya dibangga-banggakan. Menurut sembilan kali juara dunia ini, tingkat bahaya Moto3 sudah kelewat batas untuk sekadar disebut 'pertunjukan'. Atas alasan ini, FIM Stewards harus bekerja keras mendisiplinkan Moto3.

2 dari 3 halaman

Sindir Tugas FIM Stewards Dipengaruhi Jam Penerbangan Pulang

Baju balap Fabio Quartararo terbuka dalam MotoGP Catalunya 2021. (c) MotoGP.com Baju balap Fabio Quartararo terbuka dalam MotoGP Catalunya 2021. (c) MotoGP.com

"Moto3 jadi kelewatan untuk ukuran sebuah pertunjukan. Para ridernya terlalu dibangga-banggakan di media sosial. Orang bilang mereka menakjubkan. Padahal, ini hanya memperburuk keadaan, dan ini bukan tindakan yang tepat. Ada tugas menumpuk. Stewards harus mengamati semua citra sangat hati-hati dan bicara dengan para rider, meski ini memang sulit," tutur Rossi.

Rider 42 tahun ini juga menyatakan FIM Stewards terlalu lembek pada rider-rider Moto3 yang manuvernya lebih mengerikan. "Tampaknya Stewards terlalu fokus pada MotoGP. Harusnya mereka berusaha lebih keras pada Moto3. Mungkin bagi mereka Moto3 tak cukup penting. Seperti yang saya bilang, selalu ada kerancuan," ujarnya.

"Kadang ada hal yang tak bisa saya pahami, seperti saat mereka memanggil Johann Zarco sepekan usai insiden (di Austria). Mungkin semua tergantung kapan Stewards harus mengejar penerbangan pesawat pada Minggu. Jika harus terbang pada pukul 16.00, maka susah bicara dengan para rider usai balapan. Padahal tingkat keselamatan harus ditangani lebih serius," tutup Rossi.

Seluruh penghuni paddock MotoGP akan kembali turun lintasan dalam Seri Jerman, yang bakal digelar di Sirkuit Sachsenring pada 18-20 Juni mendatang.

Sumber: GPOne

3 dari 3 halaman

Video: Dimas Ekky Ingin Mandalika Racing Team Jadi Batu Loncatan Rider Indonesia

KOMENTAR