Tiga Rider Tertua MotoGP Kompak di Ambang Masa Pensiun

Anindhya Danartikanya | 27 Februari 2020, 15:40
Andrea Dovizioso, Valentino Rossi, dan Cal Crutchlow (c) Ducati/Yamaha/LCR Honda
Andrea Dovizioso, Valentino Rossi, dan Cal Crutchlow (c) Ducati/Yamaha/LCR Honda

Bola.net - MotoGP 2020 akan segera dimulai dengan seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar, pada 6-8 Maret mendatang. Uniknya, musim ini bisa menjadi musim terakhir bagi tiga pebalap tertua di grid, yakni Valentino Rossi, Cal Crutchlow, dan Andrea Dovizioso.


Ketiga rider ini masing-masing berusia 41, 35, dan 34 tahun pada 2020, dan ketiganya juga kompak menyadari bahwa mereka harus bekerja ekstra keras jika masih ingin tampil di papan atas dan mengalahkan para rider muda.

Rossi masih punya peluang untuk tetap balapan pada 2021 berkat nama besarnya, apalagi Yamaha telah menawarinya tempat di tim satelit. Namun ia juga menyadari bahwa masa depannya sangat tergantung dengan hasil balapnya tahun ini.

Crutchlow pun meyakini dirinya masih punya talenta untuk tampil kompetitif dan memperebutkan posisi-posisi penting, namun kecelakaan dan cedera parah kerap menghantuinya, ketika ia juga mulai ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.

Dari ketiga rider ini, Dovizioso lah yang punya peluang lebih besar untuk bertahan di MotoGP berkat fakta bahwa dirinya penantang terkuat Marc Marquez selama tiga tahun terakhir. Meski begitu, nasibnya kini ada di tangan Ducati.

Berikut pernyataan Crutchlow, Dovizioso, dan Rossi mengenai situasi mereka yang telah di ambang masa pensiun.

1 dari 3 halaman

Cal Crutchlow

Pebalap LCR Honda Castrol, Cal Crutchlow (c) AP Photo

Pada 29 Oktober nanti, Cal Crutchlow akan berusia 35 tahun, dan ia pun santai jika harus pensiun dari MotoGP lebih dulu dari Valentino Rossi yang kini berusia 41 tahun. Rider LCR Honda ini mengaku kepada Speedweek bahwa dirinya sadar sudah tak seprima dulu lagi.

Rider Inggris ini merasa masih mampu tampil kompetitif di papan atas dalam balapan, tapi mulai merasa kurang cepat di latihan dan kualifikasi, di mana catatan waktu per lap sangat krusial. Ia sudah mengerahkan segalanya, namun akan terima jika tak pernah jadi juara di MotoGP.

"Saya selalu mengerahkan segalanya di olahraga ini. Jika ini tak cukup untuk meraih gelar, saya akan terima. Saya bisa mengatakan dengan tegas bahwa saya memberikan yang terbaik di setiap lap dalam setiap balapan," ujar Crutchlow, yang sempat mengalami cedera engkel parah pada akhir 2018.

Pada pertengahan 2019, Crutchlow telah memikirkan keputusan pensiun, ogah ngotot mencari perpanjangan kontrak. "Saya tak bilang saya benar-benar akan pensiun setelah 2020. Bisa saja pada 2020 tak ada insiden yang menyakiti saya lagi. Tapi saya memang tak lagi harus balapan, meski saya mencintainya," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Andrea Dovizioso

Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso (c) AP Photo

Andrea Dovizioso sendiri mengaku takkan sesumbar bertahan di Ducati Team pada 2021 nanti. Pada 23 Maret mendatang, ia akan berusia 34 tahun, sementara Ducati tengah getol mencari rider muda untuk tim pabrikan mereka tahun depan.

"Apa pun bisa terjadi. Saya masih merasa bisa tampil kompetitif meski berusia 34 tahun. Saya dalam momen terbaik saya. Saya tak merasa usia jadi penghalang untuk saat ini. dan selama saya masih bisa memperebutkan gelar, saya ingin lanjut," ujarnya via GPOne.

Jika dirinya benar-benar terdepak dari Ducati tahun depan, Dovizioso juga mengaku takkan ambil pusing. Jika ada tim lain yang ingin menggaetnya, ia akan berpikir terbuka. Tapi jika tak dapat tempat lagi di MotoGP, maka ia takkan keberatan untuk pensiun.

"Saya hanya akan terus balapan dan ambil risiko hanya jika didukung oleh proyek pemenang. Jika tidak, maka tak masalah bagi saya jika harus tak melanjutkan karier. Saya tahu apa yang saya inginkan dan saya bekerja keras untuk mewujudkannya," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Valentino Rossi

Valentino Rossi (c) MotoGP.com

Valentino Rossi mengaku masih belum punya tekad bulat untuk pensiun, meski menyadari dirinya harus bersikap realistis karena usianya sudah menginjak 41 tahun pada 16 Februari lalu. Ia juga harus menerima kenyataan bahwa dirinya takkan lagi membela tim pabrikan musim depan.

Meski begitu, Rossi juga menegaskan bahwa keinginan utamanya adalah tetap balapan pada 2021. Jika ia terbukti masih kompetitif pada 7-8 seri musim ini, maka ia akan dapat tempat di Petronas Yamaha SRT, serta dapat kontrak dan dukungan teknis pabrikan.

"Keputusan ini tak sulit diambil, karena saya sendiri tak mau lanjut jika tak kompetitif. Dalam dunia olahraga apa pun, jika tak lagi muda, Anda harus bekerja jauh lebih keras, terutama di era modern MotoGP. Ini semua bisa dilakukan jika Anda menikmatinya dan termotivasi. Tapi hasil tetap jadi yang terpenting," tuturnya via MotoGP.com.

Rossi pun mengaku tak mau menentukan tanggal pasti kapan ia akan mengumumkan masa depannya di MotoGP. Meski begitu, ia mengaku paling lambat akan melakukannya pada musim panas mendatang, yakni pada Juli atau Agustus.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR