BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Tanggapi Omelan Valentino Rossi, Brad Binder: Jangan Sensi-Sensi Amat!

03-04-2021 11:43 | Anindhya Danartikanya

Brad Binder dan Valentino Rossi (c) Petronas SRT Brad Binder dan Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Bola.net - Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder, akhirnya angkat bicara demi menanggapi teguran Valentino Rossi soal senggolan mereka di Seri Qatar akhir pekan lalu. Usai menjalani sesi FP2 di MotoGP Doha, Jumat (2/4/2021), Binder berjumpa dengan awak media dan menyebut Rossi 'sensitif.

Start keempat, Rossi sempat melorot ke posisi 8 pada awal balapan. Rider Petronas Yamaha SRT ini sempat saling salip dengan Alex Rins, namun terus melorot ke posisi 12. Sialnya lagi, pada Lap 12, ia bersenggolan dengan Binder hingga melorot lagi ke posisi 16. Ia pun susah payah memperbaiki posisi, dan hanya finis di posisi 12.

Sebelumnya, insiden serupa terjadi di Austria tahun lalu. Kala itu, mereka sengit memperebutkan posisi 7 pada lap kedua. Mereka bersenggolan di Tikungan 9 hingga kompak melebar. Rossi pun tak segan menyebut Binder terlalu agresif, tak mengubah tabiatnya di Moto3 dan Moto2. Kini, ia lagi-lagi melempar kritik untuk rider Afrika Selatan itu.

1 dari 3 halaman

Sebut Binder Tak Pedulikan Rival

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

"Ini tak terlalu tergantung pada posisi balap, melainkan tergantung ridernya. Ada banyak rider yang lebih 'bersih' dan berkendara dengan respek lebih tinggi kepada para rivalnya, dan ada juga beberapa rider lain seperti Brad yang berkendara lebih agresif dan tak peduli soal rivalnya," ujar Rossi kepada Crash.net, Kamis (1/4/2021).

Rossi menyatakan Binder memiliki kebiasaan yang cukup aneh. Ketika ia berusaha untuk melaju garis balap demi menutup ruang, Binder bukannya mengurangi kecepatan, dan justru melepas rem. Menurut Rossi, jika seorang pembalap di depan Binder tak menghindar, maka mereka jelas bersenggolan seperti di Seri Qatar akhir pekan lalu.

"Masa sekarang memang begini. 'Respek' adalah kata yang kelewat besar, namun sulit memahami limitnya, karena pada masa lalu, Anda memang bersenggolan dengan rider lain, tapi tentu tak disengaja. Kini, beberapa rider hanya memikirkan balapannya sendiri, tak memikirkan pembalap lain," ungkap rider Italia ini.

2 dari 3 halaman

Wajar Karena Rossi Berusaha Tutup Ruang

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo) Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)

Rossi bahkan membahas persoalan ini lebih jauh dengan melakukan perbandingan pada era 1990an, di mana menurutnya para rider muda kala itu punya rasa hormat kepada para rider yang lebih tua. Namun, Binder menampik pernyataan Rossi, dan menyebut pembalap berusia 42 tahun itu 'agak sensitif'

"Saya mengalami dua momen dengannya. Sekali di Austria, kami benar-benar keluar lintasan, yang bisa dimaklumi (kalau Rossi marah). Saya rasa, yang kedua juga normal jika dia agak kecewa. Tapi jujur saja, saya sama sekali tak menyentuhnya dan saya rasa ia agak sensitif," tuturnya.

Juara dunia Moto3 2016 asal Afrika Selatan ini juga menyebut manuvernya sah dan instingtif. "Saya tak merasa melakukan hal yang salah. Saya berada di sebelahnya, mulai mengerem, dia melepas rem, dan ingin menutup ruang. Jadi, saya melepas rem juga. Tamat," pungkas Binder, yang uniknya merupakan fans Rossi sejak kecil.

Sumber: Crashnet, Autosport

3 dari 3 halaman

Video: Maverick Vinales Sukses Menangi MotoGP Qatar 2021

KOMENTAR