BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Tak Pernah Iri, Johann Zarco Senang Fabio Quartararo Jadi Sensasi di Prancis

14-04-2021 16:22 | Anindhya Danartikanya

Johann Zarco dan Fabio Quartararo (c) Yamaha Johann Zarco dan Fabio Quartararo (c) Yamaha

Bola.net - Johann Zarco mengaku tak iri saat dilupakan publik Prancis pada 2019, yakni saat Fabio Quartararo menggebrak MotoGP pada musim debutnya. Kepada PecinoGP, Minggu (11/4/2021), Zarco menyatakan bahwa dirinya kala itu sudah terlalu sedih soal kiprahnya di KTM sampai-sampai tak sempat sedih hanya karena tak lagi diperhatikan orang.

Seperti diketahui, Zarco sempat jadi pusat perhatian di Prancis usai jadi juara dunia Moto2 2015 dan 2016, serta tampil gemilang di MotoGP 2017 dan 2018 bersama Monster Yamaha Tech 3. Prestasi ini membuatnya digaet Red Bull KTM Factory Racing pada 2019, namun nyatanya ia justru terpuruk dan sulit adaptasi dengan RC16.

Saking sulitnya menyatu dengan motor itu, Zarco memohon kepada para petinggi KTM untuk memutus kontraknya setahun lebih awal dan bahkan menawarkan diri untuk mengembalikan gajinya. KTM pun mengabulkan permintaannya, namun kontraknya bahkan diputus lebih awal, yakni ketika 2019 masih menyisakan enam seri.

1 dari 3 halaman

Justru Senang Fabio Quartararo Bikin Prancis Bangga

Johann Zarco saat masih membela KTM (c) KTM/Diego Sperani Johann Zarco saat masih membela KTM (c) KTM/Diego Sperani

Di lain sisi, Quartararo justru mencuri perhatian orang dari Zarco. Membela Petronas Yamaha SRT, El Diablo meraih enam pole, tujuh podium, jadi debutan terbaik, dan dua kali berduel sengit dengan Marc Marquez sampai lap terakhir. Zarco pun sedih tak tampil bisa sekompetitif itu, tapi sama sekali tak iri pada Quartararo.

"Perhatian orang-orang kepada saya memang sempat hilang, namun kala itu saya sudah terlalu galau atas apa yang terjadi di KTM. Melihat Fabio, saya pun berpikir, 'Setidaknya ini bagus untuk Prancis'. Lewat performa saya dan Fabio, ketertarikan pada motor di Prancis jadi meledak," kisah Zarco.

Usai dilepas KTM, Zarco pun dipanggil LCR Honda untuk jadi pengganti sementara Takaaki Nakagami yang kala itu absen di tiga seri terakhir akibat cedera bahu. Ia sempat jadi kandidat kuat pengganti Jorge Lorenzo di Repsol Honda pada 2020, namun batal karena Honda akhirnya lebih memilih Alex Marquez.

2 dari 3 halaman

Kini Si Anak Hilang Telah Kembali

Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing

Masa depan Zarco kembali tak jelas, namun akhirnya diselamatkan oleh General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, yang merayunya untuk bergabung dengan Esponsorama Racing. Zarco pun akhirnya mau, dan membuktikan dirinya tetap punya potensi gemilang, usai ia finis ketiga dan naik podium di Ceko.

Berkat hasil itu, ia pun 'naik pangkat' ke Pramac Racing tahun ini, dan langsung tampil fantastis lewat dua podium di Seri Qatar dan Doha usai finis kedua dalam masing-masing balapan. Kini, Zarco justru merasa bangga karena dan ia dan Quartararo sama-sama membantu dunia balap motor di Prancis kembali gegap gempita.

"Orang-orang jadi penasaran dan tertarik melihat dua orang yang tampil baik di dunia balap motor. Kini, kita bisa bilang bahwa saya telah kembali. Kini Prancis punya dua rider top. Tentu rivalitas di antara kami bisa terjadi dan itu manusiawi, namun pada akhirnya Fabio masih muda, dan ia rider Prancis, jadi memang bagus untuk negara kami," tutup Zarco.

Sumber: PecinoGP

3 dari 3 halaman

Video: Ketika Valentino Rossi dan Lewis Hamilton Tukar Kendaraan Balap

KOMENTAR