Tak Menyesal Lewatkan Moto2, Jack Miller: Rider Lain Mending Jangan Ikut-ikutan

Anindhya Danartikanya | 12 Juli 2022, 15:40
Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse
Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller, menyatakan bahwa kariernya yang panjang di MotoGP membuktikan keputusannya tak menggeluti Moto2 sebagai langkah tepat. Namun, ia yakin hal ini bisa jadi tak berjalan sama lancar bagi orang lain. Atas alasan inilah ia menyarankan agar rider muda tak mengikuti jejaknya.

Usai jadi runner up Moto3 2014, Miller bikin gempar karena langsung lompat dari Moto3 ke MotoGP 2015. Ia menjadi rider pertama dalam sejarah yang memutuskan melewatkan 'pendidikan' di Moto2. Meski langkah ini dipertanyakan, Honda sangat yakin pada kemampuannya dan memberinya kontrak pabrikan berdurasi tiga tahun.

Miller menyatakan bahwa ia sama sekali tak menyesali keputusannya ini, terutama fakta bahwa ia tak pernah turun di Moto2. Menurutnya, proses belajar sudah ia dapatkan pada musim debutnya di MotoGP, ketika ia membela LCR Honda dan mengendarai RC213V-RS yang merupakan motor spesifikasi kelas Open.

1 dari 3 halaman

Kelas Open Bagaikan Moto2

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

"Kalau bisa memutar waktu, saya akan melakukannya lagi. Persis seperti itu. Saya dapat kesempatan dan saya harus mengambilnya. Jelas karier saya di MotoGP tak dimulai dengan mudah. Saat di LCR, saya hanya naik motor Honda Open di sisi Cal Crutchlow. Bagi saya, masa-masa itu bagai turun di Moto2," ujar Miller lewat Speedweek, Senin (11/7/2022).

Menurut The Thriller, kelas Open bagaikan kejuaraan tersendiri di dalam MotoGP. Motor yang ia kendarai, hanya bagian mesin dan sasisnya yang berasal dari RC213V spek pabrikan. Motornya tak punya seamless gearbox, sistem elektroniknya sederhana dan dirakit oleh Magnetti Marelli, sementara motor pabrikan pakai elektronik dari Honda.

"Masa itu membuka mata saya. Saya banyak belajar. Jika lihat ke belakang, rasanya sulit. Saya tak merekomendasikan hal ini pada rider lain. Anda harus punya keinginan kuat dan kegigihan menghadapi segala omong kosong soal konteks langsung lompat ke MotoGP. Orang-orang hanya lihat saya naik motor Honda," kisah Miller.

2 dari 3 halaman

Bersyukur Punya Karier Panjang di MotoGP

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Di lain sisi, Miller merasa bersyukur punya karier panjang di MotoGP meski tak pernah turun di Moto2 dan sempat menjalani kesulitan di kelas Open. Musim 2022 merupakan musimnya yang kedelapan di kelas tertinggi, dan ia masih dipercaya Ducati mengembangkan motor. Tahun depan, ia juga dapat kepercayaan dari KTM.

Walau belum pernah merebut gelar dunia, Miller cukup bangga mendapatkan kesempatan membela banyak tim papan atas di MotoGP. "Jika melihat gambaran besarnya usai delapan tahun, saya tetap senang. Saya mengoleksi 18 podium termasuk tiga kemenangan di MotoGP sejauh ini. Tahun lalu saya ada di peringkat keempat," tuturnya.

"Saya sampai kini juga masih balapan di MotoGP. Saat ini saya membela tim pabrikan Ducati, punya kontrak pabrikan selama tiga tahun. Musim depan, saya pindah ke tim pabrikan KTM. Saya pun bisa berpuas diri melihat karier MotoGP saya yang panjang. Jadi, memang ide bagus untuk langsung lompat dari Moto3 ke MotoGP," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Klasemen Sementara MotoGP 2022

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse
  1. Fabio Quartararo - Monster Energy Yamaha - Yamaha - 172
  2. Aleix Espargaro - Aprilia Racing - Aprilia - 151
  3. Johann Zarco - Prima Pramac Racing - Ducati - 114
  4. Francesco Bagnaia - Ducati Lenovo Team - Ducati - 106
  5. Enea Bastianini - Gresini Racing - Ducati - 105
  6. Brad Binder - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 93
  7. Jack Miller - Ducati Lenovo Team - Ducati - 91
  8. Joan Mir - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 77
  9. Alex Rins - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 75
  10. Miguel Oliveira - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 71
  11. Jorge Martin - Prima Pramac Racing - Ducati - 70
  12. Maverick Viñales - Aprilia Racing - Aprilia - 62
  13. 93 Marc Marquez - Repsol Honda Team - Honda - 60
  14. Marco Bezzecchi - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 55
  15. Luca Marini - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 52
  16. Takaaki Nakagami - LCR Honda IDEMITSU - Honda - 42
  17. Pol Espargaro - Repsol Honda Team - Honda - 40
  18. Alex Marquez - LCR Honda CASTROL - Honda - 27
  19. Franco Morbidelli - Monster Energy Yamaha - Yamaha - 25
  20. Fabio Di Giannantonio - Gresini Racing - Ducati - 18
  21. Darryn Binder - WithU Yamaha RNF - Yamaha - 10
  22. Andrea Dovizioso - WithU Yamaha RNF - Yamaha - 10
  23. Remy Gardner - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 9
  24. Raul Fernandez - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 5
  25. Stefan Bradl - Repsol Honda Team - Honda - 0
  26. Michele Pirro - Aruba.it Racing - Ducati - 0
  27. Lorenzo Savadori - Aprilia Racing - Aprilia - 0

Sumber: Speedweek

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR