BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Tadinya Anggap Tabu, Para Rider MotoGP Akhirnya Mau Jajal Teknologi Radio

16-09-2020 11:00 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Ducati Team, Andrea Dovizioso (c) Ducati Pembalap Ducati Team, Andrea Dovizioso (c) Ducati

Bola.net - Usai dijajal oleh test rider sekaligus pembalap Repsol Honda, Stefan Bradl, dalam sesi latihan MotoGP Misano, San Marino, Jumat (11/9/2020) lalu, teknologi komunikasi radio pun dijajal oleh banyak pembalap dalam uji coba tengah musim di trek yang sama pada Selasa (15/9/2020).

Komunikasi radio yang dipakai di Formula 1, selama ini dianggap tabu di arena balap motor, terutama MotoGP, berkat adanya opini bahwa tim dan pembalap motor harus mengeksekusi strateginya sendiri di trek tanpa bantuan atau arahan dari timnya yang ada di garasi.

Meski begitu, Sporting Director Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, kepada MotoGP.com menegaskan bahwa radio di MotoGP takkan dipakai sebagai komunikasi antara rider dengan timnya, melainkan antara rider dan Race Direction. Selain itu, pesan yang dikirim takkan berupa perintah langsung, melainkan rekaman suara.

1 dari 7 halaman

Bukan untuk Komunikasi dengan Tim

Teknologi ini dipakai bertujuan memperbaiki tingkat keselamatan pembalap. Pesan yang dikirim nanti berisi peringatan bahaya di trek, contohnya seperti kondisi trek, kecelakaan yang terjadi di berbagai area, bendera apa yang dikibarkan, atau notifikasi penalti jika ada rider yang melakukan pelanggaran.

Usai uji coba, Ezpeleta pun puas atas masukan dari para rider. "Ini baru uji coba awal, dan kami menjajal dua hal. Pertama, untuk tahu apa para rider mendengarkan pesan. Kedua, untuk lihat apa mereka terganggu saat kami kirim pesan pada momen-momen yang butuh konsentrasi tinggi. Hasilnya sangat baik. Jadi, kami cukup puas," ujarnya.

Di lain sisi, Ezpeleta juga tak memungkiri bahwa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki pada sistem baru ini. Saat ini, Dorna Sports masih dalam tahap menguji pendengaran rider saat di atas motor, dan melihat apa saja hal yang harus diprioritaskan untuk masa depan.

2 dari 7 halaman

Keluhkan Suara Mesin

"Kami harus lihat apa yang kami butuhkan untuk masa depan: apakah kami bakal pakai kabel, atau tanpa kabel. Kami juga masih harus tahu seberapa besar sensor yang harus dipasang pada baju balap, teknologi earplug, dan seberapa suara yang masuk dari motor," ungkapnya.

Saat ini, earplug yang dijajal para rider masih berupa earplug dengan kabel, dan mereka kompak menyatakan bahwa suara mesin mereka masih kelewat keras dan tak bisa diredam oleh earplug yang mereka pakai. Namun, mereka mengaku cukup jelas mendengar pesan yang dikirim.

Beberapa pembalap pun memberikan pendapatnya mengenai teknologi ini. Berikut komentar mereka.

3 dari 7 halaman

Andrea Dovizioso

"Sangat menarik untuk mencobanya. Saya bisa dengar apa yang mereka katakan dan ini sangat positif. Tapi jelas mereka masih harus memperbaiki banyak hal, terutama pada earplug-nya, karena rasanya tidak seperti pakai earplug," ujar 'Dovi' via MotoGP.com.

"Suara dari mesin masih terdengar sangat keras. Jadi, saya masih bisa dengar pesannya, namun jelas masih ada yang harus diperbaiki. Saya berharap tahun depan kami bisa pakai tanpa kabel. Tapi entah apa ini bisa dilakukan," lanjutnya.

4 dari 7 halaman

Joan Mir

Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir (c) Suzuki Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir (c) Suzuki

"Kami mencobanya saat pertama kali keluar garasi. Ini hal yang masih harus terus kami perbaiki karena proyek ini masih sangat baru, segalanya harus diperbaiki. Tapi kita lihat saja nanti. Jika kami terus memperbaikinya, bisa jadi kami akan memakainya," ujar Mir via Motorsport.com.

"Biasanya, ear plug yang kami pakai punya teknologi noise-cancellation dan kami nyaris tak bisa dengar apa-apa dari luar. Tapi dengan earplug ini, tampaknya kami dengar suara dari luar lebih jelas. Bagi beberapa rider, ini bisa jadi masalah," lanjut rider Suzuki Ecstar ini.

5 dari 7 halaman

Francesco Bagnaia

"Saya harus jujur. Saya mencobanya, tapi tanpa berkendara. Saya memakainya di dalam helm," ujar 'Pecco' sembari tertawa kepada MotoGP.com. "Tapi earplug yang normal biasanya lebih baik, karena earplug yang ini tak bisa meredam suara dari mesin MotoGP yang sangat keras. Ini menguji konsentrasi pembalap.

"Saya pun ingin mencobanya lagi di masa depan karena saya rasa ini penting untuk melakukan komunikasi macam ini. Tapi saya rasa tak perlu dipakai untuk memperingatkan soal bendera yang dikibarkan, karena kami masih bisa melihatnya di trek. Saya lebih ingin ini digunakan untuk komunikasi dengan tim dan ini bakal menarik," ungkapnya.

6 dari 7 halaman

Pol Espargaro

"Sayangnya, tidak terlalu oke. Saya bisa dengar pesannya di telinga saya dan paham apa yang mereka katakan pada saya, dan ini bagus. Masalahnya adalah noise-cancellation," ujar Espargaro via Motorsport.com.

"Earplug yang kami pakai biasanya menghambat suara luar untuk masuk, tapi yang ini tetap terlalu berisik hingga mustahil dipakai berkendara. Saya pergi ke trek tapi saya harus kembali ke trek karena terlalu berisik. Jadi, ini harus diperbaiki," tutupnya.

Sumber: MotoGP/Motorsportcom

7 dari 7 halaman

Video: Momen Franco Morbidelli Raih Kemenangan Perdana di MotoGP San Marino

KOMENTAR